Biaya Kuliah Universitas Brawijaya Untuk Jenjang S1, S2, dan S3

biaya kuliah Universitas Brawijaya

Bagi yang baru saja lulus SMA, pasti ada keinginan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu ke universitas. Ada banyak sekali perguruan tinggi yang ada di Indonesia, salah satu yang terbaik adalah Universita Brawijaya yang terletak di Malang. Bagi para calon mahasiswa yang mendaftar di perguruan tinggi negeri yang satu ini, maka harus mengetahui berapa besaran biaya kuliah Universitas Brawijaya dari jenjang S1, S2 dan S3. 

Jalur Masuk Universitas Brawijaya 

Sebelum Anda mengetahui tentang biaya kuliah di Universitas Brawijaya ini, ada baiknya mengetahui jalur masuk ke perguruan tinggi ini. Berikut ini adalah jalur masuk yang bisa dipilih untuk menjadi mahasiwa di UB: 

  1. SNMPTN 

Jalur pertama adalah SNMPTN, di mana jalur undangan yang satu ini untuk siswa yang semasa SMA dan sederajat mempunyai prestasi.

  1. SNBPTN 

Jalur selanjutnya adalah SNBPTN, di mana di jalur ini nantinya calon mahasiswa akan melalui test tertulis yang diadakan secara nasional. 

  1. SPMB 

Jalur yang satu ini sendiri adalah jalur mandiri, di mana calon mahasiswa harus mengikuti test yang diadakan oleh Universitas Brawijaya. 

Untuk jalur masuk untui pascasarjana, doctoral dan ilmu terapan sendiri akan diadakan oleh Universitas Brawijaya sendiri. Bahkan ada jalur khusus untuk penyandang disabilitas yang akan melalui test yang telah disediakan. Untuk test yang sudah disebutkan di atas, akan dijalani oleh para calon mahasiswa yang ingin mendaftar menjadi mahasiswa di jenjang pendidikan S1. 

Sistem Pembayaran Universitas Brawijaya 

Sama seperti perguruan tinggi negeri lainnya, untuk Universitas Brawijaya ini juga sudah menggunakan sistem pembayaran kuliah UKT atau Uang Kuliah Tunggal yang dibayarkan sebelum semester dimulai. UKT Ini nantinya akan berjumlah sama hingga semester akhir. Sistem pembayaran ini juga berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan yang ada di universitas tersebut. 

biaya kuliah Universitas Brawijaya

UKT ini adalah biaya kuliah yang dibayarkan mahasiswa dengan nominal yang berdasarkan dari pendapatan orang tua. Dalam artian jika dari kalangan yang tidak mampu, maka pembayaran paling akan masuk kategori UKT 1. Di mana semakin tinggi pendapatan dari orang tua, maka jumlah biaya yang dibayarkan pun akan semakin tinggi. 

Pada dasarnya UKT ini dijadikan subsidi silang agar seluruh anak bangsa dapat meraih pendidikan setinggi mungkin. Pada saat sudah diterima, nantinya pihak Universitas Brawijaya akan meminta mahasiswa untuk mengisi kolom pekerjaan orang tua beserta dengan pendapatannya. Setelah itu nanti akan ditentukan jumlah UKT yang harus dibayarkan pada setiap semesternya. 

Namun, bagi yang merasa keberatan dengan UKT yang dibayarkan dapat mengajukan penurunan kategori dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan dari pihak universitas. Tapi perlu diingat bahwa UKT untuk jenjang S2 dan S3 tidak ada perbedaan kategori atau bisa dibilang sama untuk seluruh siswanya. Karena kebanyakan yang berkuliah S2 dan S3 adalah golongan yang sudah bekerja, sehingga dikatakan mampu untuk membayar biaya perkuliahan. 

Bagi para siswa yang lolos di jalur bidikmisi, maka tidak perlu lagi memikirkan biaya kuliah yang perlu dibayarkan di Universitas Brawijaya ini. Karena program bidikmisi ini sendiri memang diperuntukan bagi siswa yang datang dari kalangan keluarga tidak mampu dan mempunyai prestasi baik selama menempuh pendidikan jenjang SMA atau sederajat. Di mana seluruh biaya akan ditanggung pemerintah atau gratis. 

Namun, untuk bisa lolos dalam program bidikmisi tentu saja tidak mudah, karena tingginya persaingan serta ketatnya seleksi yang diadakan. Maka dari pada itu, bagi Anda yang ingin mendaftar di program bidikmisi ada baiknya belajar dengan giat. 

Biaya Kuliah Universitas Brawijaya untuk S1, S2 dan S3 

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa sistem pembayaran yang dikenakan akan berdasarkan pendapatan orang tua. Untuk UKT 0 adalah bagi siswa yang diterima program bidikmisi dan tidak akan dikenai biaya sepeserpun. 

Sedangkan untuk UKT 1, maka biaya yang dikenakan adalah Rp. 500.000,-, lalu untuk UKT II akan dikenakan biaya Rp. 1.000.000,-. Biaya tersebut berlaku untuk seluruh jurusan S1 yang ada di Universitas Brawijaya. 

Namun, untuk UKT III hingga UKT VIII akan memiliki nominal yang berbeda-beda disetiap jurusan yang ada. Perkiraan biaya UKT III di UB adalah sekitar 3 juta rupiah hingga 8 juta rupiah. Sedangkan untuk UKT IV adalah sekitar 4 jutaan rupiah hingga 19 jutaan rupiah. Untuk UKT V besaran biaya adalah sekitar 5 juta rupiah hingga 20 jutaan rupiah. Kategori terakhir adalah UKT IV, di mana biaya sekitar 6 juta rupiah hingga 23 juta rupiah. 

Bagi yang mendaftar S1 mandiri, maka besaran UKT yang diberikan akan lebih besar dari UKT untuk jalur nasional. Di mana Anda juga perlu membayarkan SPFP atau uang bantuan pembangunan universitas. Biayanya sendiri juga tergantung dari jurusan yang dipilih. 

Untuk Anda yang ingin melanjutkan kuliah hingga jenjang S2 di Universitas Brawijaya, maka biaya UKT sekitar 7,5 juta hingga 16,5 juta. Bagi yang akan mendaftar di S3 atau doctoral, maka biaya UKT adalah sekitar 10 juta rupiah hingga 20 juta rupiah. 

Itulah penjelasan singkat akan biaya kuliah Universitas Brawijaya yang bisa dijadikan patokan. Namun, untuk mendapatkan biaya yang lebih detail dan melihat langsung di website resmi universitas tersebut.