Ciri Pinjol Ilegal Tak Berizin OJK, Ada 9 Hal yang Patut Diperhatikan

Lowongan Kerja Kementerian Koperasi dan UKM Gaji Rp 8 Juta, Ini Syarat dan Cara Daftarnya (UNSPLASH/Carrie Allen)

Atur Duit – Mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah persyaratan mutlak yang dimiliki layanan fintech lending atau yang akrab sebagai pinjaman online (pinjol). Layanan pinjol legal sendiri wajib mengantongi izin OJK dan merupakan bagian dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Segera hindari layanan pinjol yang tidak memiliki ciri tersebut. Namun, berbagai modus penipuan layanan pinjol ilegal masih sering terjadi.

Dilaporkan oleh Polda Metro Jaya, sepanjang tahun 2022, penipuan pinjol menjadi salah satu kejahatan siber (cyber crime) tertinggi yang dilaporkan, hampir setara dengan ujaran kebencian. Pinjol-pinjol ilegal sendiri biasanya menggunakan beberapa metode untuk menggaet korban mereka. Misalnya, dengan mengirim jasa kredit tanpa persyaratan dan langsung cair melalui pesan SMS maupun WhatsApp hingga yang paling esktrem adalah dengan langsung mentransfer sejumlah uang kepada korban. Modus terakhir sendiri dilanjutkan dengan penagihan yang biasanya disertai ancaman, termasuk ancaman penyebaran data pribadi. Sehingga, tidak ada yang dapat dilakukan korban selain harus melunasi uang tersebut termasuk dengan bunga pinjaman yang biasanya tinggi dan tidak transparan.

Laporan OJK terkait pinjol ilegal

Fintech lending atau pinjaman online merupakan penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman/lender dengan penerima pinjaman/borrower dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik. Menjadi salah satu layanan kredit digital terutama untuk tempat pinjam uang, pinjol di Indonesia wajib berada di bawah perizinan dan pengawasan OJK. Serta wajib menjadi anggota dari AFPI berikut menggunakan layanan jasa penagihan atau debt collector bersertifikat AFPI.

Pada pembaruan tanggal 9 Maret 2023 daftar perusahaan fintech lending berizin OJK, sebanyak 102 perusahaan layanan pinjol telah memiliki izin resmi. Namun, di periode yang sama, OJK melaporkan tak kurang dari 4.400 perusahaan layanan pinjol belum mendapatkan izin dan masih beroperasi secara ilegal.  Hal ini menandakan bahwa fintech-fintech lending ilegal masih marak di tengah masyarakat dan menjadi momok mengerikan.

Bagaimana ciri pinjol ilegal yang harus diperhatikan?

Pertama, tidak terdaftar/tidak berizin dari OJK. Jangan pernah melakukan transaksi dengan layanan fintech lending yang tidak berizin OJK. Lakukan pemeriksaan secara berkala baik di laman OJK maupun AFPI.

Kedua, menggunakan SMS/Whatsapp dalam memberikan penawaran. Ini menjadi modus penipuan pinjol ilegal yang masih muncul hingga sekarang.

Ketiga, pemberian pinjaman sangat mudah.

Keempat, bunga atau biaya pinjaman serta denda tidak jelas karena pinjol ilegal tidak memberikan transparai kepada calon korban mereka.

Kelima, ancaman teror, intimidasi, pelecehan bagi peminjam yang tidak bisa membayar. Hal ini berkaitan dengan permintaan akses data pribadi di awal kontrak perjanjian.

Keenam, tidak mempunyai layanan pengaduan. Hal ini adalah salah satu ciri yang jelas akan layanan pinjol ilegal. Biasanya, fintech lending ilegal juga tidak memiliki alamat kantor yang jelas dan/atau bahkan terkesan ditutup-tutupi.

Ketujuh, tidak mengantongi identitas pengurus dan alamat kantor yang tidak jelas. Hal ini masih berkaitan dengan poin di atas.

Kedepala, eminta akses seluruh data pribadi yang ada di dalam gawai peminjam. Poin ini berkaitan dengan poin kelima, pinjol ilegal akan memanfaatkan data pribadi pengguna untuk meneror.

Kesembilan, pihak yang menagih atau debt collector tidak mengantongi sertifikasi penagihan yang dikeluarkan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).***