Cara Membuat SIM dan Biayanya

Di Indonesia sendiri dokumen penting dan wajib untuk dimiliki adalah SIM, hal ini harus dimiliki setiap pengendara yang melintasi jalan di seluruh tanah air. Tentunya ini sebagai bentuk legalitas jalanan yang harus diberikan dan dimiliki oleh para pengendara baik kendaraan roda dua dan empat. Jika Anda belum mempunyainya, maka kami akan memberikan cara membuat sim dengan mudah dan praktis. 

Untuk mengajukan dan mendapatkan surat izin mengemudi ini tidak begitu sulit dan langsung saja menuju samsat untuk prosesnya. Ketika Anda memiliki SIM, maka mendapatkan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh pihak kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Tentunya harus mengacu pada syarat administrasi yang lengkap dan lainnya. 

Mengenal Jenis SIM 

Untuk kebutuhan surat izin mengemudi di Indonesia sendiri mempunyai dua jenis yang diberikan oleh pihak kepolisian, salah satunya untuk SIM perseorangan dan SIM untuk umum. Semuanya memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing. Sehingga setiap kendaraan yang berkaitan dengan fasilitas umum tidak bisa menggunakan SIM perorangan, tetapi harus SIM umum. 

Hal ini tentunya sudah diatur dan ditentukan dalam perundangan-undangan yang berlaku, dalam tahap ini sebagai warga negara penting untuk mengetahui dan memahaminya. Tentunya dalam tahap pengaplikasian nantinya bisa dilakukan dan dipahami dengan jelas. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengatur dan menentukan semuanya secara menyeluruh. 

Mengenal Golongan SIM 

Setelah memahami dan mengenal mengenai golongan pada SIM nya, maka langkah berikutnya Anda dapat melihat beberapa golongan yang ada. Tahap ini kami akan memberikan penjelasannya secara lengkap dan menyeluruh agar mudah dipahami mengenai surat izin mengemudi tersebut. 

1. Golongan Perorangan 

Untuk tahap golongan pertama ini setiap orang harus dan wajib mematuhi aturan yang ada, sehingga golongan ini sebagai bentuk kendaraan yang dikendarainya. Simak penjelasan lengkapnya secara jelas dan menyeluruh. 

  • SIM A : untuk kebutuhan mobil penumpang dan barang yang dilakukan secara perorangan yang jumlah berat diperbolehkan hanya 3.500 kg dan tidak boleh lebih.
  • SIM B1: untuk mengemudikan mobil khusus penumpang atau barang dengan perorangan yang jumlah berat lebih dari 3.500 kg. 
  • SIM B2: Hal ini khusus untuk mengendarai kendaraan alat berat, kendaraan bermotor menarik kereta tempelan atau gandengan. Untuk kendaraan gandengannya yang diberikan perizinannya hanya berat mencapai 1.000 kg saja tidak boleh lebih dan khusus perorangan. 
  • SIM C : Surat jalan yang diberikan untuk mengendarai sepeda motor yang kecepatannya lebih dari 40 km/jam. 
  • SIM C1 : untuk kapasitas mesin 250-500 cc
  • SIM C2 : untuk kapasitas mesin atas 500 cc
  • SIM D : untuk penyandang disabilitas atau untuk orang-orang yang membutuhkan kebutuhan khusus. 

2. Golongan Umum 

  • SIM A  Umum : untuk kebutuhan mengendarai kendaraan umum dan barang untuk batas muatan yang diberikan tidak lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B1 Umum : khusus untuk mengemudikan atau mengendarai mobil penumpang dan barang yang jumlah beratnya lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2 Umum : khusus untuk mengendarai kendaraan gandengan umum yang beratnya bisa diperbolehkan lebih dari 1.000 kg. 

Cara Mengurus Pembuatan SIM 

Syarat membuat SIM

Untuk Anda yang ingin mengurus pembuatan SIM sendiri tidak begitu rumit dan biaya bikin sim

Pun tidak begitu mahal. Karena disesuaikan dengan jenis dan tipe kendaraan yang dikemudikan tersebut secara lebih mudah dan jelas untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam tahap ini terpenting Anda memenuhi beberapa persyaratannya terlebih dahulu dan langsung bisa mengurus proses pembuatannya. 

Pada saat ingin mengajukannya tersebut, Anda tinggal melakukan fotokopi KTP dalam beberapa lembar, membawa bukti surat sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit atau puskesmas, langsung mengambil surat formulir dan melengkapinya, lalu diserahkan ke pihak loket yang telah disediakan secara lengkap dan menyeluruh untuk memenuhi prosesnya tersebut. 

Perlu dipahami ketika mengambil formulir tadi ada biaya bikin sim untuk kebutuhan premi asuransi sebesar 30 ribu rupiah. Sebenarnya hal itu bisa Anda miliki atau tidak, karena sifatnya tidak wajib untuk dilakukan untuk memenuhi kebutuhan transaksinya tersebut. Apabila Anda sudah menyertakan dan menyerahkan formulirnya, maka langsung menunggu panggilan. 

Apabila sudah dipanggil, maka Anda akan langsung menjalani tes untuk ujian teori yang sudah disediakan mengenai aturan dalam lalu lintas. Dalam tahap ini Anda harus mempelajari beberapa dasar dari aturan, etika, dan sebagainya mengenai wawasan dalam berkendara dan lalu lintas. Tahap ini akan sangat mudah dilakukan jika Anda sudah memahaminya. 

Setelah melakukan tes teori, maka langsung diberikan ujian praktik untuk kebutuhan para pengendara yang akan diberikan sepeda motor dan disediakan beberapa tantangan yang ada pada lapangan khusus. Dalam tahap ini Anda akan menemukan zig zag, angka 8, tes reaksi menghindar dan letter U ini khusus kendaraan bermotor. 

Sedangkan untuk tes praktek mobil Anda akan di tes tanjakan dan turunan, melakukan maju dan mundur, dan semua kendaraannya sudah disediakan kendaraan khusus tes. Tetapi untuk beberapa tempat diperbolehkan menggunakan kendaraan masing-masing.

Untuk biaya bikin sim sendiri bervariasi tergantung kebutuhan dan golongan simnya untuk SIM A sampai B2 kisaran 120 ribu rupiah, SIM C sampai C2 kisaran 100 ribu rupiah, SIM D dan D1 membayar 50 ribu rupiah saja. Lalu untuk kebutuhan SIM Internasional dikenakan 250 ribu rupiah. Semua proses ini belum termasuk asuransi, tes kesehatan, dan biaya lainnya. 

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai cara membuat SIM, semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan berguna untuk Anda nantinya.