Cara Menghitung PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Cara menghitung PTKP

Sebagai warga negara Indonesia, membayar pajak pendapatan adalah keharusan. Ternyata hal ini sendiri terkadang menjadikan masyarakat takut, karena jika tidak membayar pajak akan ada sanksi yang menyertai. Padahal hal ini tidaklah benar, di mana pemerintah sendiri telah menetapkan peraturan untuk masyarakat yang memiliki penghasilan yang tidak kena pajak. Tapi bagaimana cara menghitung PTKP ini? Sebelum mengetahui caranya, ada baiknya Anda memahami lebih jelas tentang pendapatan tidak kena pajak ini. 

Apa itu PTKP?

PTKP adalah jumlah yang menjadi komponen pengurang dalam perhitungan besaran penghasilan untuk wajib pajak orang pribadi, di mana sesuai dengan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2008. Bisa dikatakan bahwa komponen ini adalah kebijakan pemerintah untuk wajib pajak agar bisa mendapatan pengurangan ketika memang penghasilannya berada di bawah batasan yang telah ditentukan pemerintah. Bila memang wajib pajak memiliki penghasilan yang berada di bawah komponen ini, maka pemerintah akan memberikan keringanan untuk tidak membayar pajak dan tidak dimasukan ke dalam hitungan PPh 21. 

Lalu bagaimana besaran batasan dari penghasilan tidak kena pajak ini? Dalam aturan yang ada di dalam  PPh Pasal 21 berdasarkan PMK No. 101/PMK.010/2016 adalah sebagai berikut ini: 

  • Rp. 54.000.000,- bagi wajib pajak orang individu atau pribadi 
  • Rp. 4.500.000,- bagi tambahan wajib pajak yang sudah kawin 
  • Rp. 54.000.000,- bagi istri yang memiliki pendapatan dan sudah digabungkan dengan penghasilan suami
  • Rp. 4.500.000,- bagi tambahan untuk keluarga yang sedarah atau anak angkat dan paling banyak anggotanya adalah 3. 

Besara tersebutlah yang akan menjadi acuan perhitungan pendapatan yang tidak kena pajak. Di mana jika Anda memang tidak masuk dalam kriteria tersebut, maka menurut peraturan Anda tidak perlu lagi melapor SPT tahunan. 

Hal ini sangatlah penting sekali untuk dipahami, karena pada dasarnya melaporkan wajib pajak sangatlah penting. Di mana dalam Undang Undang sudah diatur bahwa masyarakat yang diharuskan lapor wajib pajak akan mendapatkan sanksi jika tidak lapor atau pun telat lapor. Jadi penting bagi Anda untuk mengetahui cara perhitungan penghasilan tidak wajib pajak ini. 

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Wajib Pajak 

besaran PTKP

Wajib pajak sendiri memang diberlakukan untuk pegawai atau pengusaha yang memiliki jumlah upah dan masuk dalam perhitungan PPh 21 dan PPh 23. Di mana besarannya sendiri harus disamakan dengan jabatan, tunjangan, BPJS kesehatan atau ketenagakerjaan, modal, hadiah dan lain sebagainya. 

Dari penjelasan tersebut, maka untuk bisa menghitung besaran penghasilan yang terkena pajak harus bisa mengetahui terlebih dahulu jumlah pendapatan yang masuk tidak wajib pajak. Terkesan memang rumit, tapi hal ini sendiri sangatlah penting untuk Anda mengerti. 

Detail Perhitungan PTKP

Perhitungan untuk penghasilan yang kena wajib pajak ini sendiri dapat dilakukan dengan rumus berikut: 

Penghasilan kotor – biaya = penghasilan bersih 

Di mana nantinya penghasilan bersih ini akan dikurangi dengan PTKP dan akan didapatkan hasil penghasilan kena pajak. 

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mengikuti contohnya sebagai berikut: 

Bapak Ega yang sudah bekerja dalam suatu perusahaan semenjak tahun 2015, memiliki penghasilan sebesar 4,5 juta per bulannya. Lalu dalam per bulan ia membayarkan uang untuk pensiun sebesar 100 ribu rupiah, maka jika dihitung PPh 21 Bapak Ega adalah sebagai berikut: 

Gaji sebulan = Rp. 4.500.000,- 

Maka untuk biaya jabatannya akan dihitung 5% x Rp. 4.500.000,- = Rp. 225.000,- 

Lalu iuran pensiun dihitung Rp. 100.00,- + Rp. 225.000,- = Rp. 325.000,-

Penghasilan bersih perbulan menjadi Rp. 4.500.000,- – Rp. 325.000,- = Rp. 4.175.000,-

Sehingga penghasilan bersih dalam setahun 12 x Rp. 4.175.000,- = Rp. 50.100.000,-

Dapat diperoleh hasil untuk PTKP wajib pajak sendiri Bapak Ega adalah Rp. 24.300.000,-, 

sedangkan untuk tambahan wajib kawin adalah Rp. 24.300.000,- + Rp. 2.025.000,- = Rp 26.325.000,- 

Maka total untuk pendapatan tidak kena pajak Bapak Ega ini adalah sebesar Rp. 23.775.000,-. 

Dari penjelasan perhitungan di atas, maka Anda bisa mengetahui bagaimana cara menghitung besaran pendapatan tidak wajib pajak dalam setahun. Di mana ini sangatlah penting agar Anda bisa melaporkan atau membayar besaran pajak tiap tahunnya. 

Pada dasarnya pemerintah sendiri memberikan kebijakan ini untuk membantu masyarakat agar mengetahui besaran pajak yang harus dan tidak harus dibayarkan. Di mana tentu saja semua pajak akan digunakan untuk hal penting yang dibutuhkan oleh negara. 

Dengan mengetahui cara menghitung PTKP ini, maka diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut untuk mengurus pajak pendapatan. Karena dengan membayar pajak, maka Anda sudah menjadi warga negara yang menaati peraturan dan ikut berperan penting dalam membangun negara. Apabila dari penjelasan diatas, Anda masih tidak paham maka Anda bisa langsung bertanya ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci lagi.