Analisis Fundamental Saham, Ini Pengertian dan Praktiknya

analisis fundamental

Pengen investasi pada produk saham? Jangan langsung beli atau jual karena ikut-ikutan teman. Anda dapat menganalisis situasinya terlebih dahulu, pasalnya saham itu bukan judi melainkan produk investasi yang menghasilkan keuntungan jangka panjang. Dalam analisis saham, ada dua hal yang sering digunakan yakni analisis teknikal dan analisis fundamental saham.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas secara komprehensif mengenai analisis fundamental saham mulai dari pengertian hingga praktiknya. Menurut mentor dari Warren Buffett, Benjamin Graham mengatakan bahwa seorang investor seharusnya tidak membuat keputusan berdasarkan perkiraan atau spekulasi saja. Maka dari itu, penting dan wajib hukumnya melakukan analisis, terutama pada investasi jenis saham.

Nah, apa hal yang membuat analisis fundamental saham ini begitu penting? Mari simak lebih lanjut dalam pembahasan berikut.

Pengertian Analisis Fundamental Saham

Merupakan salah satu cara analisis saham dengan menentukan prospek kenaikan harga saham jangka panjang setelah melihat kinerja perusahaan secara keseluruhan. Analisis ini menitikberatkan beberapa faktor seperti kondisi ekonomi baik mikro dan makro, industri, persaingan usaha, hingga kinerja perusahaan yang bersangkutan.

Melalui analisis fundamental, saham dari sebuah perusahaan akan terlihat jelas apakah sehat atau tidak. Anda bisa membeli saham dengan menggunakan analisis tersebut sebagai acuan. Biasanya analisis ini kerap dipakai oleh para investor yang menginginkan keuntungan jangka panjang. Berikut akan kita bahas satu persatu beberapa teknik analisis fundamental saham yang harus diketahui investor pemula.

  •       Analisis Ekonomi

Analisis ekonomi merupakan teknik pertama yang dibagi menjadi dua bagian yakni mikro dan makro. Untuk analisis ekonomi makro digunakan untuk mencari tahu secara keseluruhan tentang ekonomi global. Kemudian Anda dapat menilai apakah masih dapat mendukung pertumbuhan ekonomi negara atau kondusif. Atau bisa saja keadaan ekonomi dunia saat ini masih mengalami krisis atau memasuki resesi.

Sementara untuk analisis ekonomi mikro ditujukan pada perekonomian dalam negeri. Termasuk beberapa sektor bisnis yang saat ini sedang berkembang, apakah pertumbuhan ekonomi dapat dipengaruhi oleh inflasi dan lain-lain. Anda wajib melakukan analisis ini supaya tidak salah pilih saham. Seperti membeli saham yang sedang tidak kondusif padahal perkembangan ekonomi negara kita sedang cemerlang. Hal ini cukup mengerikan apabila tidak disadari.

  •       Analisis Siklus Industri

SeDalam analisis industri, kita akan membagi perusahaan berdasarkan siklus industrinya. Diantaranya ada fase awal (pioneering phase), fase pertumbuhan (rapid growth phase), fase pendewasaan (mature growth phase), fase stabilisasi dan pendewasaan pasar (stabilization and market maturity phase), dan fase perlambatan (declaration of growth and decline industries). Berikut penjelasannya:

  •       Fase awal, di dalamnya terdapat perusahaan-perusahaan yang kuantitas penjualannya masih belum besar. Sehingga biaya akan mereka alokasikan pada investasi usaha dan modal kerja awal. Resiko membeli saham perusahaan yang masih berada di fase awal cukup besar. Namun keuntungan yang diraih pun akan sangat besar bila perusahaan ini berhasil tumbuh.
  •       Fase pertumbuhan dimana permintaan akan produk perusahaan sudah cukup banyak, angka kompetisinya masih tergolong rendah dengan laba dan margin bersih yang juga sudah tumbuh dengan baik. Risiko membeli saham perusahaan dengan fase industri ini tentu lebih kecil dari fase awal karena peluang akan potensi labanya sudah cukup besar.
  •       Fase pendewasaan diisi oleh perusahaan yang memiliki penjualan stabil namun pesaingnya sudah banyak dan cukup ketat. Tentunya diperlukan inovasi dan terobosan baru dari perusahaan-perusahaan yang berada di fase ini. Jika memang Anda ingin membelinya, maka pilihlah perusahaan yang telah memiliki pangsa pasar lebih banyak dari pesaingnya.
  •       Fase stabilisasi dan pendewasaan pasar sudah terkonsolidasi sehingga masih tetap menguntungkan bagi investor walau cenderung sulit mengalami pertumbuhan.
  •       Fase perlambatan dulunya sering diburu para investor sehingga menjadikannya sebagai primadona. Namun seiring berjalannya waktu, pangsa pasar ini kian redup karena persaingan usaha yang makin mematikan dan margin keuntungan mereka pun minus. Sebaiknya Anda menghindari saham ini.

Praktik Analisis Saham Fundamental

Perlu diingat bahwa analisis fundamental saham dilakukan pada perusahaan yang ingin dibeli, bukan lagi ke industrinya. Dalam melakukan analisis, Anda tidak hanya mengetahui perkembangan mereka melalui berita dan media, tetapi juga harus tahu apakah perusahaan yang ingin dibeli itu sehat atau tidak. Misalnya, tahun lalu pembukuan penjualan disebut cukup tinggi namun tidak lebih tinggi dari utang yang dimiliki. Tentu saja perusahaan tersebut tidak dapat dikatakan sehat. Untuk memperkuat analisis fundamental saham, silahkan lakukan hal berikut:

  •       Mengetahui rasio utang dan ekuitas
  •       Melakukan perbandingan laba bersih perusahaan dari kuartal per kuartal
  •       Menganalisis Return of Equity (ROE)
  •       Menghitung dividend payout ratio dan dividend yield.
  •       Menentukan Earning per Share (EPS)
  •       Mengetahui Price Earning Ratio (PER)
  •       Membandingkan Price to Book Value (PBV)

Nah itulah pengertian dan praktik analisis fundamental saham yang harus diketahui bettor pemula. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda, ya.