Apa Sih Perbedaan Cek dan Bilyet Giro?

perbedaan cek dan giro

Ada beberapa cara melakukan transaksi, bisa dengan cek atau menggunakan bilyet giro. Kedua jenis transaksi perbankan ini mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat, karena cukup sering digunakan untuk berbagai keperluan. Secara sederhana, bilyet giro di Indonesia termasuk instrumen pembayaran non tunai. Bahkan digunakan sebagai perintah dari nasabah untuk memindahbukukan sejumlah uang kepada penerima dana melalui bank yang mengeluarkannya.

Sementara untuk cek, mungkin Anda membayangkan selembar kertas yang berisi nominal angka dan nama penerima dana. Kemudian, kertas tersebut akan dibawa ke bank untuk ditukarkan dengan uang tunai. Cek juga termasuk pembayaran non tunai, sehingga sering disamakan dengan bilyet giro. Meskipun punya mekanisme serupa, sebenarnya kedua transaksi ini memiliki banyak perbedaan. Apa saja kira-kira? Terlebih dahulu, mari simak pengertian, jenis serta aturan penggunaan bilyet giro dan cek berikut ini.

Pengertian, Jenis-Jenis, dan Aturan Penggunaan Cek dan Bilyet Giro

Cek merupakan surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada pada bank yang menyimpan uangnya untuk memberikan sejumlah dana atas nama yang ditunjuk. Di dalam cek terdapat nama pemegang dan penerima uang. Jika sudah keluar perintah ini, maka bank harus membayar sejumlah uang dengan nominal yang disebutkan dalam bentuk uang tunai atau bisa juga dengan pemindahbukuan ke rekening penerima cek.

Jenis transaksi ini diketahui sudah digunakan sejak zaman romawi tahun 852 SM. Namun baru ditemukan bukti nyata sekitar tahun 1500-1700 di Belanda dan Inggris. Berikut ini jenis-jenis cek yang harus diketahui nasabah:

  •       Cek atas nama yang diterbitkan oleh badan hukum tertentu atau perseorangan yang tertulis jelas dalam cek tersebut.
  •       Cek atas unjuk merupakan kebalikan dari cek atas nama karena tidak memuat nama badan hukum atau penerima, sehingga bisa digunakan oleh siapa saja yang memegangnya.
  •       Cek mundur berisi tanggal mundur dari cek sekarang sesuai dengan kesepakatan pemberi dan penerima dana.
  •       Cek silang memiliki dua tanda silang di bagian pojok kiri atas yang berfungsi untuk mengubah uang tunai menjadi non tunai atau pemindahbukuan.
  •       Cek kosong merupakan cek yang dananya tidak ada pada rekening giro.

Untuk menggunakan cek, nasabah harus memenuhi syarat formal berikut:

  •       Menulis dana dalam teks
  •       Nama pihak yang membayar
  •       Tanda tangan orang yang mengeluarkan cek
  •       Tanggal dan tempat cek ditarik
  •       Penunjukan tempat pembayaran cek
  •       Perintah membayar sejumlah uang tertentu

Lalu, bagaimana dengan bilyet giro? Bilyet giro adalah surat perintah kepada bank yang bersangkutan dari nasabah rekening giro untuk memindahbukukan sejumlah dana ke rekening penerima dari rekeningnya. Diketahui sistem pembayaran ini sudah muncul pada abad ke 4 SM atau pada masa Kerajaan Ptolemaik Mesir. Berikut syarat mengenai bilyet giro:

  •       Ada nama tertarik dan bank penerima
  •       Nomor rekening dan nama pemegang
  •       Nama dan nomor bilyet giro terkait
  •       Tempat dan tanggal penarikan
  •       Jumlah dana yang dipindahkan, ditulis dalam huruf dan angka yang lengkap
  •       Perintah yang jelas dan tanpa syarat
  •       Ada nama jelas, cap atau stempel, serta tanda tangan untuk persyaratan pembukaan rekening.

Ini Bedanya Cek dan Bilyet Giro yang Harus Diketahui Nasabah

Penggunaan bilyet giro dan cek sangat banyak manfaatnya dalam transaksi perbankan berjumlah besar. Keduanya memiliki fungsi yang hampir sama, yakni menjadi alat penarikan dan juga pemindahbukuan dana yang terdapat di dalam rekening koran. Berikut ulasan lengkap tentang persamaan dan perbedaan kedua jenis transaksi non tunai ini:

  •       Dari segi fungsi maupun cara menggunakannya tentu terdapat perbedaan antara cek dan bilyet giro. Jika cek dapat diuangkan secara langsung oleh bank terkait, maka bilyet giro tidak. Ketentuan pencairan saja sudah menjadi perbedaan pertama dari kedua jenis transaksi ini.
  •       Kemudian untuk pencairan cek diketahui dapat dilakukan dengan menunjuk kuasa, sedangkan pada bilyet giro hanya boleh dilakukan oleh orang yang namanya tertera saja maka bank baru akan memproses pemindahbukuan yang diajukan.  
  •       Penarikan cek akan dikenakan biaya materai, sementara pada bilyet giro digratiskan.
  •       Bilyet giro mempunyai fungsi sebagai surat perintah dari nasabah untuk memindahkan dana ke orang yang ditunjuk melalui bank dengan syarat penerima memiliki rekening bank yang jelas. Untuk cek, fungsinya juga sebagai surat perintah kepada bank untuk membayar orang yang ditunjuk atau yang memegang cek tersebut dengan uang tunai.
  •       Cek tidak dapat diuangkan sebelum diberi tanggal penerbitannya. Sedangkan bilyet giro bisa diserahkan sebelum tanggal efektif.
  •       Sumber hukum bilyet giro mengacu pada peraturan bank Indonesia, dan pada cek mengacu pada hukum kitab undang-undang hukum dagang.

Penggunaan cek dan bilyet giro tentu membantu nasabah dalam melakukan berbagai transaksi keuangan. Di dalam penggunaannya, masing-masing jenis transaksi ini memiliki kelebihan dan kekurangan, walau tetap akan bermanfaat bagi nasabah yang membutuhkan.

Demikian informasi tentang perbedaan bilyet giro dan cek. Semoga dapat menjawab rasa penasaran Anda. Terimakasih sudah membaca.