Apa Itu Jaminan Sosial? Berikut Ini Penjelasannya dan Contohnya di Indonesia

jaminan sosial

Pernahkah Anda bertanya tentang bagaimana cara pemerintah Indonesia memberikan perlindungan kepada rakyatnya? Yakni dengan memberikan jaminan sosial atau jamsos. Tujuannya adalah supaya seluruh kebutuhan dasar hidup rakyat dalam hal perlindungan kesejahteraan dan kesehatan dapat tercapai.

Sayangnya tidak semua masyarakat tahu mengenai hal ini, kurangnya sosialisasi dari badan penyelenggara jaminan sosial di Indonesia juga menjadi penyebab para pekerja sering menanyakan perihal tersebut. Untuk bisa mengetahui lebih lanjut tentang hak kesejahteraan sosial sebagai pekerja, ada baiknya Anda mengetahui maksud dari jaminan sosial menurut undang-undang serta contoh penerapannya di Indonesia.

Pengertian Jaminan Sosial Menurut Undang-Undang

Undang-undang tentang sistem jaminan sosial nasional yang tertuang dalam nomor 40 tahun 2004 menjelaskan dengan rinci pengertian jaminan sosial sebagai bentuk perlindungan pemerintah kepada seluruh rakyat Indonesia supaya dapat memiliki pekerjaan yang layak dan bisa memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.  Dalam hal ini jaminan sosial berhubungan dengan program dan kompensasi kesejahteraan.

Jaminan sosial menerapkan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib. Untuk beberapa program jamsos yang saat ini ada di Indonesia terdiri dari jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kesehatan. Dulunya, pemerintah melaksanakan program ini melalui PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Namun pada tahun 2011, Jamsostek resmi diganti menjadi BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan undang-undang tentang BPJS nomor 24 tahun 2011.

Untuk pembuatannya sendiri, ada tiga hal penting yang jadi bahan pertimbangan. Diantaranya yaitu:

  •       Setiap orang berhak mendapatkan hidup yang layak, sejahtera, adil dan makmur.
  •       Sistem jaminan sosial nasional dapat memberikan jaminan yang menyeluruh kepada seluruh rakyat Indonesia.
  •       Membentuk undang-undang tentang sistem jaminan sosial nasional berdasarkan pertimbangan dua hal sebelumnya.

Sistem jaminan sosial nasional diselenggarakan dengan berpegang teguh pada asas keadilan sosial, asas manfaat, dan asas kemanusiaan. Berikut prinsip penyelenggaraan yang dijadikan acuan:

  •       Kepesertaan bersifat wajib agar seluruh masyarakat Indonesia dapat terlindungi.
  •       Pengelolaan dana tidak dimaksudkan untuk mendapat keuntungan atau nirlaba.
  •       Sesama peserta dapat saling membantu alias gotong royong.
  •       Dana akan dikelola sebaik-baiknya oleh badan-badan penyelenggara
  •       Jaminan diberikan secara berkelanjutan dimanapun peserta berada.
  •       Dalam mengelola dan mengembangkan dana, penyelenggara akan menerapkan prinsip akuntabilitas, kehati-hatian, serta keterbukaan.

Sistem jaminan sosial nasional akan menggunakan prinsip dan asas di atas supaya dapat memastikan jaminan kebutuhan dasar atas setiap peserta dan keluarganya terpenuhi.

Beberapa Contoh Program Jaminan Sosial di Indonesia

Tujuan dari program jaminan sosial adalah untuk memastikan kehidupan masyarakat yang sejahtera. Sesuai dengan undang-undang nomor 40 tahun 2004, pemerintah menetapkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sebagai lembaga yang melayani seluruh kepentingan peserta dan mengelola dana tersebut demi terwujudnya kesejahteraan.

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan kedua lembaga ini. Baik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kesehatan dan ketenagakerjaan merupakan pihak yang akan menangani urusan kesehatan dan memberi jaminan kepada para pekerja di sektor formal dan informal seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua, dan jaminan kematian.  

Berikut ini beberapa tugas yang diemban BPJS Kesehatan:

  •       Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyelenggara
  •       Membiayai pelayanan kesehatan dan atau membayarkan manfaat
  •       Mengelola dan mengumpulkan data-data para peserta.
  •       Mengelola dana untuk kepentingan masyarakat
  •       Menerima iuran dan bantuan dari pemerintah
  •       Menerima pendaftaran
  •       Mengumpulkan dan memungut iuran dari pemberi kerja dan peserta.

Layaknya asuransi kesehatan swasta, BPJS Kesehatan juga memberikan berbagai manfaat seperti berikut:

  •       Pelayanan kesehatan untuk peserta perorangan di faskes tingkat pertama seperti rumah sakit kelas D Pratama, klinik umum, praktik mandiri dokter gigi, praktek mandiri dokter, dan puskesmas.
  •       Menanggung biaya rawat inap tingkat pertama mulai dari pelayanan kebidanan, pemeriksaan penguatan, pelayanan obat, tindakan medis, hingga persalinan.
  •       Memberi penyuluhan kesehatan bagi perorangan serta imunisasi rutin, peningkatan kesehatan bagi penderita penyakit kronis, skrining kesehatan, keluarga berencana, hingga melakukan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gigi tingkat pertama.
  •       Memberikan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan ke rumah sakit umum pemerintah atau swasta, optik, apotek, rumah sakit khusus, dan laboratorium.

Sementara untuk BPJS ketenagakerjaan diketahui menyelenggarakan empat program untuk penerima upah, jasa konstruksi, penerima upah bukan penerima upah, hingga pekerja migran Indonesia. Program jaminan sosial ini juga memberikan manfaat tambahan seperti diskon untuk sejumlah kebutuhan pokok dan pemberian uang muka untuk pembelian rumah pertama.

Berikut rincian program BPJS Ketenagakerjaan:

  •       Jaminan Kecelakaan Kerja dengan menjamin perawatan tanpa batas biaya, santunan kematian akibat kecelakaan kerja, santunan upah selama tidak bekerja, bantuan untuk kesiapan kembali bekerja, hingga bantuan beasiswa anak untuk dua orang.
  •       Jaminan pensiun yang bertujuan mempertahankan derajat kehidupan peserta atau ahli waris dengan memberikan penghasilan saat pesertanya memasuki usia pensiun.
  •       Jaminan hari tua dalam bentuk uang tunai. Untuk jumlahnya sendiri dikumpulkan dari iuran ditambah hasil pengembangan dari BPJS Ketenagakerjaan.
  •       Jaminan kematian dengan manfaat seperti santunan kematian, bantuan beasiswa 2 orang anak, biaya pemakaman, hingga santunan berkala 24 bulan.

Demikian informasi lengkap tentang jaminan sosial beserta contohnya di Indonesia. Semoga informasi ini bisa membantu Anda memahaminya.