BTN Subsidi Langkah Tepat Untuk Mendapatkan Rumah Impian

kredit rumah

Memiliki rumah idaman memang harapan semua keluarga, karena mempunyai tempat untuk hidup bersama dan membangun rumah tangga yang jauh lebih harmonis. Namun, banyaknya kebutuhan dan minimnya pemasukan membuat banyak orang mengurungkan niatnya untuk mendapatkan rumah yang diinginkannya, terkadang banyak memilih kost atau kontrak saja. 

Melihat kebutuhan tersebut, Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan banyak solusi dan alternatif untuk Anda yang ingin mempunyai rumah. Proses untuk mendapatkannya tentu dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan kebutuhan yang ada. Nah, jika Anda ingin mendapatkan hunian layak dan tepat untuk keluarga, simak yuk penjelasan lengkapnya. 

Komitmen BTN Memberikan KPR Untuk Penghasilan Rendah

Hasil kolaborasi antara BTN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) mampu menghasilkan hunian khusus masyarakat penghasilan rendah atau dikenal juga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Prosesnya masyarakat yang menginginkan akan mendapatkan suku bunga ringan dan cicilan terjangkau. 

Melalui program BTN Subsidi tersebut, semua prosesnya benar-benar sangat terjangkau jika tertarik untuk memiliki rumah yang diinginkan. Untuk mendapatkannya tinggal mempersiapkan uang muka atau DP saja sebesar 1 persen dan suku bunga yang diberikan akan tetap sebesar 5 persen saja akan diberikan, bahkan waktu yang diberikan pun mencapai 20 tahun. 

Lalu, untuk perumahan tapak, BTN memberikan banyak subsidi untuk bantuan uang muka dengan nominal yang tidak sedikit, besarannya adalah 4 juta rupiah. Melalui program tersebut tidak ada biaya premi dan asuransi, dan memiliki kerjasama yang luas dengan berbagai developer perumahan yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Mengenai biaya prosesnya saja sebesar 0,5 persen dan biaya administrasi yang harus Anda keluarkan sebesar 250 ribu rupiah. 

Syarat dan Ketentuan Mengajukan KPR BTN

Sebenarnya syarat dan ketentuan yang diberikan oleh pihak BTN tidak begitu sulit untuk dipahami dan dipenuhi. Ketentuannya berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI), berusia 21 tahun sampai 65 tahun, dan sudah menikah. Tapi, apabila dari ASABRI dan rekomendasi dari YKPP mendapatkan kelonggaran mencapai usia 80 tahun. 

Program ini hanya diperuntukkan untuk keluarga (suami/istri) yang sama sekali belum mempunyai rumah dan belum tercatat mendapatkan rumah subsidi. Sehingga programnya memang direncanakan khusus untuk keluarga penghasilan rendah. Bahkan, untuk TNI/Polri/ASN yang pindah tugas bisa berkesempatan program ini dua kali. 

Nah, untuk mendapatkan rumah tapak, pihak BTN memberikan ketentuan penghasilan yang didapatkan selama sebulan tidak lebih dari 4 juta rupiah. Sedangkan, apabila peserta ingin mendapatkan rumah sejahtera susun, penghasilannya tidak boleh lebih dari 7 juta rupiah per bulannya, sehingga harus benar-benar dilihat secara keseluruhannya. 

Ada beberapa syarat pendukung lainnya, adalah status WNI, memiliki e-KTP, NPWP, dan SPT tahunan yang telah sesuai dengan undang-undang berlaku. Bahkan, pihak pengembang juga wajib terdaftar dalam Kementerian PUPR. selanjutnya, mengenai spesifikasi rumah disesuaikan dengan aturan dibuat pemerintah. 

Melihat Hak dan Kewajiban Debitur

Apabila Anda berpotensi mendapatkan program BTN, maka ada beberapa hak dan kewajiban yang harus terpenuhi dengan baik. Dalam prosesnya tidak ada pajak terkait pembebasan nilai, klausul dibuat berdasarkan aturan Kementerian Keuangan, dan unit rumah subsidi yang tersedia sudah layak huni sesuai dengan kebutuhan yang ada. 

Selain itu juga, hak yang harus dilakukan oleh pihak debitur adalah harus mampu membayar cicilan secara tertib dan tidak menunggak, rumah subsidi dari BTN tersebut dihuni sendiri dan benar-benar dirawat, dilarang untuk menyewakan dan mengalihkan fungsikan, apabila melanggar akan aturan yang ada pihak BTN bisa memberhentikan program bantuan. 

Terakhir, pihak debitur berhak untuk memaksimalkan dan memanfaatkan terkait bantuan subsidi yang didapatkan dan diterima dari bantuan tersebut. 

Kebutuhan Dokumen yang Harus Dilengkapi

Sebelum Anda ingin mengajukan program yang diberikan oleh Pihak BTN, maka ada beberapa ketentuan yang harus dilakukan. Pertama-tama, Anda harus mengisi dan melengkapi formulir yang ada, hal ini mencakup pengajuan kredit dan pas photo pasangan (suami/istri). Lalu, fotokopi KTP, KK, Surat Nikah/Cerai, dan mencantumkan slip gaji. 

Untuk pegawai bisa dengan fotokopi SK atau surat pengangkatan kerja. Jika Anda berstatus sebagai wiraswasta bisa dengan melampirkan SIUP/TDP dan rekening koran tiga bulan terakhir. Apabila pekerja mandiri, fotocopy izin praktik dan penghasilan selama tiga bulan. Tidak lupa menyertakan surat pernyataan penghasilan diatas materai. 

Proses pembuatan suratnya harus diketahui oleh pimpinan atau pejabat desa setempat baik itu kepala desa atau lurah untuk penghasilan yang tidak tetap. Lalu, surat pernyataan tidak memiliki rumah yang diketahui oleh perusahaan atau lurah dari KTP bersangkutan. Terakhir, untuk ASN/Polri/TNI menyertakan KPN subsidi kedua apabila tertarik untuk mengajukan. 

Setelah semua prosesnya terpenuhi, calon debitur akan menyerahkan sertifikat rumah kepada pihak Bank Tabungan Negara (BTN) sampai masa kredit berakhir.

Jika anda tertarik untuk mendapatkan rumah impian, rasanya program BTN Subsidi bisa menjadi pilihan menarik dan menguntungkan.