Cara Membatalkan Kredit Rumah

Tidak sedikit orang ingin melakukan pembatalan pada kredit rumah sebelum mencapai akad kredit walaupun SP3K telah dikeluarkan oleh pihak bank. Maka apa saja konsekuensi jika membatalkan kredit rumah? Dan bagaimana cara membatalkan kredit rumah tersebut?

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR merupakan salah satu pilihan terbaik untuk Anda yang hendak memiliki sebuah rumah. Dengan menggunakan KPR, Anda dapat memiliki sebuah hunian impian walaupun dengan menggunakan metode pembayaran cicilan dengan jangka waktu tertentu.

Langkah untuk mengajukan permohonan dalam KPR tentu saja melalui perbankan. Akan tetapi, tidak sedikit dari para konsumen berencana untuk mengajukan pembatalan kredit rumah di tengah jalan. Lalu pertanyaannya, apakah para konsumen dapat membatalkan kredit rumah yang sebelumnya telah diajukan sebuah permohonan? Dan apa konsekuensi yang nantinya diterima oleh para konsumen yang membatalkannya?

Alasan pembatalan kredit rumah

Terlepas pada proses yang panjang dimana telah dilakukan ketika hendak mengajukan kredit rumah, tidak menutup kemungkinan jika para konsumen akan melakukan pembatalan kredit tersebut. Terdapat berbagai macam alasan, sepertiĀ  halnya rumah tersebut kurang cocok, menunda pembelian, pindah bank dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, beberapa alasan tersebut sah saja apabila dilakukan dari pihak konsumen. Namun, masalahnya terletak pada konsumen yang merasa khawatir apabila terdapat sanksi maupun denda dalam melakukan pembatalan kredit rumah secara sepihak.

Pada sisi lainnya, proses dalam pengajuan kredit rumah juga telah berjalan pada perbankan, baik itu wawancara KPR sampai keluar SP3K. Apabila Anda mengalami hal tersebut simak cara pembatalan kredit rumah di bawah ini.

Pembatalan kredit rumah sebelum hendak akad kredit

Pembatalan pada kredit rumah sebelum pada akad kredit tentu saja akan berhubungan secara langsung melalui pihak bank. Apabila terjadi pembatalan transaksi dengan seorang developer, maka hal tersebut juga telah diatur melalui PUPR tentang Sistem PPJB pada Tahun 2019.

Akan tetapi, bagaimana caranya jika SP3K telah keluar atau bank telah menyetujuinya, namun Anda ingin melakukan pembatalan kredit rumah pada bank tersebut? Dimana Anda telah mengeluarkan sebagian biaya yang digunakan untuk appraisal. Apakah bank tersebut akan menyetujuinya?

Berdasarkan pada pengalaman beberapa orang mengenai pembatalan kredit rumah sebelum dari akad kredit dapat dilakukan serta tidak ada masalah dengan hal tersebut. Walaupun SP3K telah dikeluarkan oleh pihak bank yang juga memberikan fasilitas pinjaman kredit. Namun berbeda lagi jika Anda telah mendatangani akad kredit tersebut, kebijakan untuk melakukan pembatalan kredit rumah tergantung pihak bank.

Kemudian pihak bank juga dapat saja untuk menolak pengajuan dalam pembatalan kredit rumah sebab akad kredit telah Anda tanda tangani. Sebagian bank juga menolak untuk pembatalan kredit rumah dikarenakan Anda telah menandatangani dokumen perjanjian untuk kredit rumah. Dengan kata lain, transaksi tersebut telah terjadi dan tentu saja tidak dapat dibatalkan.

Konsekuensi dari pembatalan kredit rumah sebelum akad kredit

Ketika hendak mengajukan pembatalan kredit rumah sebelum dari akad kredit, alangkah baiknya jika Anda mengetahui konsekuensi dari pembatalan tersebut yang akan diterima nantinya. Konsekuensi pembatalan kredit rumah tersebut berasal dari pihak developer.

Beberapa konsekuensi yang akan Anda terima yaitu seperti uang muka akan hangus sebab pihak developer tidak diwajibkan untuk mengembalikan uang muka tersebut apabila konsumen melakukan pembatalan pembelian sebuah rumah melalui kredit.

Akan tetapi, konsumen juga berhak menerima uang muka dari pihak developer apabila pengajuan pada kredit rumah telah dibatalkan dengan menyesuaikan kesepakatan melalui PPJB atau Surat Pemesanan Rumah.

Namun, berapa besaran uang muka yang nantinya Anda terima tergantung dengan menyesuaikan perjanjian, sebab terdapat pemotongan sebesar 25 persen apabila dilakukan pembatalan dalam pengajuan kredit rumah di suatu bank. Pastikan kembali setiap klausa pada PPJB dan SPR yang telah disepakati bersama yang telah Anda ditandatangani dengan seorang developer.

Kemudian konsekuensi selanjutnya yaitu Anda harus menanggung sejumlah biaya appraisal pada bank sebab telah mengajukan sebuah pembatalan sebelum dari akan kredit akan dilakukan. Kisaran dari biaya appraisal tersebut dapat mencapai 300 ribu sampai 1 juta dan tergantung pada kebijakan masing-masing pihak.

Ketika pembatalan pembelian sebuah rumah yang telah ditandatangani kontrak dari pelaku pembangunan, maka semua pembayaran yang sudah diterima wajib dikembalikan kepada seorang pembeli rumah.

Akan tetapi jika pembatalan dari pembelian rumah tersebut ditandatangani oleh pembeli tersebut, maka apabila telah melakukan pembayaran 10 persen dari total transaksi, keseluruhan untuk pembayaran menjadi hak milik pelaku pembangunan.

Kemudian juga apabila pembeli tersebut telah melakukan pembayaran lebih 10 persen dari jumlah harga rumah tersebut, pelaku pembangunan hanya berhak memotong sebesar 10 persen saja. Apabila PPJB akan dibatalkan oleh karena kelalaian dari pelaku pembangunan, maka seluruh pembayaran sebesar 30 persen dari jumlah transaksi yang sudah diterima wajib dikembalikan kepada sang pembeli

Untuk pembatalan PPJB dari pembeli yang telah membayar sebesar 30 persen dari jumlah transaksi, pelaku pembangunan berhak untuk memotong dana sebesar 10 persen dan sisanya akan dikembalikan kepada pembeli. Pembatalan pada PPJB juga hanya berlaku sesuai dengan ketentuan dari yang mengatur syarat pembatalan pada PPJB yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.