7 Prinsip Investasi yang Sebaiknya Dipahami Pemula

Sebelum memulai investasi, kamu perlu memahami prinsip-prinsip dasar agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan mengurangi risiko kerugian. Berikut adalah 7 prinsip investasi yang sebaiknya kamu pahami sebagai pemula:

Kamu harus pahami 7 prinsip investasi ini

1. Tentukan Tujuan Investasi

Menentukan tujuan investasi adalah langkah penting yang harus dilakukan sebelum memulai investasi. Tujuan investasi akan mempengaruhi jenis aset yang dipilih dan strategi investasi yang digunakan. Tujuan investasi bisa bermacam-macam, tergantung pada kebutuhan dan tujuan masing-masing individu.

 

Menentukan tujuan investasi juga membantu kamu untuk mengukur kesuksesan investasi kamu. Dengan menetapkan tujuan yang spesifik dan terukur, kamu dapat memantau perkembangan investasi kamu dan mengetahui apakah kamu telah mencapai tujuan kamu atau belum.

2. Pelajari Pasar dan Aset yang Ingin Kamu Investasikan

Sebelum memutuskan untuk membeli aset tertentu, sangat penting bagi kamu untuk mempelajari pasar dan aset tersebut terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memahami tren pasar, fundamental aset, serta risiko yang terkait dengan aset tersebut.

 

Salah satu cara untuk mempelajari pasar dan aset yang ingin kamu investasikan adalah dengan membaca berita dan analisis keuangan yang terkait dengan aset tersebut. Kamu dapat mengikuti portal berita keuangan, membaca laporan keuangan perusahaan, serta mencari informasi tentang kinerja pasar terkait dengan aset tersebut.

3. Diversifikasi Portofolio

Dalam diversifikasi portofolio, kamu dapat membagi investasi pada berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, properti, atau komoditas. Selain itu, kamu juga dapat membagi investasi pada jenis aset yang berbeda di dalam satu kategori, seperti saham dari berbagai sektor atau obligasi dengan jangka waktu yang berbeda.

 

Dalam melakukan diversifikasi portofolio, kamu juga perlu memperhatikan jumlah investasi pada setiap jenis aset. Sebaiknya, kamu tidak menginvestasikan seluruh uang pada satu jenis aset saja. Sebaliknya, alokasikan investasi pada beberapa jenis aset dengan proporsi yang sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko.

4. Investasi dengan Budget yang Kamu Miliki

Salah satu prinsip dasar investasi adalah memastikan bahwa kamu hanya menginvestasikan uang yang dapat kamu rugikan. Jangan pernah menginvestasikan seluruh uang yang kamu miliki dalam satu jenis aset atau pada satu waktu yang sama. Hal ini dapat sangat berbahaya dan menyebabkan risiko kerugian yang besar.

 

Sebagai seorang pemula, sebaiknya kamu memulai dengan budget yang kecil dan membangun portofolio investasi kamu secara bertahap. Pastikan kamu mengetahui batas budget investasi kamu dan tidak melebihi batas tersebut. 

5. Jangan Terlalu Emosional dalam Mengambil Keputusan Investasi

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah terlalu emosional dalam mengambil keputusan investasi. Mereka mungkin terjebak dalam sentimen pasar atau kabar burung, dan membuat keputusan investasi yang tidak rasional.

 

Oleh karena itu, penting untuk menjaga emosi dalam mengambil keputusan investasi. Sebelum membuat keputusan investasi, lakukan analisis yang objektif dan teliti. Pelajari fundamental perusahaan dan saham yang ingin kamu beli, dan pertimbangkan valuasi saham tersebut.

 

Terakhir, jangan terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Jika kamu merasa ragu atau tidak yakin, berikan diri kamu waktu untuk memikirkan keputusan tersebut.

6. Perhatikan Biaya Investasi

Beberapa biaya yang perlu diperhatikan dalam investasi antara lain biaya transaksi, biaya penyimpanan, dan biaya administrasi. Biaya transaksi adalah biaya yang dikenakan oleh broker atau lembaga keuangan lainnya dalam melakukan transaksi jual beli aset. Biaya ini dapat berupa biaya komisi atau biaya spread. Biaya komisi adalah biaya yang dikenakan oleh broker sebagai imbalan atas jasa mereka dalam melakukan transaksi. Sedangkan biaya spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual aset yang ditawarkan oleh broker.

saham dengan harga tertinggi

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan biaya administrasi lainnya yang terkait dengan investasi. Biaya administrasi ini dapat berupa biaya pembukaan rekening, biaya transfer dana, atau biaya lainnya.

7. Patuhi Prinsip Investasi yang Kamu Pilih

Setiap investor memiliki prinsip investasi yang berbeda-beda. Ada yang fokus pada pertumbuhan aset, ada yang lebih memilih dividen, dan ada pula yang mengutamakan keamanan investasi. Prinsip investasi yang kamu pilih harus sesuai dengan tujuan investasi kamu, profil risiko kamu, dan preferensi kamu sebagai investor.

 

Patuhi prinsip investasi yang kamu pilih berarti kamu harus konsisten dalam mengambil keputusan investasi. Jangan tergoda untuk melakukan investasi yang tidak sesuai dengan prinsip investasi kamu. Misalnya, jika prinsip investasi kamu adalah fokus pada pertumbuhan aset, maka jangan tergoda untuk melakukan investasi pada aset yang lebih stabil tetapi tidak memiliki potensi pertumbuhan yang besar.

 

Demikianlah 7 prinsip investasi yang sebaiknya kamu pahami sebagai pemula. Ingatlah bahwa investasi membutuhkan kesabaran, pengetahuan, dan strategi yang tepat. Selalu melakukan analisis yang objektif sebelum mengambil keputusan investasi. Semoga tulisan ini dapat membantu kamu dalam memulai investasi.