Budgeting Bulanan itu Penting Supaya Keuangan Tetap Sehat

Pengelolaan finansial atau budgeting untuk pemenuhan kebutuhan pribadi memang terasa agak rumit untuk beberapa individu. Akan tetapi, dampaknya akan sangat terasa bila sudah benar-benar dijalankan di kemudian hari. Dengan adanya budgeting sebuah rencana atau anggaran keuangan tiap bulannya Anda dapat mengetahui aliran uang atau cash flow Anda kemana perginya.

Beberapa pakar keuangan sudah banyak yang berbagi tips terkait budgeting tersebut. Tapi sebelum kita lanjut ke pembahasan tipsnya, silahkan untuk menyimak dahulu terkait tujuan dan fungsi dari budgeting itu sendiri.

Tujuan dan Fungsi Budgeting

Fungsi dari istilah budgeting yang lebih spesifik yakni menentukan modal di awal. Dimana dengan menentukan modal, Anda dapat mengetahui berapa besar budget yang akan dipakai dalam menjalankan suatu bisnis tertentu. Sebagai target penjualan. Permodalan dapat menjadi media pembanding antara penjualan dan pengeluaran. Bila memang dirasa target pendapatannya tidak sesuai dengan budget yang sudah dikeluarkan, itu berarti ada aspek yang perlu disesuaikan supaya bisnis dapat terus berjalan dengan optimal.

Selain itu, budgeting bisa mengontrol pengeluaran. Jika tidak memiliki budgeting, suatu perusahaan dapat mengeluarkan dana lebih banyak dibanding yang mereka dapat bayar. Adanya budget dapat meminimalisir risiko kebangkrutan sebab pengeluarannya dibatasi serta dapat mendukung perencanaan strategis terkait pengembangan bisnis.

Tips Membuat Rencana Keuangan Bulanan

Sebuah tip yang cukup populer dalam budgeting yakni dengan skema 50-30-20. Namun, selain dari skema tersebut terdapat beberapa tips serta skema budgeting yang dapat Anda terapkan di kehidupan sehari-hari.

1.       Skema 50-30-20

Pertama kita membahas tips yang paling populer dan banyak yang menerapkan konsep satu ini untuk memiliki kesehatan finansial yang stabil. Berikut cara menerapkan skema tersebut.

Secara umum, skema tersebut membagi dana yang Anda miliki menjadi tiga, yakni 50 persen untuk berbagai kebutuhan, 30 persen untuk keinginan serta 20 persen untuk ditabung atau investasi. Pada konteks tersebut, yang dimana dengan dana yang Anda miliki tentunya sudah dikurangi oleh kewajiban yang ada. Bentuk kewajiban itu seperti, membayar pajak, mengirim sejumlah ke orang tua, berbagai ke mereka yang membutuhkan, dan masih banyak lagi.

Pemenuhan kebutuhan dari anggaran 50 persen meliputi, biaya makan, sewa rumah, asuransi dan lain sebagainya. Sementara aspek yang tergolong keinginan dengan anggaran 30 persen yakni berbagai aktivitas seperti berlibur, membeli hp baru dan masih banyak lagi, lalu sisanya dengan anggaran 20 persen ini bisa ditujukan untuk berinvestasi.

2.       Metode Budget Jar

Konsep selanjutnya yakni skema budgeting jar. Dengan menggunakan metode tersebut, Anda wajib membagi bentuk pengeluaran menjadi 6 macam. Dari adanya pembagian alokasi dana yang spesifik ini, diharapkan Anda dapat lebih teliti lagi dalam mengontrol pengeluaran sebaik mungkin sebelum kehabisan dana.

Jika Anda sudah terbiasa memakai uang tunai, penerapan skema ini sangat mungkin bisa Anda lakukan, karena inti dari metode tersebut yakni pembagian budget yang ada menjadi enam, dan bukan soal penggunaan toples.

Maka dari itu, Anda harus menyesuaikan dengan preferensi milik Anda sendiri terhadap pengeluaran yang sering Anda butuhkan tiap bulan. Dari ke enam macam “toples” pengeluaran tersebut, meliputi pengeluaran untuk hiburan, pengeluaran dasar, tabungan jangka panjang dan investasi, biaya pendidikan, pengeluaran untuk pembelian gadget atau komputer baru serta hadiah.

3.       Skema 60-20-20

Konsep pengaturan pendapatan dengan skema budgeting satu ini yakni dengan membagi pengeluaran sebanyak 60 persen untuk biaya kehidupan sehari-hari, dan 20 persen untuk tabungan dan investasi serta 20 persen lagi dana hiburan. Disisi lain, untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan anggaran 60 persen tersebut juga bisa dipecah untuk beberapa kebutuhan Anda.

4.       Metode Amplop

Jika berbicara mengenai prinsip dari konsep budgeting tersebut yakni pembagian pemasukan yang Anda miliki menjadi lebih dari satu bagian atau berupa “amplop. Untuk jumlahnya, amplop tersebut cukup bervariasi sesuai dari kebiasaan, preferensi atau tujuan pengaturan uang milik Anda.

Seperti halnya toples di skema budget jar, amplop untuk metode tersebut juga tidak perlu ada. Intinya yaitu pembagian atas pendapatannya menjadi beberapa bagian atau kategori budget. Seperti contoh, Anda mempunyai “amplop” untuk tagihan air dan listrik, makanan, kesehatan, tabungan, sewa rumah dan lain sebagainya.

5.       Metode Kakeibo

Skema kakeibo merupakan salah satu metode dalam mengatur keuangan untuk Anda. Caranya yakni setiap pendapatan Anda cair, Anda tinggal duduk serta menulis berbagai keinginan yang mau dibeli, berapa dana yang akan ditabung serta apa yang perlu Anda lakukan supaya target keuangan Anda bisa tercapai.

Ketika menjalankan skema ini, Anda juga harus menanyakan juga kepada diri Anda sendiri mengenai pengeluaran yang nantinya akan dilakukan tiap bulan serta kondisi keuangan Anda saat ini. Terkait apa yang benar-benar Anda butuhkan, apakah Anda mempunyai uang untuk dapat membelinya dan lain sebagainya.