Banyak yang Salah, Ini Perbedaan Healing dan Liburan

Sering kali terjadi dimana memang banyak orang yang masih menyalah artikan arti dari healing dan juga liburan. Padahal keduanya memiliki perbedaan masing-masing. Untuk kamu yang masih belum tahu, bahwa dewasa ini ada begitu banyak tren bahasa di media sosial dan kerap kali dibincangkan karena kepopulerannya itu.

Salah satu kata yang sedang populer adalah kata “Healing” yang merupakan bahasa Inggris yang artinya adalah “menyembuhkan”, namun di Indonesia sendiri yang sedang tren ini, kata “healing” kerap kali diartikan dengan liburan, yang membuat jadi salah kaprah.

Ternyata masih banyak yang salah mengartikan, padahal jelas berbeda. Maka dari itu ada penjelasannya di bawah ini.

Perbedaan Healing dengan Liburan yang Harus Kamu Ketahui

Jika kamu mengatakannya dari bahasa Inggris, “healing” merupakan “penyembuhan”. Jika mengartikan dalam KBBI, maka diartikan juga “proses, cara perbuatan untuk menyembuhkan”, dan sejenisnya. Sedangkan pada arti kata “liburan” tentu saja adalah masa libur atau vakansi.

Bisa disimpulkan secara jelas bahwa keduanya memiliki arti yang jelas berbeda. Healing memang diartikan dengan penyembuhan keutuhan dalam diri, baik itu penyembuhan fisik maupun penyembuhan mental. 

Adapun tanda orang akan membutuhkan Healing, yakni ketika isi kepala sedang merasa penuh akan pikiran-pikiran yang bermacam-macam, kemudian masalah yang sedang ada datang silih berganti, dan juga merasa ada diri sendiri yang tidak utuh.

Jika sudah begitu maka seseorang akan kesusahan dalam menjalani harinya dan aktivitas yang biasa mereka lakukan setiap pekan. Maka dari itu, seseorang yang sudah memiliki ciri-ciri tersebut harus membutuhkan healing dan menjalani healing.

Jika pembahasan masih pada apa perbedaan Healing dengan Liburan, tentu bisa dijelaskan singkat. Letak perbedaan antara keduanya itu ada pada aktivitas yang dilakukan. Jika kamu berpikir bahwa ada proses menyembuhkan diri sendiri, maka itu adalah healing.

Jadi, bisa dikatakan ada pada penekanan prosesnya, aktivitas yang dilakukan merupakan proses penyembuhan maka itu healing. Jika liburan, sebenarnya dapat disebutkan sebagai salah satu dari bentuk yang dilakukan untuk healing.

Namun, harus kamu ingat bahwa tidak semua hal liburan adalah memiliki arti healing juga. jadi tujuan yang dilakukan dari healing sendiri adalah liburan yang dapat menjadi cara agar seseorang bisa dalam proses penyembuhan.

Setelah kemunculan tren tersebut, membuat banyak orang akhir-akhir ini yang ikut membuat tren tersebut namun yang mereka lakukan adalah berbelanja, boros, dengan alasan liburan dan healing. Ini sering terjadi di lingkungan masyarakat kita.

Padahal, sebagaimana yang sudah kamu ketahui juga liburan dan healing berbeda arti. Pada setiap individu yang punya kebutuhan untuk healing memang beda-beda satu sama lain. 

Tentu saja ada keterkaitannya dengan masalah seseorang yang memiliki latar belakang kesehatan mental yang masih kurang. Jika sudah menyangkut kesehatan mental yang terancam, maka healing terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan cara pergi ke klinik, datang konseling. 

Selain itu bisa juga menjalankan meditasi, pendekatan dalam spiritual, serta bisa juga hal-hal lain yang membuat jiwa dan diri dari dalam jadi lebih tenang.

Tips Healing yang Bagus

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan saat ingin healing sendiri. Kamu bisa menjalankannya sendiri dari rumah, dan dijamin tidak harus membutuhkan biaya yang besar.

Maka dari itu, simak dan perhatikan tips healing yang bagus di bawah ini. Supaya kamu juga jadi lebih baik dan termotivasi, simak yuk!

  1. Melatih diri agar merasa sayang dan peduli terhadap diri sendiri. Karena ada banyak orang diluar sana yang masih berpikir bahwa dirinya sendiri adalah orang yang selalu salah. Bahkan terlalu keras untuk diri sendiri.
  2. Menerima diri sendiri dengan ikhlas. Mungkin prosesnya terkesan sulit namun, hal ini sangatlah penting dilakukan.
  3. Tidak pergi sendirian. Maksudnya adalah ketika keadaan mental kamu sedang tidak baik maka kamu harus pergi dengan seseorang. Usahakan jangan sampai pergi sendirian atau menyendiri. Kamu juga harus ceritakan hal yang menyangkut masalah kepada orang yang bisa dipercaya, atau keluarga dan kerabat.
  4. Menerima rasa sakit yang sudah dirasakan. Kamu harus mengakui bahwa rasa sakit itu ada dan tidak lari dari kenyataan. Hal lain yang harus kamu pikirkan adalah bahwa rasa sakit memang perasaan yang nyata namun sifatnya hanyalah sementara saja.

Meskipun kamu merasakan rasa yang bercampur. Seperti kecewa, marah, sedih, dan sebagainya. Memang hal yang susah dijalankan untuk menerimanya begitu saja. Jadi tidak masalah jika kamu mengakuinya.

Demikian hal yang bisa dijelaskan dan yang harus kamu ketahui. Jangan sampai salah mengartikan antara healing dan juga liburan. Usahakan jangan sampai kamu hanya pergi belanja dan bertindak boros dengan alasan hanya ingin liburan atau healing saja. Bagaimanapun kamu juga harus lebih bijaksana dan tidak sembarangan.