Cara Buat dan Contoh Surat Perjanjian Hutang

surat perjanjian hutang

Contoh dari surat perjanjian hutang tentu dibutuhkan oleh pihak pemberi pinjaman. Pasalnya, surat perjanjian hutang merupakan acuan tertulis resmi dan melibatkan pemberi serta penerima pinjaman. Surat Perjanjian Hutang (SPH) ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang bisa merugikan kedua belah pihak, baik pemberi dan juga penerima hutang.

Berikut di bawah adalah contoh dari surat hutang piutang, cara pembuatan serta manfaatnya.

Contoh surat perjanjian hutang piutang

Pada hari ini, Rabu (11 September 2019), kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang, yaitu:

Nama : Pablo

Umur : 30 tahun

Pekerjaan : Pengusaha Cengkeh

Alamat : Jl. Teratai XI Blok D6 No. 17, Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

 

Nama : Parman 

Umur : 45

Pekerjaan : Direktur PT Kacang Tanah, Jakarta Barat

Alamat : Jalan Jalu Merah 203, Jakarta Barat

Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

 

Dengan adanya surat perjanjian ini disetujui oleh kedua belah pihak dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tertulis di bawah ini:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang Rp 3.000.000.000 (tiga miliar rupiah) dari PIHAK KEDUA yang mana uang tersebut merupakan hutang atau pinjaman.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan agunan atau jaminan berupa sertifikat rumah yang nilainya setara dengan uang yang dipinjam dari PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan membayar uang pinjaman tersebut kepada PIHAK KEDUA dengan dalam jangka waktu 18 (delapan belas) bulan mulai dari ditandatanganinya Surat Perjanjian Hutang ini.
  4. Apabila di kemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak bisa melakukan pembayaran hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA berhak atas barang jaminan baik untuk menjadikannya milik pribadi atau dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) lembar atau rangkap dan masing-masing telah diberi materai dan memiliki kekuatan hukum. Masing-masing surat akan dibawa oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat serta ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sadar dan tidak ada tekanan dari pihak manapun.

Demikian Surat Perjanjian Hutang ini dibuat bersama di hadapan saksi-saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani untuk dijadikan pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

 

PIHAK PERTAMA              PIHAK KEDUA

 

         TTD                                    TTD

 

      (Pablo)                              (Parman)

Para Saksi (dua orang dari PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA)

Nama Tanda tangan

Norman ………………….

Santika ………………….

Marlina ………………….

Supriati ………………….

Cara membuat surat perjanjian hutang

Setelah melihat dan memahami contoh dari SPH atau Surat Perjanjian Hutang di atas, Berikut ini adalah cara membuat surat perjanjian hutang sederhana serta poin-poinnya :

  1. Pertama, Anda harus membuat judul dengan jelas dan singkat. Judul disini yang dimaksud merupakan judul yang terkait isi surat perjanjian.
  2. Kedua, keterangan singkat tentang tanggal dari surat untuk menjadi pengingat kedua belah pihak serta pinjaman.
  3. Ketiga, menulis identitas dari kedua pihak yang terlibat pada utang-piutang. Nama lengkap, NIK, alamat, sampai dengan nomor ponsel perlu dicantumkan.
  4. Keempat, poin-poin penting yang terdapat surat perjanjian hutang, misalnya nominal, cara untuk membayar, tenor waktu pelunasan serta penyelesaian apabila terjadi keterlambatan saat pembayaran atau hal lain.
  5. Kelima, penutup yang menjelaskan bahwa surat utang dibuat demi keperluan tertentu.
  6. Keenam, tanda tangan kedua belah pihak. Tanda tangan yang diberikan dapat dibubuhkan di atas materai oleh penerima.

Manfaat surat perjanjian hutang

Manfaat dari surat perjanjian adalah sebagai bukti autentik untuk pemberi pinjaman ketika akan melakukan penagihan pinjaman. Bagi peminjam juga dapat menjadi bukti autentik nominal uang atau bentuk lainnya yang dipinjam dari pemberi pinjaman.

Berikut manfaat pembuatan SPH :

  1. Menjadi pernyataan resmi dari pihak-pihak yang terlibat di dalam urusan hutang piutang tersebut. Pada surat ini ada data dari pihak terkait demi menghindari kesalahan identitas di kemudian hari, sehingga tidak ada saling tuduh selama periode hutang berjalan.
  2. Menjadi pernyataan dari besaran hutang serta waktu transaksi. Dalam surat ini memberi penjelasan jumlah hutang dan kapan harus dibayarkan. 
  3. Mencegah adanya kecurangan dari salah satu pihak menagih dalam jumlah yang melebihi pinjaman disepakati sebelumnya (bagi pemilik modal) atau mengelak dari pembayaran (bagi peminjam).
  4. Menghindari adanya perselisihan yang mungkin akan terjadi di kemudian hari. Oleh karena itu, surat perjanjian harus memuat serinci mungkin (sesuai dengan pasal-pasal pada komponen SPH).
  5. Menghindari terjadinya resiko dikemudian hari. Karena itu memerlukan tanda tangan dari kedua belah pihak di atas materai yang membuat surat tersebut memiliki kekuatan hukum. Contohnya jika pihak pemberi atau peminjam meninggal dunia, maka diperlukan penjelasan bagaimana skema pembayaran atau pelunasan dari hutang tersebut.

Demikianlah informasi mengenai cara membuat surat perjanjian hutang atau biasa disebut SPH beserta dengan contoh suran dan manfaatnya. Jangan lupa untuk memfoto copy surat tersebut menjadi dua lembar atau lebih, sebagai dokumen jika saja terjadi hal dikemudian hari.