Apa Itu KPR? Ini Penjelasan, Jenis, dan Bunganya

pengertian KPR

KPR atau singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah merupakan produk pembiayaan atau pinjaman yang diberikan kepada pembeli rumah, ruko, ataupun jenis properti lainnya yang disediakan oleh perbankan. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa perusahan leasing yang juga menyalurkan pembiayaan rumah untuk masyarakat yang ingin membeli secara mengangsur.  Tentunya program ini dapat memudahkan masyarakat dalam memiliki hunian impian walau belum punya uang tunai yang cukup.

Cukup menyediakan dana sebesar uang muka (DP) saja maka Anda sudah bisa mengajukan KPR. Untuk sisanya bisa dicicil setiap bulan dengan jumlah yang telah disepakati di awal. Cukup sederhana, bukan?

Mengenal Lebih Dekat Program KPR

Pemerintah pertama kali menunjuk Bank BTN sebagai pemberi produk kredit pada bulan Desember 1976 dalam upaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh bantuan kredit perumahan. Saat ini selain Bank Tabungan Negara sudah ada beberapa bank penyalur KPR, mulai dari bank asing, bank swasta nasional, bank-bank BUMN, bahkan juga bisa diajukan di lembaga keuangan non bank yang ada di Indonesia.  

Melalui KPR, masyarakat dapat membeli rumah impiannya tanpa uang tunai sejumlah harga bangunan tersebut. Agar lebih jelas, kami telah menyiapkan sekma singkat pengajuan KPR untuk Anda:

  •       Penjual menjual rumah seluas tanah X seharga A.
  •       Pembeli tertarik dan melakukan perundingan mengenai dokumen kepemilikan rumah, tanah, serta besar DP.
  •       Penjual menerima DP dari pembeli.
  •       Pembeli menerima sertifikat rumah dari penjual
  •       Pembeli mengajukan KPR ke bank dengan jaminan sertifikat rumah tersebut.
  •       Bank melakukan pengecekan terhadap debitur alias pembeli terkait dengan riwayat keuangannya.  
  •       Persetujuan pengajuan KPR dari bank.  
  •       Pembeli mengisi data terkait jangka waktu pembayaran KPR, harga rumah, DP, pemilihan tipe bunga, dan luas tanah.
  •       Hasil pengajuan KPR disepakati oleh kedua belah pihak, yakni pembeli dan bank.
  •       Bank memberikan dana pinjaman kepada pembeli untuk melunasi biaya rumah.
  •       Penjual rumah menerima bayaran rumah dari pembeli.
  •       Pembeli berkewajiban mencicil dana pinjaman kepada bank sesuai nominal yang disepakati sampai jangka waktunya habis.

Jenis-jenis KPR Rumah yang Perlu Diketahui

Terdapat beberapa jenis KPR yang perlu dipertimbangkan sebelum akhirnya Anda mengajukan kredit pemilikan rumah berikut ke bank pilihan. Berikut diantaranya:

  •       KPR non subsidi dari bank umum tanpa campur tangan pemerintah.
  •       KPR bersubsidi yang merupakan bentuk bantuan pemerintah berupa pengurangan uang muka hingga suku bunga.
  •       KPR syariah dengan sistem bagi hasil atau nisbah sesuai prinsip ajaran agama Islam.
  •       KPR pembelian adalah jenis kredit rumah dengan jaminan rumah, ruko, apartemen, maupun properti lainnya.
  •       KPR refinancing yang merupakan sebuah produk pinjaman yang menjadikan rumah beli sebagai jaminan untuk pinjaman pribadi.
  •       KPR duo, jenis kredit pemilikan rumah yang menawarkan cicilan rumah sekaligus angsuran pembelian furniture lain seperti mobil misalnya yang diajukan dalam waktu bersamaan.
  •       KPR angsuran berjuang yang merupakan fasilitas pinjaman dengan mekanisme izin penundaan pembayaraan sampai tahun ketiga masa pinjaman pada pembeli rumah.  
  •       KPR take over adalah penawaran pemindahan KPR dari bank A ke bank B dalam periode yang sudah berjalan.  

Bunga KPR

Selain memahami jenis-jenis KPR, Anda juga harus tahu berapa besar bunga pinjaman yang dikenakan oleh bank. Sama seperti pinjaman pada umumnya, bunga KPR juga harus dibayar kepada bank atas jasa mereka dalam memberikan dana kepada kita. Karena kebijakan tiap-tiap bank berbeda, hal ini dapat mempengaruhi besar bunga KPR Anda. Nah, untuk jenisnya sendiri ada fixed, floating, dan cap. Berikut ini definisinya masing-masing.

  1.     Bunga KPR Fixed

Suku bunga KPR yang bersifat tetap, artinya besar uang yang harus dibayar dalam jangka waktu tertentu tetap sama. Sebagai contoh, Anda mengambil produk KPR dengan bunga fixed 10 persen selama 3 tahun. Maka nilai bunga tersebut tidak akan berubah selama kurun waktu cicilan KPR tersebut. Biasanya perbankan menerapkan suku bunga KPR floating setelah tiga tahun berlalu.

  1.     Bunga KPR Floating

Sistem yang paling umum diterapkan oleh bank dalam produk KPR. Bunga KPR floating merupakan kebalikan dari fixed karena sifatnya mengambang. Artinya suku bunga dapat -berubah ubah dalam jangka waktu tertentu (fluktuatif) sesuai dengan kebijakan bank atau suku bunga pasar. Umumnya, bunga KPR floating ini akan mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate).

  1.     Bunga KPR Cap

Mekanisme bunga ini mirip dengan floating, hanya saja ada batasan waktu maksimum dari bunga cap. Sebagai contoh, Anda mengajukan KPR dengan bunga cap 10 persen dalam kurun waktu 2 tahun. Suku bunga dapat mengalami perkembangan dalam jangka waktu yang dihitung dari awal, tetapi tidak akan melebihi batas 10 persen.

Kini Anda sudah memahami dengan baik apa itu KPR, pengertian, jenis, serta bunganya. Sebelum mengajukan ke bank atau lembaga pembiayaan lain, silahkan lakukan pertimbangan matang dengan memperkirakan kemampuan dalam membayar cicilan. Semoga berhasil mendapatkan rumah impian, ya.