Cara Laporkan Debt Collector Nakal yang Tagih Utang Pinjol

Cara laporkan debt collector pinjol nakal. (UNSPLAS/Tobias Tullius)

Atur Duit – Perusahaan jasa penagihan atau yang kerap disebut debt collector merupakan salah satu instrumen yang menyertai layanan jasa pinjaman online atau fintech lending di Indonesia. Wajib berada di bawah arahan dan pengawasan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), debt collector dapat dilaporkan ke pihak berwajib jika terbukti melakukan penagihan disertai dengan kekerasan atau ancaman. AFPI sendiri merupakan wadah dari perusahaan fintech lending, termasuk di dalamnya adalah jasa penagihan atau debt collector.

AFPI sendiri merupakan wadah yang juga dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), regulator resmi yang mengatur serta mengawasi jalannya perusahaan-perusahaan fintech lending di Indonesia. Jasa penagihan yang dimaksud sendiri merupakan layanan resmi yang telah mengantongi izin dari AFPI berikut tergabung ke dalam layanan fintech lending resmi.

Sering disebut pula dengan nama pinjaman online atau pinjol, fintech lending merupakan penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman/lender dengan penerima pinjaman/borrower dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik. Secara singkat, pinjaman online memungkinkan sebuah pihak mengajukan kredit tunai hanya dengan menggunakan gawai atau ponsel, baik melalui akses laman website atau aplikasi.

Istilah fintech sendiri sebenarnya diperuntukan bagi seluruh penyedia jasa keuangan, tetapi fintech lending adalah sebutan yang diberikan kepad ajasa keuangan dengan konsentrasi di layanan pinjam meminjam atau kredit. Lebih lanjut, di Indonesia layanan fintech lending wajib mendapatkan izin dari OJK dan turut bergabung dengan AFPI.

Kapan debt collector digunakan?

Jasa penagihan biasanya digunakan oleh pihak pemberi pinjaman atau layanan fintech lending bersangkutan selepas melalui proses penagihan atas kredit macet. Biasanya, perusahaan fintech lending akan menunggu hingga 90 hari selepas dana kredit tak tertagih meski telah memberikan peringatan kepada pihak peminjam terkait. Jasa penagihan sendiri memiliki fungsi salah satunya untuk mengumpulkan tunggakan atau cicilan macet dalam transaksi pinjaman online.

Dikenal pula dengan istilah gagal bayar atau galbay, cicilan tertunggak dalam skema pinjam meminjam di layanan pinjaman online adalah salah satu hal yang wajib dihindari. Sebab, beberapa risiko selain menjadi incaran debt collector, galbay pinjol juga memiliki ancaman lain. Misalnya, dimasukkan ke daftar hitam pihak yang tidak akan dipertimbangkan mengajukan pinjaman kembali.

Risiko gagal bayar pinjol dapat mengenai siapa saja, karena itu disarankan untuk tidak gegabah dalam mengajukan kredit di layanan fintech lending. Pastikan memiliki penghasilan yang dapat digunakan untuk mengangsur cicilan pinjol, termasuk di dalamnya telah memperhitungkan bunga dan biaya lain-lain yang biasanya lebih tinggi dibandingkan jenis pinjaman lainnya.

Risiko galbay pinjol yang sering terjadi adalah pihak penerima pinjaman akan didatangi oleh debt collector. Sebenarnya, pihak pemberi pinjaman sendiri memiliki jeda beberapa waktu dengan hanya memberi peringatan. Namun, jika dalam kurun waktu tertentu pihak penerima pinjaman tidak mematuhi peraturan yang disepakati, maka jasa debt collector biasanya digunakan.

Bagaimana jika ada debt collector nakal?

Dimaksud “nakal” di sini adalah jasa penagihan atau debt collector yang melakukan penagihan dengan kekerasan dan/atau ancaman. Pihak tertagih dapat melaporkan jasa debt collector yang melakukan penagihan dengan kekerasan atau ancaman maupun keduanya ke pihak berwenang.

OJK sendiri menjelaskan bahwa jika debt collector menghubungi disertai dengan ancaman atau tindak kekerasan lainnya maka pengguna dapat menghubungi pihak yang berwajib, dalam hal ini pihak Kepolisian Indonesia. Selain itu, pengguna juga dapat melaporkan ke AFPI melalui laman website  afpi.or.id atau melalui telepon 150505 (bebas pulsa) atau ke OJK melalui Kontak OJK 157 apabila penyelenggara fintech lending telah terdaftar/berizin di OJK.

Namun, jika pengguna sendiri merupakan penerima pinjaman dari layanan pinjol ilegal, maka baik OJK maupun AFPI terbebas dari proses pinjam meminjam termasuk penagihan dan sebagainya yang terjadi. Artinya, pengguna layanan pinjol ilegal tidak berada di bawah perlindungan OJK sebagai regulator resmi fintech lending di Indonesia.***