Cara Mengurus Izin Mendirikan CV

izin mendirikan cv

Lain halnya sebuah PT yang mempunyai modal minimum yang disetorkan, dimana CV tidak wajib adanya modal yang tentunya bisa meringankan pelaku bisnis ketika akan memulai sebuah usaha. Seiring terjadinya perubahan peraturan terkait izin mendirikan CV, maka ada perubahan peraturan tentang cara mendirikan CV tersebut.

Proses pendirian sebuah CV, meliputi:

  •         Syarat Pendirian CV
  •         Proses Pendirian CV
  •         Frequently Asked Question (FAQ)
  •         Istilah Umum

Jika Anda bertanya tentang berapa orang minimal yang dibutuhkan agar bisa mendirikan sebuah CV? Agar bisa mendirikan CV, setidaknya dibutuhkan sebanyak 2 orang agar berperan menjadi Persero Aktif serta Persero Pasif. Persero aktif merupakan pihak yang memegang tanggung jawab untuk mengurus, menjalankan dan mengambil keputusan yang ada pada sebuah CV tertentu.

Sedangkan persero pasif merupakan pihak penyetor modal yang sama sekali tidak ikut berperan dalam mengurus perusahaan atau CV. Umumnya, persero pasif merupakan pihak yang meminta pertanggungjawaban tentang seluruh kegiatan yang dilakukan sebuah perusahaan.

Syarat dan Dokumen untuk Mendirikan CV

Agar bisa mendirikan sebuah CV, Anda tentunya perlu menyiapkan beberapa dokumen, berupa:

  •         Foto kopi atau scan KK, KTP, NPWP Persero Pasif dan Aktif
  •         Copy surat sewa atau kontrak kantor atau surat kepemilikan lokasi usaha
  •         Melampirkan dokumen keterangan domisili
  •         Copy Pajak Bumi Bangunan serta bukti pembayaran PBB tahun lokasi usaha
  •         Gambar atau foto kantor bagian dalam dan juga luar
  •         Kantor terletak di Zonasi Komersial/Zonasi Perkantoran/Zonasi Campuran

Prosedur Mendirikan CV Perusahaan

mendirikan cv

Pembookingan dan Pengecekan Nama oleh Notaris

Sebelum mendirikan, Anda perlu mengajukan nama usaha untuk dipesan kepada notaris. Pihak notaris akan mengecek pada sistem AHU sebelum mereka membuat draft Akta Perusahaan.  Lain halnya dengan pembuatan PT yang mempunyai banyak peraturan yang tergolong ribet, untuk nama CV sendiri cenderung lebih mudah dan fleksibel. Seperti, sebuah CV masih diperbolehkan memakai dua suku kata atau memakai bahasa Inggris untuk namanya. Nama CV juga dapat dipakai oleh CV lain.

Membuat Draft Akta Lewat Notaris

Pihak notaris selanjutnya menyusun draft Akta perusahaan dengan mencantumkan data perusahaan yang sudah ditentukan oleh Anda si pemilik CV. Biasanya data perusahan yang dibutuhkan isinya berupa, nama CV, tempat dan kedudukan, maksud dan tujuan, modal perusahaan dan kepemilikan modal hingga struktur terkait kepengurusan perusahaan tersebut.

Biasanya, Anda akan menerima draft awal agar di cek serta direvisi jika dibutuhkan sebelum dilanjutkan ke tahap tanda tangan.

Tanda Tangan Dihadapan Notaris

Sesudah draft Akta dinyata telah selesai, maka Akta yang sudah jadi harus ditandatangani oleh pihak Persero Pasif dan Persero Aktif di hadapan pihak notaris. Persero Aktif dan pasif wajib hadir untuk proses tanda tangan tersebut. Apabila salah satu diantara mereka berhalangan untuk hadir, masih ada opsi untuk memberi kuasa terhadap pihak lain secara tertulis untuk menggantikan peran si pemilik saham dari perusahaan tersebut.

Pada prosesnya, beberapa notaris menghimbau untuk setidaknya pihak persero aktif agar hadir untuk melakukan tanda tangan. Apabila proses tanda tangan selesai, pihak notaris akan segera membuat salinan serta mendaftarkan Akta ke Kemenkumham. Nantinya Anda akan memperoleh Akta salinan dengan Surat keterangan sudah terdaftar di Kemenkumham yang dimana menyatakan perusahaan Anda sudah resmi secara negara.

Pengurusan SKT dan NPWP Perusahaan

Sesudah NPWP perusahaan berhasil didaftarkan, maka kartu NPWP dan SKT akan segera dikeluarkan oleh kantor pelayanan pajak sesudah seluruh persyaratan dokumen sudah terpenuhi. Umumnya KPP akan melakukan pengecekan apakah dokumen penanggung jawab di NPWP perusahaan sudah valid.

Pembuatan NPWP sendiri bisa saja tertunda jika terdapat data yang kurang dan laporan pajaknya ada yang belum terlapor. Maka dari itu, Anda harus memastikan bahwa SPT tahunan serta data pribadi telah terlapor dengan benar.

Pendaftaran NIB

Nomor Induk Berusaha atau NIB merupakan nomor pengenal untuk pelaku bisnis. NIB berperan untuk menggantikan API, TDP, NIK dan RPTKA nila diperlukan. Jika Anda sudah mempunyai legalitas perusahaan tapi tidak mempunyai NIB, maka Anda perlu mendaftarkan NIB tempat usaha Anda atau perusahaan.

Pengajuan Izin Komersial dan Izin Usaha

Sama halnya dengan NIB. Izin usaha juga akan terbit sesudah NIB telah dikeluarkan, dan izin usaha diurus pada sistem OSS.

Terkait izin usaha sendiri menggantikan SIUP yang tadinya menjadi dokumen perizinan yang wajib untuk sebuah perusahaan tertentu yang sebelumnya dikeluarkan oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PTSP.

Dimana izin usaha akan diajukan lebih dulu setelah itu baru izin komersial. Dimana izin komersial ini berfungsi pada para badan usaha atau pelaku bisnis dengan bidang kegiatan operasional yang dijalankan memerlukan izin khusus. Seperti perusahaan produk kecantikan dan lain sebagainya. Jadi itu poin-poin yang perlu Anda ketahui terkait tahap mengajukan Izin mendirikan CV khususnya di Indonesia.