7 Prinsip Investasi untuk Para Pemula

Bagi kamu yang baru saja memulai investasi, pasti merasa bingung dan tidak tahu harus mulai dari mana. Namun, jangan khawatir, kamu bisa memulai dengan memahami beberapa prinsip dasar investasi. Berikut ini adalah 7 prinsip investasi yang perlu kamu ketahui sebagai seorang pemula:

Tentukan tujuan investasi kamu

Sebelum mulai berinvestasi, tentukan terlebih dahulu apa tujuan kamu dari investasi tersebut. Hal ini sangat penting, karena akan mempengaruhi jenis investasi yang akan kamu pilih. Apakah kamu ingin menambah passive income, mempersiapkan dana pensiun, atau hanya ingin memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan beli saham?

Atau mungkin ada tujuan lain yang ingin kamu capai melalui investasi? Masing-masing tujuan investasi memerlukan jenis investasi yang berbeda-beda. Misalnya, jika kamu ingin menambah passive income, maka kamu bisa memilih jenis investasi yang memberikan dividen atau bunga yang tinggi, seperti reksadana saham atau obligasi.

Namun, jika kamu ingin mempersiapkan dana pensiun, maka kamu perlu memilih jenis investasi yang bisa memberikan keuntungan yang stabil dalam jangka panjang, seperti saham atau reksadana campuran.

Pahami resiko investasi

Setiap jenis investasi pasti memiliki resiko yang berbeda-beda. Resiko tersebut bisa berkaitan dengan fluktuasi harga, kemungkinan terjadinya kerugian, atau bahkan kemungkinan tidak dapat mencapai tujuan investasi yang diinginkan.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting bagi kamu untuk memahami resiko yang mungkin akan dihadapi. Beberapa resiko yang biasanya kamu hadapi saat berinvestasi adalah resiko kegagalan akibat salah memilih investasi dan resiko inflasi akibat faktor ekonomi.

Berinvestasi Secara Berkala

Berinvestasi secara berkala merupakan cara yang bijak untuk memulai investasi, terutama bagi para pemula yang belum terlalu memahami cara kerja investasi. Dengan cara ini, kamu tidak perlu mengeluarkan seluruh uangmu sekaligus untuk berinvestasi, sehingga resiko kerugian bisa dikurangi.

Selain itu, berinvestasi secara berkala juga membantumu membentuk kebiasaan yang baik dalam mengelola keuangan. Kamu akan terbiasa menyisihkan sebagian dari pendapatanmu untuk diinvestasikan, sehingga tidak mudah tergiur dengan keinginan konsumtif yang mungkin akan menguras keuanganmu di kemudian hari.

Diversifikasi portofolio

Diversifikasi merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi resiko investasi. Dengan diversifikasi, kamu tidak hanya tergantung pada satu jenis investasi saja, sehingga resiko kerugian tidak terpusat pada satu jenis investasi saja.

Kamu bisa memilih berbagai jenis investasi dengan resiko yang berbeda-beda, seperti saham, obligasi, reksadana, dan lain-lain. Selain itu, diversifikasi juga bisa membantumu untuk memperoleh keuntungan yang lebih stabil. Jika salah satu jenis investasi yang kamu miliki mengalami masalah, maka keuntungan dari jenis investasi lainnya bisa menutupi kerugian tersebut.

Jangan terlalu sering berganti-ganti investasi.

Sering berganti-ganti investasi, atau disebut juga dengan istilah “market timing”, bisa menyebabkan kamu mengalami kerugian yang lebih besar daripada keuntungan yang diharapkan. Ini karena keputusan untuk menjual atau membeli investasi harus dilakukan dengan tepat waktu, yang tentunya tidak bisa diprediksi dengan pasti.

Oleh karena itu, sebaiknya pilih jenis investasi yang tepat sesuai dengan tujuan dan profil risiko kamu, lalu tahan sampai waktunya tepat untuk menjual. Jangan terlalu cepat menjual investasi hanya karena tergiur dengan kesempatan yang terlihat lebih menguntungkan, atau terlalu mudah terpengaruh oleh kepanikan pasar.

Perlakukan investasi seperti bisnis

Berinvestasi bukan hanya sekedar mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu, tapi juga harus memahami bagaimana cara mengelolanya seperti sebuah bisnis. Kamu harus memahami cara kerja investasi yang kamu pilih, serta memonitor perkembangan dan keuntungan yang didapat.

Selain memonitor perkembangan investasi, kamu juga harus memahami risiko yang terkait dengan investasi yang kamu pilih. Kamu juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi risiko kerugian, misalnya dengan memiliki dana darurat yang cukup atau dengan memilih jenis investasi yang memiliki resiko lebih rendah.

Jangan terlalu banyak bergantung pada saran orang lain dalam berinvestasi

Dalam menjalankan bisnis atau kegiatan apapun, pasti sering mendapat saran dari orang lain. Hal ini tidak terkecuali dalam berinvestasi. Banyak orang yang menanyakan saran kepada teman atau keluarga sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Namun, terlalu banyak bergantung pada saran orang lain dalam berinvestasi justru bisa menjadi boomerang bagi kamu sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya kamu memahami dan kenali terlebih dahulu kebutuhan dan tujuan investasi kamu sendiri.

Kamu bisa meminta saran dari orang lain, tapi jangan terlalu banyak bergantung pada saran orang lain. Jika terlalu bergantung pada saran orang lain, kamu bisa terjerumus ke dalam resiko yang tidak sesuai dengan kemampuan dan batas toleransi risiko kamu sendiri.

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dasar investasi di atas, diharapkan kamu bisa lebih siap dan percaya diri dalam memulai investasi. Selalu ingat, investasi membutuhkan kesabaran dan keberanian untuk menghadapi resiko, tapi juga akan memberikan keuntungan yang besar bagi kamu di kemudian hari.