Apa Artinya Lump Sum di Bidang Akuntansi dan Perbankan?

akuntansi perbankan

Untuk menggambarkan pembayaran tunggal dalam dunia perbankan, akuntansi, investasi, maupun asuransi, Anda akan menggunakan istilah Lump Sum.

Metode pembayaran lump sum ini diketahui juga digunakan pada perjalanan dinas, pelelangan, hingga kontrak pembangunan. Meskipun bidangnya berbeda, tapi pengertian dan penggunaan lump sum masih sama. Yakni pembayaran yang dilakukan sekali saja dengan nominal uang yang secara sekaligus mewakili pos-pos pengeluaran.

Menurut KBBI, lump sum dapat diartikan sebagai uang yang dibayarkan untuk semua biaya, baik akomodasi, transport, uang makan, dan sebagainya. Metode pembayaran ini dapat digunakan untuk pembayaran proyek, membiayai perjalanan dinas, pencairan dana pensiun, dan lain-lain. Contohnya adalah sebagai berikut.

Jenis-jenis Kontrak Lump Sum

Ada beberapa jenis transaksi lump sum yang umum dilakukan, yakni:

  •       Fixed Price adalah kontrak pembayaran total berdasarkan jumlah semua biaya tanpa terkecuali. Meliputi biaya administrasi, biaya manusia, biaya bahan, dan biaya-biaya yang dikhawatirkan akan muncul seperti biaya kerusakan, biaya denda, dan lain-lain. Akan tetapi transaksi pembayaran jenis ini  jumlahnya dapat dengan mudah di markup dan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
  •       Time and Materials Contract yang cocok digunakan untuk proyek kecil dengan dana terbatas. Penerima dana wajib menerima konsekuensi apabila proyek tidak selesai tepat waktu.
  •       Cost Plus Contract, merupakan metode pembayaran total dengan menjumlahkan imbal jasa dan biaya produksi. Umumnya metode ini digunakan dalam dunia konstruksi bangunan.
  •       Unit Pricing Contract adalah kontrak paling aman dan fleksibel digunakan. Penerima dana dapat menggunakan biaya pribadi untuk melaksanakan proyek, kemudian menentukan harga jual per unit kepada pemesan.

Contoh Pembayaran Lump Sum

Nah, berikut ini akan lebih dijelaskan lagi tentang contoh pembayaran dengan metode lump sum. Simak yuk.

  •       Lump sum di dunia perbankan adalah sauransi. Dalam asuransi, nasabah harus membayar polis setiap bulan dalam jumlah tertentu sampai premi dapat dicairkan sesuai kesepakatan.
  •       Lump sum dalam pembayaran proyek atau dikenal dengan kontrak jasa atas menyelesaikan sebuah pekerjaan sesuai perjanjian awal. Berarti sudah mencakup spesifikasi seluruh material proyek, gambar konstruksi, jadwal pekerjaan dan sebagainya dengan biaya yang disetujui kedua belah pihak.
  •       Lump sum dalam uang pensiun dikenal ada dua, yakni pembayaran jumlah besar dalam sekali waktu atau pembayaran yang dicicil setiap bulan.
  •       Lump sum pembayaran dinas. Dalam hal ini uang perjalanan dinas perusahaan akan diberikan di awal sebelum karyawan berangkat. Untuk jumlahnya sudah disesuaikan dengan pre-calculated amount.

Kelebihan dan Kekurangan Lump Sum

Dikutip dari laman Upcounsel, berikut ini beberapa kelebihan metode pembayaran secara lump sum:

  •       Menerima pembayaran secara lump sum tentu membuat para karyawan menjadi lebih produktif. Berbeda sekali kondisinya bila dilakukan secara mencicil. Untuk menyelesaikan pekerjaan saja mereka membutuhkan banyak waktu, sementara itu belum tentu kualitas yang dihasilkan bisa lebih baik. Nah, dengan pembayaran lump sum ini pihak karyawan tidak harus lagi mengkhawatirkan pembayaran selanjutnya karena sudah dibayar langsung di awal.Karena sudah menerima upah secara keseluruhan, mereka akan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat karena fokus mengerjakannya. Jadi, dapat diartikan bahwa pembayaran lump sum ini mampu memberikan ketenangan bagi para pemberi upah.
  •       Keuntungan lainnya yang bisa diperoleh dari metode pembayaran lump sum adalah kepraktisan. Mengapa demikian? Karena antara kedua belah pihak tidak akan ada keberlanjutan komitmen setelah pembayaran diselesaikan.

Sedangkan untuk kekurangan lump sum adalah sebagai berikut:

  •       Siapa saja yang menerima sejumlah uang nominal besar tentu akan menjadi lebih boros ketika menggunakannya. Pada kondisi tersebut, mereka merasa memiliki uang yang banyak sehingga tidak dapat melakukan budgeting dengan baik. Hal ini tidak baik dan berdampak pada kesehatan keuangan. Anda harus dapat melakukan perencanaan keuangan sebaik mungkin bila memilih bonus atau uang pensiun karyawan dibayar dengan metode ini.
  •       Rawan penyelewengan dan sering terjadi ketika perjalanan dinas kantor. Meskipun tidak semua karyawan tidak menggunakan uang lump sum secara berhemat, mereka lebih mudah tergoda untuk membeli hal-hal di luar dari kebutuhan kantor. Makanya lebih banyak perusahaan memilih membayar dengan sistem reimbursement agar biaya yang dikeluarkan nanti dapat sejalan dengan pengeluarannya.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode pembayaran ini dilakukan dengan cara membayar uang dalam jumlah banyak secara sekaligus di depan. Meskipun terdapat kekurangan, Anda bisa memastikan metode pembayaran ini berjalan dengan baik apabila kedua belah pihak paham dengan kondisi keuangan serta dapat mengendalikan uang tersebut.

Supaya lebih mudah dalam mengatur keuangan perusahaan, Anda dapat menggunakan software akuntansi terpercaya. Software ini akan membantu Anda dalam mengelola keuangan dengan praktis dan mudah, tentunya sangat membantu ketika membuat laporan keuangan perusahaan. Seluruh pencatatan di perusahaan akan tersimpan dengan rapi menggunakan aplikasi akuntansi tersebut, termasuk pembayaran lump sum.

Software akuntansi dapat menjadi pilihan terbaik untuk segala kebutuhan akuntansi perusahaan, memberikan banyak kemudahan, bahkan menyelesaikan masalah yang sering terjadi dalam pembuatan laporan keuangan. Semoga informasi kami membantu ya.