Apa yang Seharusnya Dilakukan Apabila Terlambat Membayar Pajak Kendaraan

Membayar pajak untuk kendaraan pribadi dan menjadi kewajiban bagi setiap pemiliknya yang harus dilakukan tiap tahun sesuai tanggal pembelian dari kendaraan tersebut. PKB bila sampai telat dibayar oleh pemilik, maka akan dikenakan sanksi/ denda keterlambatan.

Dimana denda keterlambatan tersebut akan dikenakan kepada pemilik saat akan melakukan pembayaran PKB pada hari berikutnya. Anda perlu memperhatikan denda keterlambatan dari pajak kendaraan akan dibebankan mulai keterlambatan di hari pertama. Tetapi, besaran denda tersebut bisa saja berbeda apabila Anda terlambat selama 2 hari atau lebih.

Cara Untuk Menghitung Sanksi Pajak Kendaraan

Denda atau sanksi SWDKLLJ sendiri untuk roda dua/ motor, yakni sebesar Rp 32.000 dan mobil sebesar Rp 100.000. Sehingga bila pajak dari kendaraan bermotor Anda Rp 500.000, kemudian mengalami keterlambatan bayar selama dua bulan, maka untuk menghitung denda pajak kendaraannya adalah 500.000 x 25% x 2/12 + 32.000 = 52.900.

Berikut adalah simulasi untuk menghitung denda dari pajak kendaraan bermotor (motor) Honda Vario keluaran tahun 2018 dengan besaran PKB Rp 224.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000, berdasarkan lamanya keterlambatan :

  • Denda 3 Bulan

000 x 25% x 3/12 + 35.000 = 49.000

Total pembayaran SWDKLLJ, PKB, plus denda: 000 + 35.000 + 49.000 = 308.000

  • Denda 6 Bulan

000 x 25% x 6/12 + 5.000 = 63.000

Total pembayaran SWDKLLJ, PKB, plus denda: 000 + 35.000 + 63.000 = 332.000

  • Denda 1 Tahun

000 x 25% x 12/12 + 35.000 = 91.000

Total pembayaran SWDKLLJ, PKB, plus denda : 000 + 35.000 + 91.000 = 350.000

  • Denda 2 Tahun

2 x 224.000 x 25% x 12/12 + 35.000 = 147.000

Total pembayaran SWDKLLJ, PKB, plus denda : 000 + 35.000 + 147.000 = 406.000

Cara Untuk Mengecek Denda Pajak Kendaraan

Untuk bisa mengetahui berapa besaran dari denda yang harus Anda bayarkan sebenarnya cukup mudah, ada dua metode yang bisa dilakukan. Dengan cara online dan juga offline, metode ini tentunya aman, praktis serta mudah.

Berikut dibawah ini adalah cara-cara untuk memeriksa besaran denda secara online, silahkan pilih sesuai kenyamanan Anda :

  • Melalui situs resmi milik e-Samsat

Tata cara untuk memeriksa denda pajak kendaraan bermotor pada e-Samsat:

  • Bukalah situs website resmi milik e-Samsat, sesuai dengan kota tempat Anda tinggal.
  • Masukkan nopol dalam bentuk huruf dan angka di bagian belakang di kolom yang telah disediakan.
  • Kemudian, masukkan NIK.
  • Setelah itu nanti hasilnya dapat langsung Anda dapatkan sesuai data yang telah terdaftar.
  • Melalui SMS

Apabila jaringan internet dari provider sedang bermasalah saat membuka e-samsat. Anda dapat memeriksa denda pajak kendaraan melalui layanan SMS. Sebab setiap area mempunyai nomor serta format SMS berbeda-beda, di bawah ini adalah contohnya :

  • Untuk area DKI Jakarta silahkan mengetik Metro (spasi) [nomor polisi], kirimkan ke 1717
  • Untuk area Jawa Barat silahkan mengetik poldajbr (spasi) [nomor polisi], kirimkan ke 3977
  • Untuk area Jawa Timur silahkan mengetik JATIM (spasi) [nomor polisi], kirimkan ke 7070

Namun, apabila Anda memang ingin melakukan pengecekan secara online, maka Anda bisa mendatangi langsung kantor samsat terdekat di tempat atau kota Anda tinggal dan menanyakan kepada pihak petugas yang ada disana.

Cara Membayar Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Karena dibebankan ketika membayar pajak kendaraan, jadi Anda cukup mendatangi samsat untuk membayar keduanya sekaligus dalam sekali pembayaran. Berikut adalah beberapa cara untuk membayar pajak kendaraan.

  • Secara Offline

Bila ingin menggunakan cara offline, sudah pasti dengan mendatangi kantor-kantor atau lokasi tertentu secara langsung. Berikut dibawah ini adalah 3 lokasi yang bisa Anda datangi, yaitu :

  • Kantor Samsat Pusat
  • Samsat Keliling
  • Gerai Samsat

Sebelum Anda mendatangi salah satunya, maka ada baiknya mempersiapkan beberapa berkas yang memang menjadi persyaratan wajibnya. Berikut ini adalah dokumen yang harus Anda bawa supaya prosesnya berjalan dengan lancar, yakni :

  • STNK asli serta fotocopy
  • BPKB asli serta fotocopy
  • KTP dari pemilik kendaraan yang asli dan fotocopy
  • Secara Online

Metode kedua adalah dengan cara yang lebih praktis dan tidak perlu antri, pastinya aman, yaitu membayar pajak kendaraan secara online. Anda hanya perlu membayarnya melalui aplikasi online Si-Ondel yang dapat dimanfaatkan bagi Anda yang tinggal di Kota Jakarta.

Berikut adalah cara untuk membayar pajak kendaraan dengan menggunakan aplikasi Si-Ondel :

  • Melakukan pendaftaran dan pembayaran lewat aplikasi e-Samsat DKI.
  • Memesan layanan delivery melalui aplikasi tersebut.
  • Kurir yang memperoleh pesan, nantinya akan mengambil TBPKP pada loket Drive Thru paling dekat.
  • Kemudian akan memperoleh TBPKP, nantinya kurir akan mengantarkan secara langsung ke alamat Anda.
  • Wajib pajak akan menerima TBPKP ditambahkan stiker yang menandakan pengesahan STNK

Catatan penting bagi Anda, untuk pembayaran online hanya dapat dilakukan oleh pemilik kendaraan yang masa tunggakannya tidak lebih dari satu tahun. Apabila sudah lebih dari setahun, maka wajib datang secara langsung ke Samsat Pusat.