Cara Ternak Ayam Petelur

ternak ayam

Kali ini kami akan membahas tentang cara menernak ayam petelur. Ternak ayam bisa jadi bisnis mandiri modal kecil yang mampu menghasilkan keuntungan mencapai puluhan juta rupiah jika dikerjakan dengan serius. Dengan untung sebanyak itu, tentu banyak pebisnis merasa penasaran dan ingin mencobanya. Termasuk Anda yang saat ini sedang membaca artikel kami.

Mari simak langsung panduan cara ternak ayam berikut ini!

Apa itu Ayam Petelur?         

Terlebih dahulu Anda harus mengetahui apa yang disebut dengan ayam petelur sebelum mempelajari panduan ternak ayam petelur. Ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang diternak khusus untuk menghasilkan telur. Berdasarkan sejarah, ayam ini termasuk jenis ayam hutan yang dipelihara oleh para penduduk desa yang menjadikannya sumber makanan utama.

Namun seiring berjalannya waktu, produsen pangan mulai menyeleksi ayam-ayam tersebut untuk menemukan gen unggas petelur paling unggul. Produsen dapat membuang sifat jelek dan menjaga sifat baik ayam petelur dengan menyeleksi gen-gen unggul. Ayam petelur yang telah melalui proses seleksi akan dipakai untuk mendapatkan bibit bermutu.

Biasanya budidaya ayam petelur dimulai ketika menginjak usia 5 bulan, lalu menghasilkan telur sampai usia 1-2 tahun. Tahun-tahun awal ayam mulai bertelur adalah waktu produksi telur terbaik yang tidak boleh dilewatkan.

Panduan Ternak Ayam Petelur untuk Pemula      

Budidaya ayam petelur menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan keuntungan besar. Modalnya yang tidak terlalu besar membuat banyak masyarakat kita menaruh minat terhadapnya. Secara garis besar, ternak ayam petelur adalah kegiatan yang bertujuan menghasilkan telur untuk dijual. Dan seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan telur di pasar membuat bisnis ini sangat menjanjikan bagi siapapun orang yang menjalankannya.

Meskipun terdengar gampang dan berpeluang besar, kenyataannya Anda harus benar-benar paham dan belajar tentang cara melakukan bisnis ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan baik ini kami akan menyampaikan panduan budidaya ayam petelur bagi para pemula. Silahkan dicoba.

Siapkan Lokasi dan Kandang

ternak ayam petelur

Mulailah bisnis ini dengan menyiapkan lokasi dan kandang ayam petelur. Usahakan supaya lokasi kandang yang dipilih cukup jauh jaraknya dari pemukiman penduduk. Hal ini bertujuan supaya warga sekitar tidak terganggu dengan bau dari kotoran. Selain itu, pastikan juga lokasi kandang ayam tidak terlalu ramai supaya ayam yang Anda ternak tidak merasa stress. Tentukan lokasi kandang yang mudah diakses dengan transportasi seperti motor, sehingga Anda akan lebih mudah melakukan kontrol dan pemeliharaan.

Untuk kandang ternak ayam petelur, ada dua jenis yang bisa dipilih yaitu kandang baterai dan kandang koloni atau umbaran. Tentunya kedua jenis kandang tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pemilihan Bibit

Jika sudah selesai dengan urusan lokasi kandang, maka langkah selanjutnya adalah memilih bibit ayam petelur yang unggul. Kenali jenisnya terlebih dahulu, kemudian pilih ayam petelur mana yang akan dibudidayakan. Hal ini sangat penting dan menjadi kunci kesuksesan bisnis Anda. Besar kecilnya keuntungan yang didapat dari penjualan ditentukan oleh hasil dari telur ayam.

Jenis ayam petelur yang biasa diternak ada 2 macam yaitu ayam petelur cokelat dan petelur putih. Ayam dengan ras petelur putih memiliki ukuran yang lebih kecil daripada ayam petelur cokelat. Namun, untuk masalah nutrisi kedua telur ayam tidak ada yang berbeda. Hal yang perlu diperhatikan saat budidaya ini adalah pemilihan bibit unggul, sehat, dan tanpa cacat.

Ciri-ciri anakan ayam yang baik:

  •       Pada bagian dubur tidak terdapat feses (kotoran).
  •       Ukuran dan berat badan ideal (normal).
  •       Nafsu makan baik.
  •       Tidak cacat sama sekali.
  •       Bulu yang menutupi tubuh rata dan halus.

Memberikan Minum dan Pakan           

Untuk menghasilkan telur yang berkualitas, Anda harus memastikan ayam ternak tumbuh dengan sehat. Maka dari itu berikan minum dan pakan yang baik seperti konsentrat, tepung ikan, dan jagung. Ketiga jenis pakan ini mempunyai nutrisi dan kadar protein tinggi untuk ayam. Selama pemberian makan bibit ayam terdapat 2 fase yang harus dilewati, yaitu starter (empat minggu awal) dan finishing (minggu ke lima sampai enam). Sedangkan untuk minum, Anda bisa menambahkan obat anti stress dengan sedikit gula.

Merawat Kandang        

Cara ternak ayam petelur selanjutnya adalah dengan melakukan perawatan terhadap kandang. Kebersihan kandang harus selalu dijaga dan harus didahulukan karena sangat penting. Kandang yang bersih akan menghasilkan telur-telur berkualitas, tentu hal ini juga akan memberikan dampak pada proses penjualannya.

Vaksinasi Ayam

Bibit ayam harus dirawat dengan memberikan vaksin. Selain menjaga kebersihan kandang, pemberian vaksin adalah hal yang tidak boleh dilupakan karena sebagai sumber tambahan nutrisi dan vitamin untuk kesehatannya. Lakukan vaksinasi secara rutin supaya ayam tumbuh dengan sehat.

Panen Telur

Panen telur adalah kegiatan terakhir yang dilakukan saat ayam selesai bertelur. Pastikan telur yang dipanen memenuhi standar pasar. Lakukan panen setidaknya 3 kali sehari, yaitu di pagi, siang, dan sore hari.

Semoga informasi dan panduan ternak ayam di atas membantu para pemula. Terimakasih sudah membaca.