Biaya Kuliah UGM per Semester dan Jalur Masuknya

biaya kuliah di UGM

Biaya kuliah di Universitas Gajah Mada dari jalur SNMPTN, SBMPTN, ataupun ujian mandiri serta jalur prestasi sudah diterapkan dengan adanya sistem UKT (Uang Kuliah Tunggal) dari tahun 2013 silam.

UKT adalah sistem biaya kuliah atau pembayaran yang dibayarkan oleh mahasiswa setiap semester yang berdasarkan dari penghasilan orangtua. Sistem ini merupakan subsidi silang. Dimana bila gaji orangtuanya rendah, maka UKTnya juga semakin kecil. Sebaliknya, bila penghasilannya besar, UKT yang didapat akan lebih tinggi.

Besaran biaya pendidikan di UGM ini menggunakan sistem UKT atau Uang Kuliah Tunggal yang sama untuk semua jalur. UKT sendiri dibagi menjadi 8 kategori yang berdasarkan penghasilan kotor orang tua dan juga penghasilan tambahan jika memang ada.

Berikut ini adalah kategori besaran UKT di UGM: 

  • UKT 0 untuk peserta bidikmisi, biayanya 0 alias gratis 
  • UKT 1 untuk penghasilan orang tua di bawah Rp. 500.000,- 
  • UKT 2 untuk penghasilan orang tua dari Rp. 500.000,- hingga Rp. 2.000.000,- 
  • UKT 3 untuk penghasilan orang tua dari Rp. 2.000.000,- hingga Rp. 3.500.000,- 
  • UKT 4 untuk penghasilan orang tua dari Rp. 3.500.000,- hingga Rp. 5.000.000,- 
  • UKT 5 untuk penghasilan orang tua dari Rp. 5.000.000,- hingga Rp 10.000.000,-
  • UKT 6 untuk penghasilan orang tua dari Rp. 10.000.000,- hingga Rp. 20.000.000,- 
  • UKT 7 untuk penghasilan orang tua dari Rp. 20.000.000,- hingga Rp. 30.000.000,- 
  • UKT 8 untuk penghasilan orang tua lebih dari Rp. 30.000.000,-

Biaya per semester

Berikut di bawah ini adalah gambaran biaya pada setiap program kuliah pada beberapa program studi, namun untuk besaran UKT I dan II memiliki total yang sama untuk setiap semesternya.

UKT I sebesar Rp 500.000 

UKT II sebesar Rp 1.000.000

UKT UGM Program Sarjana S1

  1. Program studi Agronomi
  • Kelompok UKT : III sebesar Rp 4,5 juta
  • IV sebesar Rp 5,5 juta
  • V sebesar Rp 7 juta
  • VI sebesar Rp 9 juta
  • VII sebesar Rp 9,75 juta
  • VIII sebesar Rp 10,5 juta
  1. Program studi Arkeolog
  • Kelompok UKT : III sebesar Rp 2,4 juta
  • IV sebesar Rp 3,5 juta
  • V sebesar Rp 5 juta
  • VI sebesar Rp 7 juta
  • VII sebesar Rp 8,2 juta
  • VIII sebesar Rp 9,4 juta
  1. Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Kelompok UKT : III sebesar Rp 2,4 juta
  • IV sebesar Rp 3,5 juta
  • V sebesar Rp 5 juta
  • VI sebesar Rp 7 juta
  • VII sebesar Rp 7,5 juta
  • VIII sebesar Rp 8,3 juta
  1. Program studi Farmasi
  • Kelompok UKT : III sebesar Rp 5 juta
  • IV sebesar Rp 7,5 juta
  • V sebesar Rp 10 juta
  • VI sebesar Rp 12,5 juta
  • VII sebesar Rp 15 juta
  • VIII sebesar Rp 17,5 juta
  1. Program studi Kesehatan Gizi
  • Kelompok UKT : III sebesar Rp 4 juta
  • IV sebesar Rp 6 juta
  • V sebesar Rp 8 juta
  • VI sebesar Rp 10,5 juta
  • VII sebesar Rp 11,5 juta
  • VIII sebesar Rp 12,5 juta
  1. Program studi Hukum
  • Kelompok UKT : III sebesar Rp 2,5 juta
  • IV sebesar Rp 4,3 juta
  • V sebesar Rp 5,6 juta
  • VI sebesar Rp 6,75 juta
  • VII sebesar Rp 8 juta
  • VIII sebesar Rp 10 juta

Program studi Ilmu Ekonomi

  • Kelompok UKT : III sebesar Rp 3,5 juta
  • IV sebesar Rp 5,25 juta
  • V sebesar Rp 7 juta
  • VI sebesar Rp 9  juta
  • VII sebesar Rp 9,5 juta
  • VIII sebesar Rp 10 juta

Untuk biaya jurusan lainnya, Anda dapat melihat dan mengecek langsung pada website resmi Universitas Gajah Mada.

Jalur masuk UGM

Melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasiona (SNMPTN), semua pelajar di jenjang kelas XII wajib mengikuti penyaringan dengan menggunakan nilai rapor serta portofolio akademik.

Berikut ketentuan mengikuti SNMPTN :

  1. Seleksi akan dilakukan dengan menggunakan nilai rapor serta portofolio akademik dari pelajar.
  2. Nilai yang digunakan merupakan nilai dari semester I sampai V bagi para pelajar SMA/SMK/MA masa belajar 3 tahun.
  3. Semester I sampai VII bagi para pelajar SMA/SMK/MA masa belajar 4 tahun.
  4. Apabila ada sekolah yang ingin siswanya mengikuti SNMPTN harus mempunyai NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional).
  5. Sekolah wajib mengisi data prestasi dari siswa yang nantinya akan mengikuti seleksi SNMPTN secara lengkap dan benar.
  6. Siswa yang mengikuti SNMPTN wajib memiliki NISN.
  7. Siswa yang mengikuti SNMPTN wajib memiliki prestasi serta rekam jejak akademik yang tercatat pada PDSS (Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa).
  8. Siswa yang mendaftar SNMPTN wajib membaca informasi PTN pada halaman resmi perguruan tinggi negeri tujuan.

Agar bisa lolos SNMPTN, siswa wajib mempunyai rekam jejak atau prestasi unggul yang baik. Nilai saat sekolah menengah juga menjadi parameter lolos atau tidaknya dia melalui SNMPTN.