9 Istilah-Istilah Investasi SBR

Untuk Anda yang sedang mencari alternatif investasi, mungkin SBR atau saving bonds ritel bisa menjadi pilihan. Mekanisme kerja dari SBR sendiri relatif praktis dan mudah untuk dilakukan, karena prosesnya Anda akan mendapatkan tawaran dengan imbalan berupa kupon atau bunga. Menariknya lagi, SBR ini diterbitkan secara langsung oleh pemerintah untuk anggaran biaya. 

Dalam pemahaman yang lebih mudahnya, SBR ini hampir sama dengan surat utang negara (SUN) atau Surat Berharga Negara (SBN) yang akan ditawarkan kepada setiap individu, sehingga proses ini dinamakan sebagai ritel. Konsepnya sendiri hampir mirip dengan deposito atau tabungan pada bank, karena sifatnya tertutup dan tidak bisa diperjualbelikan kepada pihak kedua atau sekunder. 

Dalam konsepnya, SBR sendiri hanya bisa dibeli dalam waktu tertentu dan disimpan dalam tempo waktu yang ada. Namun, apabila investor ingin pencairan lebih cepat (early redemption), maka bisa dilakukan dan bisa diambil setahun ketika selesai investasi. Nah, hal menarik dari investasi SBR ini, ada beberapa istilah-istilah menarik yang harus Anda pahami dahulu. 

Bagian ini menjadi sangat penting, terutama untuk Anda yang tertarik untuk melakukan investasi pada SBR tersebut. Apa saja istilahnya? Simak penjelasan berikut ini. 

Istilah-Istilah Investasi SBR

1. Kupon 

Untuk lebih mudahnya, kupon hampir sama dengan bunga. Ketentuannya sebagai imbal balik dari investor SBR. Proses perhitungan kupon sendiri berdasarkan pada persentase yang jelas, sehingga disesuaikan pada jumlah pokok utang dan waktu dalam setahun. Tetapi, mengenai pembayarannya sendiri bisa dilakukan dalam kurun waktu sebulan sekali. 

Terkait ketentuan yang ada tersebut memang memberikan banyak pemahaman yang memberikan banyak keuntungan antara satu sama lainnya. Mengenai ketetapan kuponnya sendiri ada yang sudah tetap atau fixed atau floating (mengambang). Dalam bunga fixed, ketentuannya sudah dijelaskan pada awal hingga tempo berakhir, sedangkan untuk floating bisa berubah dalam waktu ke waktu. 

2. Floating with Floor

Secara praktisnya bagian ini termasuk dalam kupon yang mengambang dengan ketentuan bunga dari ketentuan yang ada. Untuk lebih mudah dalam memahaminya, floating kuponnya sendiri disesuaikan pada tingkat suku bunga yang ada di Bank Indonesia. Sehingga perjalanannya disesuaikan dengan perjalanan yang ada. 

Apabila kondisi pasar mengalami kenaikan, kemungkin besar kupon akan naik. Sedangkan tingkatan mengalami penurunan, maka bisa jadi ikut terjun bebas. 

3. Masa Tenor atau Jatuh Tempo

Tenor adalah masa jatuh tempo terhadap masa berlaku investasi SBR tersebut. Apabila jangka waktunya sudah habis, maka SBR akan selesai. Dalam tahap ini, uang pokok atau modal dari investor SBR akan dikembalikan secara penuh oleh pemerintah. Mengenai masa tenornya sendiri mencapai waktu 2 tahun atau lebih. 

Bagian satu ini menjadi sangat penting untuk Anda pertimbangkan agar bisa melihat dan memahaminya untuk membaca kebutuhan yang ada. 

4. Masa Penawaran 

Hal ini berkaitan langsung dengan waktu untuk memesan produk SBR. biasanya pemerintah akan memberikan ketentuan waktu untuk pembelian tersebut, sehingga jika masanya sudah habis, maka tidak ada lagi proses penawaran. 

5. Tanggal Penetapan SBR

Apabila Anda sudah melakukan proses penawaran terkait investasi SBR yang ada, maka melalui Kementerian Keuangan akan mencatat mengenai jumlah dari pesanan SBR yang akan masuk tersebut. 

6. Setelmen 

Mungkin untuk Anda yang baru bergabung akan bingung mengenai kata setelmen. Dalam investasi SBR, setelmen termasuk dalam tanggal penyelesaian. Maksudnya, apabila Anda telah selesai melakukan pemesanan dalam masa penawaran yang resmi menjadi investor, maka perhitungan terkait kupon SBR akan dihitung atau dimulai. 

7. Kuota 

Untuk minimal pembelian dari SBR sendiri, pemerintah memberlakukan minimal pembelian adalah Rp. 1 juta untuk 1 unit. Lalu, investor bisa melakukan pembelian secara bertahap atau berkali-kali dalam masa penawaran, tetapi total yang bisa didapatkan hanya berjumlah Rp. 3 miliar atau 300 unit saja untuk satu seri SBR. 

Selanjutnya juga, pemerintah memberikan kuota nasional untuk jumlah SBR yang akan diterbitkan dan tersedia oleh investor dalam satu sesi penawaran. Sehingga, apabila dalam momentum tersebut ada banyak masyarakat yang tertarik menggunakannya, maka kemungkinan kuota nasional bisa ditambah. 

8. Early Redemption

Hal ini biasa dikenal sebagai bagian untuk melakukan pencairan lebih awal. Dalam ketentuannya, untuk perhitungan bunganya sendiri dipatok dalam waktu setahun. Sehingga apabila ada investor tertarik untuk melakukan pencairan setiap bulannya itu dikenal sebagai Early Redemption

9. Mitra Distribusi

Berkaitan langsung dengan beberapa perusahaan-perusahaan yang telah ditunjuk langsung oleh Kemenkeu untuk dijadikan sebagai mitra atau agen dalam penjualan SBR. 

 

Nah, itulah beberapa istilah-istilah yang bisa Anda pahami jika tertarik untuk terjun langsung dalam investasi SBR. Bagian satu ini tentunya memberikan banyak keuntungan, karena termasuk dalam investasi yang jauh lebih aman dan jelas.