Cara Cerdas Menghindari Investasi Bodong

Sepertinya sudah cukup umum di lingkungan masyarakat tentang istilah investasi bodong. Khususnya terkait masalah penipuan investasi yang kerap muncul di media online sekarang ini. Karena masalah ini bisa membuat investasi bodong jadi lebih banyak perhatian. 

Oleh sebab itu, masyarakat harus diberikan edukasi untuk investasi dengan pengembalian yang tidak pantas. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi adalah penanaman modal berjangka panjang untuk memperoleh seluruh aset atau dalam bentuk perolehan saham atau surat berharga lainnya yang menguntungkan. 

Sayangnya, bagaimanapun, masih banyak instrumen investasi yang tidak dapat dijelaskan yang tersedia secara umum. Terutama mengenai bagi hasil yang sebenarnya digunakan sebagai strategi akuisisi pelanggan di awal penawaran. Alih-alih menghasilkan keuntungan impian, uang yang disimpan justru hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Situasi seperti inilah yang kemudian menjadi titik awal lahirnya investasi bodong. 

Untuk menghindarinya, Anda harus lebih pintar. Berikut adalah beberapa cara yang tepat untuk menghindari investasi bodong.

1. Jangan tergiur keuntungan di luar nalar 

Harus Anda ketahui, tidak seluruh penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi menjadi investasi bodong. Namun, Anda tetap saja harus waspada apabila memperoleh tawaran seperti itu. Cara yang paling mudah yaitu memahami karakteristik dari investasi bodong, seperti berikut: 

  • Produk investasi yang diberikan selalu menjanjikan berbentuk instrumen tertentu seperti emas atau giro.
  • Keuntungan yang bisa didapatkan sangat tinggi, jumlah nya tidak bisa dipastikan dan tidak masuk akal. 

Oleh karena itu, Anda harus mengendalikan diri ketika sedang berhadapan dengan penawaran investasi bodong. Sangat dianjurkan untuk menghitung dengan sederhana untuk dapat mengira-ngira apakah penawaran investasi tersebut dapat diterima oleh akal sehat Anda atau tidak. 

Apalagi bila investasinya tidak begitu besar, namun menjanjikan imbalan yang sangat banyak dengan waktu singkat. Jadi, pertimbangkan lagi apakah Anda ingin mengalokasikan modal untuk investasi yang bersangkutan.

2. Cek legalitas lembaga 

Pada dasarnya, semua lembaga keuangan, khususnya yang mengumpulkan dana untuk masyarakat dan melakukan pengelolaan investasi, wajib memiliki izin resmi dari instansi yang berwenang. Untuk hal ini sudah pasti dari BI, OJK dan  BAPPEBTI. 

Anda juga dapat memeriksa di internet apakah organisasi yang menyediakan produk investasi tersebut sudah memiliki lisensi untuk beroperasi di bidang kegiatannya masing-masing. Kehati-hatian diperlukan jika suatu perusahaan hanya mempunyai satu SIUP untuk menjalankan kegiatan komersialnya. Karena, SIUP bukanlah izin untuk mengumpulkan dana atau mengelola investasi.

3. Mengamati cara pemasarannya 

Beberapa produk investasi resmi mempunyai mekanisme operasi dan distribusi imbalan yang jelas. Karena, semua kegiatan operasionalnya diatur oleh otoritas. Faktanya, banyak perusahaan investasi  yang sah telah bergabung dengan standar kinerja standar. 

Sebaliknya, lembaga yang menawarkan produk investasi palsu tidak mempunyai prosedur standar untuk mengelola dana klien mereka. Bahkan, banyak juga perusahaan yang tidak mempunyai cara dan produk resmi yang akan dijual. 

4. Jangan sembarangan memberi dana 

Agar tidak terjebak dalam penipuan investasi, Anda tidak boleh hanya menyerahkan uang sebelum masuk dan menandatangani perjanjian formal. Anda pun wajib membaca setiap item yang terdaftar dengan cermat sebelum menandatangani perjanjian untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang. Jika perlu, buatlah perjanjian yang mengikat di depan notaris.

5. Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya

Anda harus mengumpulkan banyak informasi yang berhubungan dengan produk investasi tersebut. Pertama, coba cari tahu bagaimana lembaga berinvestasi untuk kliennya. Alat apa yang dipakai untuk mendapatkan return, apakah memang sudah sesuai dengan yang dijanjikan atau tidak? 

Sebagaimana dijelaskan diatas, hanya sebagian produk investasi yang palsu. Hal ini karena masih banyak produk investasi yang benar-benar dapat menguntungkan klien mereka. Berhati-hatilah dan jangan mudah percaya dengan penawaran apa pun. Oleh karena itu, perlu dilakukan riset yang mendalam dan jangan mudah tergiur dengan tawaran investasi dengan imbal hasil yang besar dalam waktu yang sangat singkat.

6. Semua investasi beresiko 

Pelaku investasi bodong seringkali menipu korbannya dengan keuntungan investasi yang tinggi dan tanpa atau sedikit risiko. Permasalahannya, masih banyak orang  yang seringkali hanya fokus pada tingkat keuntungan yang diberikan, namun lupa dan dengan potensi risiko yang ada.

7. Jaga dara pribadi 

Penipuan yang disamarkan sebagai investasi dengan pengembalian tinggi sering kali menargetkan data pribadi korban, mulai dari nama pengguna, pin, dan data pribadi lainnya. Tidak jarang scammers menghubungi korban menggunakan jejaring sosial palsu (tanpa tanda centang biru) atas nama beberapa layanan keuangan atau perusahaan sekuritas yang bertujuan membobol rekening pribadi, maupun meminta korban untuk mentransfer uang agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

Demikianlah, ulasan mengenai cara yang tepat agar terhindari dari investasi bodong yang harus Anda pahami supaya tidak tertipu. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.