5 Langkah Mudah Atur Keuangan Untuk Pasangan Baru Menikah

Untuk kamu yang baru menikah atur resmi menjadi pasangan baru, maka ada beberapa hal yang harus mulai diperhatikan dan dipersiapkan dengan sangat baik. Salah satunya adalah mengenai kondisi keuangan dan proses dalam mengaturnya. Bagian ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena jika tidak Anda dan pasangan persiapkan akan menimbulkan masalah. 

Banyak kasus yang terjadi, kondisi dalam mengatur keuangan masih relatif kecil dan beberapa keluarga baru malah melupakannya. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, bagian ini benar-benar menjadi pertimbangan yang harus diperhatikan. Dengan demikian, penting sekali untuk langsung mempersiapkannya dan jangan sampai melewatkannya, simak yuk ulasannya. 

Tips Mengatur Keuangan Untuk Keluarga Baru

1. Penghasilan Bersih yang Didapatkan 

Jika melihat dari beberapa sumber yang ada, langkah pertama kali yang harus Anda lakukan dengan pasangan dengan menghitung penghasilan bersih yang didapatkan setiap bulannya. Maksudnya di sini mengenai penghasilan atau pendapatan yang diterima sebelum dipotong dengan pajak atau beberapa syarat yang ada lainnya. 

Bagian ini akan membantu Anda dan keluarga baru bisa menentukan mengenai tabungan yang harus dipersiapkan dan dilakukan setiap bulannya. Bukan hanya itu saja, melalui pemasukan yang ada, membantu Anda dan pasangan untuk mempersiapkan beberapa biaya lainnya mulai dari jaminan sosial, kesehatan, dan lainnya. 

Biasanya beberapa ahli keuangan merekomendasikan untuk mengalokasikan 20 persen penghasilan atau pendapatan yang ada tersebut untuk membeli kebutuhan rumah. Sisanya akan Anda alokasikan untuk kebutuhan tabungan yang jelas. 

2. Pengeluaran yang Dihabiskan Setiap Bulan 

Untuk Anda yang baru menikah sudah saatnya untuk mulai memperhatikan dan mengatur pengeluaran setiap bulannya. Bagian ini bukan hanya tentang pengeluaran yang fluktuatif, tapi sudah harus mempersiapkan pengeluaran yang akan Anda habiskan setiap bulannya. Hal ini akan sangat membantu dan penting untuk terhindar dari jeratan hutang yang merugikan. 

Apabila Anda belum menghitung dan mempersiapkannya, mulai data dan beri beberapa daftar dengan jelas, sehingga semua bentuk pengeluaran yang ada bisa dilihat secara menyeluruh. Semuanya baik dalam kredit mobil, cicilan rumah atau kos, atau beberapa biaya bulanan yang sudah terhitung dengan jelas, sehingga tidak bermasalah kemudian hari. 

Selebihnya, jika Anda sudah memantau dan mengaturnya dengan jelas tinggal langsung mengalokasikan beberapa dana dengan beberapa pos-pos yang ada, serta sisanya bisa Anda tujukan untuk tabungan masa depan. 

3. Buku Tabungan Gabung atau Pisah 

Sebelum memutuskan untuk melakukan tabungan dalam keluarga, langkah berikutnya yang harus Anda komunikasikan dengan pasangan mengenai uang tabungan yang ada tersebut. Apakah ingin dijadikan satu tabungan saja atau terpisah? Bagian ini akan membantu Anda untuk meminimalisir konflik yang terjadi dalam fase awal membina rumah tangga. 

Semuanya harus berdasarkan kesepakatan bersama, sehingga jangan sampai Anda lalai dan sembarangan dalam menentukannya. Apabila sudah mencapai titik kesepakatan bersama, maka tinggal langsung mengatur beberapa keperluan dengan tepat, terutama untuk beberapa kepentingan keuangan yang harus dikeluarkan, mulai dari tagihan listrik, internet, atau keperluan rumah tangga. 

Pada dasarnya, semuanya harus berdasarkan komitmen dan kesepakatan bersama sehingga antara satu sama lainnya mempunyai goal atau tujuan yang jelas. 

4. Tidak Lupa Memiliki Dana Darurat

Di Indonesia sendiri kebutuhan untuk dana darurat sendiri masih sangat sedikit, karena beberapa orang masih menganggapnya kurang begitu penting. Padahal, jika sudah dipelajari lebih lanjut dana darurat akan sangat membantu Anda dan pasangan memenuhi kebutuhan yang sama sekali tidak terduga tanpa mengurangi uang tabungan. 

Poin plusnya Anda dan keluarga terhindar dari berbagai risiko yang besar dan semuanya dapat diperhitungkan dengan jelas. Oleh karena itu, apabila Anda sudah berkeluarga atau baru membina rumah tangga sudah seharusnya mempersiapkan dana darurat tersebut. Jangan sampai Anda lalai dan bertindak sembarangan lagi, karena keuangan dalam keluarga untuk kebutuhan jangka panjang yang harus dilihat dengan jelas. 

5. Mulai Melek Investasi 

Mungkin Anda tidak ingin hanya berkutak dengan tabungan saja, mulai harus mempelajari atau istilahnya melek secara investasi. Saat ini, ada banyak instrumen yang Anda gunakan dan manfaatkan untuk meningkatkan pendapatan kedepannya. Tetapi semuanya harus berdasarkan pada perhitungan dan tidak sembarangan dalam melakukannya. 

Kebutuhan investasi ini bukan untuk waktu dekat, namun keuntungannya lebih kepada jangka panjang yang bisa diperuntukkan untuk anak-anak Anda kelak. Nantinya dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, terutama menjamin biaya pendidikan anak-anak Anda kelak dan memberikan banyak keuntungan. 

Oleh karena itu, mulai harus investasi dan mempelajarinya dengan lebih jelas. 

 

Itulah beberapa penjelasan yang bisa Anda aplikasikan untuk pasangan yang baru saja resmi menikah. Nantinya membuat keuangan dalam rumah tangga Anda tetap aman dan bisa membantu menjalani keluarga yang harmonis tanpa ada konflik keuangan.