Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan yang Terblokir Karena Menunggak

Sekarang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau biasa kita kenal dengan BPJS ini hadir menjadi solusi guna memberikan akses dan melindungi masyarakat untuk berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan. Salah satu masalah yang sering terjadi pada anggota BPJS yaitu telah membayar iuran. 

Untuk Anda yang telat membayar sampai 3 bulan lebih, maka kartu BPJS otomatis langsung terblokir. Lalu, bagaimana cara untuk mengaktifkan kembali BPJS yang sudah terblokir? Apabila banyak anggota yang tidak membayar kewajibannya, hal ini dapat menjadi sebuah masalah yang besar untuk BPJS kesehatan saat melayani kesehatan dari anggota yang lain. 

Sebelum BPJS memblokir kartu karena adanya tunggakan iuran, pihak BPJS akan memberitahu kepada nasabah jika kartu BPJS tersebut akan di blokir dan tidak dapat dipakai kembali. Tentu saja kejadian tersebut membuat Anda kerepotan. Apalagi bila Anda memakai kartu BPJS di waktu yang mendesak. 

Layanan BPJS ini bisa membantu meringankan beban biaya yang harus Anda bayarkan jika mendapatkan perawatan dari rumah sakit ataupun klinik kesehatan lainnya. Nah, berikut ini ada cara untuk mengaktifkan kartu BPJS kembali. 

Cara mengaktifkan kartu BPJS Kesehatan 

Apabila Kartu BPJS Kesehatan sudah terblokir sebab tunggakan premi, solusinya yaitu membayar semua tagihan dan bunga. Hal ini diatur pada Peraturan BPJS Kesehatan yang sudah ditentukan. Pembayaran tunggakan premi dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pembayaran iuran bulanan. 

Anda tidak harus datang ke kantor BPJS untuk membayar tunggakan. Anda dapat membayarnya di kantor ATM, pos, minimarket, dan tempat lain yang biasa melakukan pembayaran. Pembayaran juga wajib dilunasi semuanya. Semua tagihan tunggakan akan dikenakan bunga 2%. Hal ini memungkinkan sistem untuk dengan mudah mengaktifkan kartu BPJS yang telah jatuh tempo. Bahkan, kartu BPJS dapat aktif lagi secara otomatis.

Melihat dari kasus sebelumnya, mungkin saja kartu BPJS tidak aktif walaupun telah melakukan pembayaran dan sudah lewat 2×24 jam. Maka, Anda harus pergi ke kantor BPJS terdekat dan minta dibukakan blokirnya.  Pastikan untuk membawa kartu Anda dan tanda terima tunggakan. Dengan begitu, BPJS dapat membukanya. Peserta yang ingin membuka tidak boleh membayar tunggakan dalam keadaan darurat karena prosesnya memakan waktu 2×24 jam. 

Jelas, ini sangat berbahaya sebab pembayaran mungkin telah dilakukan. Tetapi, proses penguncian tidak dapat dijalankan sekarang. Untuk sementara, peserta wajib memakai kartu BPJS secara bersamaan. Bahkan dalam situasi ini, kartu BPJS tidak dapat digunakan. Sekarang, pemerintah sudah mengubah sebagian kebijakan untuk mengaktifkan BPJS yang tidak aktif lagi akibat diblokir.

Perubahan ini dilakukan agar meminimalkan dampak terhadap COVID 19. Hal ini membuat aktivasi BPJS menjadi lebih mudah. Anda hanya perlu membayar tunggakan iuran selama 6 bulan. Syarat ini lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya sebab Anda wajib melunasi tunggakan 2 tahun. Apabila ada tunggakan, pemerintah akan memberikan kelonggaran.

Mengapa kartu BPJS tidak aktif?

Status BPJS  dapat tidak aktif sebab ada alasan tertentu yang harus Anda ketahui. Dalam hal ini, jika Anda mencoba pergi ke rumah sakit terdekat, Anda tidak akan dapat menggunakannya. Berikut alasan penonaktifan kartu BPJS Kesehatan.

1. Telat membayar iuran 

Alasan pertama kartu BPJS Kesehatan Anda menjadi tidak aktif dan tidak bisa dipakai yaitu Anda terlambat membayar iuran. Menurut Buku Pedoman Pelayanan JKN KIS, status anggota BPJS bisa non aktif per tanggal 1 bulan selanjutnya saat anggota terlambat membayar iuran. 

2. Anggota bekerja di perusahaan 

Apabila BPJS ditanggung oleh perusahaan, status BPJS menjadi tidak aktif jika sudah menerima Surat PHK atau tidak bekerja pada perusahaan lagi. Syarat lainnya yaitu  anggota usia 21 tahun (tidak akan menjadi tanggungan orang tua lagi) dan dianggap memenuhi syarat untuk membayar iuran sendiri. 

Sanksi menunggak BPJS Kesehatan 

Perawatan kesehatan merupakan tanggung jawab Anda, jadi jangan pergi ke dokter sampai Anda sakit. Pemerintah berupaya menyediakan fasilitas kesehatan di segala bidang lewat BPJS Kesehatan. Namun, banyak  anggota berstatus PBPU (non-upah) yang lupa membayar iuran hingga menunggak. 

Hal ini tidak sesuai dengan Undang-Undang No 24 Tahun 2011 mengenai BPJS yang menyatakan jika iuran bulanan BPJS wajib dibayarkan. Faktanya, membayar sumbangan dengan itikad baik setiap bulan akan menguntungkan Anda, bahkan ketika Anda tidak sakit. Jangan heran bila kartu BPJS Anda ditolak. 

Mulai 1 Juli 2016, denda untuk tunggakan kontribusi akan dihapuskan. Namun, jika pembayaran terlambat selama 10 hari hingga 1 bulan, kartu akan diblokir sementara. Jika Anda harus dirawat di rumah sakit dalam waktu 45 hari setelah kembali menjadi anggota, Anda akan didenda. Jumlah bulan keterlambatan tidak lebih dari 12 bulan, dan denda paling banyak Rp 30 juta serta denda 2,5% dari biaya layanan medis setiap bulannya.