Apakah Asuransi Jiwa Dapat Dicairkan?

Sebenarnya produk asuransi yang murni atau ROP, umumnya memang tidak memberikan pengembalian premi bila sudah dibayarkan. Tetapi ada beberapa polis yang memberikan manfaat tersebut pada jenis asuransi kesehatan dan jiwa.

Guna melihat keterangan dari manfaat yang ada, Anda bisa membacanya pada bagian rangkuman manfaat dari polis asuransi dan bisa juga bertanya secara langsung ke pihak customer service perusahaan asuransi yang dituju.

Apakah asuransi jiwa bisa dicairkan?

Pastinya banyak sekali nasabah asuransi, khususnya asuransi jiwa yang mempertanyakan mengenai pencairan premi sebelum waktunya apakah bisa?

Terkadang ada sebuah kondisi dimana nasabah dengan terpaksa harus menghentikan pembayaran karena satu dan lain hal, sehingga menjadi tidak aktif (lapse). Bila Anda membaca semua berkas, disana tertulis mengenai reinstatement provision.

Dimana ketentuan tersebut menjelaskan tentang keadaan yang wajib dipenuhi bila ingin melakukan pemulihan polis yang lama terhenti atau memang tidak ingin diteruskan. Anda bisa memperoleh manfaat dari asuransi (polis) yang pernah dimiliki dengan catatan bersedia melunasi keseluruhan premi yang sempat terhenti beserta dengan bunganya jika memang ada.

Keuntungan dari asuransi jiwa dengan adanya pengembalian premi

Berikut adalah manfaat dari produk asuransi jiwa yang ada pengembalian preminya :

  • Nasabah akan tetap diuntungkan walau mengajukan klaim maupun tidak

Apabila Anda merupakan peserta asuransi jiwa, tentunya akan memperoleh keuntungan ganda. Ketika akan mengajukan klaim, Anda bisa memperoleh uang pertanggungan dengan nominal lebih besar dan bila tidak mengajukan pun, uang tersebut tetap akan kembali kepada Anda.

  • Memperoleh perlindungan sekaligus peningkatan aset

Ada beberapa jenis asuransi jiwa yang memberikan pengembalian atas premi sebesar 100%. Dimana itu berarti selain memperoleh perlindungan jiwa, nilai dari premi yang Anda miliki juga meningkat.

Tips untuk memilih produk asuransi jiwa yang ada pengembalian premi

Saat Anda telah memikirkan untuk membeli asuransi jiwa, maka sebaiknya Anda mengatur keuangan terlebih dahulu supaya tidak menyesal. Berikut adalah tipsnya :

Pilih produk sesuai kebutuhan

Produk asuransi, termasuk asuransi jiwa memiliki peranan sebagai pengeluaran bukan investasi dalam keuangan. Karena itu Anda harus waspada saat memilih produk. Anda harus memastikan bila produk asuransi yang dibeli memang sesuai dengan kebutuhan.

Kemudian, Anda juga harus mempertimbangkan tentang kesanggupan Anda dalam menanggung biaya premi asuransi. Jangan sampai malah menjadi beban, bila menurut seorang konsultan keuangan, persentase yang pas bila Anda ingin membeli asuransi yaitu 3% hingga 5% dari penghasilan bulanan.

Pastikan jika perusahaan asuransi memiliki kredibilitas yang baik

Pada umumnya, asuransi jiwa yang ada pengembalian preminya akan menawarkan waktu pertanggungan yang lumayan panjang, contohnya 10 hingga 15 tahun. Karena itu, Anda harus memastikan bila perusahaan asuransi tersebut memang mempunyai kredibilitas yan baik.

Anda dapat mencari informasi melalui banyak media online guna mengetahui bagaimana rekam jejak dari perusahaan tersebut. Anda harus memeriksanya secara teliti, mulai dari komplain nasabah hingga legalitas perusahaan. Bila perlu, Anda juga bisa mengecek tentang laporan keuangan hingga rasio solvabilitasnya.

Rasio sovabilitas ini merupakan indikator yang memperlihatkan kemampuan dari perusahaan asuransi dalam hal pembayaran utang, contohnya adalah klaim nasabah. Jika angkanya mencapai 120%, itu berarti perusahaan dalam keadaan sehat.

Besaran premi serta uang pertanggungan proporsional

Anda harus memastikan jika uang yang nantinya akan dikeluarkan untuk pembayaran asuransi memang telah sesuai dengan penghasilan. Caranya cukup dengan membandingkan semua jenis polis yang berada dipasaran, Anda bisa mencari banyak informasi melalui internet atau marketplace penyedia asuransi. Jadi, jangan terburu-buru dalam memutuskan pembelian asuransi jiwa supaya Anda tidak kecewa atau pun menyesal.

Bacalah dan pahami polis secara teliti sebelum memutuskan membeli

Hal yang palling sering terjadi dan diabaikan oleh nasabah asuransi adalah tidak mau membaca ketentuan polis dengan benar dan percaya begitu saja semua yang dijelaskan oleh pihak agen asuransi. Lalu akibatnya, Anda menjadi kecewa. Padahal jika Anda mau meluangkan waktu untuk sekedar membaca syarat serta ketentuannya, hal tersebut tidak mungkin terjadi atau setidaknya dapat diminimalisir.

Selain itu, bila terjadi hal diluar ketentuan Anda memiliki hak menuntut perusahaan asuransi tersebut sebab telah tercatat secara jelas di atas kertas. Jadi, telitilah sebelum membeli, walaupun memang sangat panjang tetapi Anda tetap harus membaca semua polis yang tertulis. Lagipula, pihak asuransi pasti akan memberikan waktu kepada Anda untuk mempelajari isi berkas tersebut dan jika merasa tidak cocok, Anda berhak membatalkannya.

Demikianlah informasi mengenai apakah bisa nasabah asuransi jiwa melakukan pencairan premi, tentu jawabannya bisa. Namun, Anda harus menyelesaikan terlebih beberapa hal. Apalagi memang pada dasarnya asuransi jiwa tersebut sebenarnya baru bisa dicairkan jika tertanggung meninggal dunia ataupun dalam keadaan yang tidak bisa melakukan aktifitas, seperti cacat permanen.