Cara Meninggalkan Kebiasaan Buruk Saat Kelola Keuangan

Kunci utama dari kehidupan yang berkecukupan, yaitu pandai dalam mengelola keuangan. Memang terdengar sederhana, tetapi pada kenyataannya tidak mudah untuk melakukannya. Karena dalam mengatur keuangan terkadang malah menjadi akar dari masalah finansial yang kerap kali dialami.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena dengan sengaja maupun tidak, Anda sudah terbiasa melakukan satu kebiasaan buruk ketika mengatur keuangan. Lalu apa sajakah kebiasaan tersebut? Simak penjelasan di bawah ini :

Berinvestasi pada instrumen yang salah

Tujuan utama dalam berinvestasi adalah untuk memberikan tambahan penghasilan secara passive income. Tetapi apa yang akan terjadi apabila investasi tersebut malah membuat Anda mengalami kerugian? Pastinya bukan mendapatkan untung tetapi malah buntung.

Karena itu, apabila ingin melakukan investasi, Anda harus tahu terlebih dahulu mengenai produk-produk yang disediakan. Jangan sampai Anda salah memilih instrumen, oleh sebab itu ada baiknya untuk mengikuti kelas-kelas investasi, berkumpul dengan orang-orang berpengalaman, membaca buku mengenai investasi dan masih banyak lagi.

Memiliki kebiasaan merusak diri

Pada poin ini yang dimaksud kebiasaan buruk adalah yang merujuk seperti merokok, berjudi, meminum minuman beralkohol serta perilaku konsumtif lain misalnya membeli barang atau produk yang tidak penting. 

Tentunya semua itu tidak hanya merusak diri sendiri, namun juga membuat arus ekonomi pribadi tidak terkontrol. Walaupun sulit, namun Anda tetap harus menghindari serta menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Tidak berpikir panjang saat mengambil keputusan

Saat Anda mengatur keuangan maka harus memikirkan tujuan serta rencana jangka panjang. Seperti membeli suatu produk, jangan membelinya bila hanya karena sedang diskon, padahal Anda tidak membutuhkannya.

Kemudian, saat membeli produk perhatikan juga kualitasnya. Jangan karena harganya yang murah, maka Anda mengabaikan kualitas dari produk tersebut. Karena kebanyakan barang dengan harga murah, lebih cepat rusak bila sudah begitu Anda akan membelinya lagi.

Jadi, lebih baik membeli produk yang sedikit lebih mahal, namun memiliki kualitas bagus. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang ekstra hanya untuk satu buah produk. Ingat untuk selalu memperhatikan hal-hal tersebut.

Kurang persiapan

Banyak sekali orang yang mengabaikan atau tidak memikirkan keadaan-keadaan darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu, misalnya terkena tilang, kecelakaan, sakit dan lain sebagainya. Nah, dikarenakan tidak memperhitungkan kondisi tersebut, Anda akan menjadi kesulitan dan sibuk mencari pinjaman.

Lalu cara mengatasinya bagaimana? Anda perlu menyisihkan uang untuk dana darurat dan memiliki asuransi kesehatan atau lainnya. Supaya ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, Anda memiliki dana cadangan.

Tidak berhati-hati saat menggunakan credit card

Karena sekarang syarat pengajuan kartu kredit terbilang mudah, bahkan tidak jarang para sales marketing dari bank malah mencari orang yang mau membuat credit card. Dengan alasan bahwa tidak akan ada biaya untuk administrasi dan tentunya akan membuat banyak orang tertarik.

Tetapi ada baiknya bila mendapatkan penawaran seperti itu, Anda mencari tahu terlebih dahulu informasi mengenai kartu kredit tersebut. Jangan sampai Anda tergiur dan langsung mengiyakan saja setiap tawaran yang datang tersebut.

Walaupun mereka bebas biaya administrasi, Anda jangan langsung percaya. Karena biasanya itu hanya pada tahun pertama saja. Lagipula, sebenarnya Anda akan tetap dikenai biaya saat melakukan transaksi. Karenanya, dalam penggunaan kartu kredit Anda harus bijaksana dan harus bisa membatasi atau mengendalikan diri.

Malas membuat pembukuan

Pernahkan Anda merasa kebingungan karena uang simpanan Anda di rekening atau dompet menipis padahal baru gajian? Penyebabnya bukanlah karena kecopetan, melainkan hal ini disebabkan Anda malas untuk mencatat pengeluaran. 

Dengan Anda mencatat semua aktivitas finansial, Anda bisa mengetahui kemana uang-uang tersebut pergi. Setelahnya tentu akan lebih mudah untuk mengontrol keuangan. Anda bisa melihat berapa pengeluaran terkecil hingga terkecil, masukkan semua nominal sekalipun itu untuk sedekah, pengamen atau sejenisnya. Karena terkadang hal-hal seperti itu yang paling sering Anda lakukan tanpa sadar.

Melihat contoh yang tidak benar

Ada kemungkinan bila Anda pernah melihat pengelolaan keuangan yang tidak benar dan Anda jadi terbawa dengan cara yang dilakukan tersebut. Apalagi bila kebiasaan ini sudah terbentuk sejak lama, misalnya saat kecil.

Karena supaya bisa mendapatkan kondisi keuangan yang baik, maka Anda harus mencontoh orang-orang yang memang mempunyai keahlian dalam hal pengelolaan keuangan atau berkonsultasi dengan ahlinya.

Belajar mengendalikan diri

Dalam hal mengatur keuangan Anda juga harus memiliki tekad yang kuat agar bisa mengendalikan diri. Karena semua kebiasan buruk yang telah dijabarkan di atas adalah hal yang memerlukan pengendalian diri supaya tidak mudah terlena dengan hal-hal menggoda. 

Mulailah untuk lebih detail dalam memperhatikan pengeluaran Anda, catat setiap uang yang keluar maupun masuk walaupun nominalnya kecil dan ingat jangan sampai kebiasaan-kebiasaan buruk datang kembali.