Daftar Pengusaha Tas Sukses dan Kiatnya

Karena memberikan prospek yang menjanjikan, tidak sedikit orang yang berkeinginan menjadi seorang pengusaha tas yang berhasil. Akan tetapi, yang namanya usaha tetap membutuhkan perjuangan tidak instan serta banyak menghadapi rintang.

Namun, tidak sedikit pula pengusaha di sektor tersebut berhasil mencapai kesuksesan, dan pastinya keberhasilan ini diiringi oleh perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Jika Anda ingin mengetahui beberapa nama pengusaha tas yang sukses serta kiatnya mereka, silahkan simak artikel ini sampai habis.

1.       Irwan Saputra

Irwan Saputra merupakan pengusaha tas muslim. Pria tersebut berasal dari kota Yogyakarta. Irwan sudah menjalankan usahanya dari tahun 2012 silam. Awalnya Irwan hanya seorang pekerja paruh waktu di suatu distro ketika ia masih menjadi seorang mahasiswa di salah satu kampus di kota Yogyakarta.

Ketika itu, Irwan memiliki keinginan untuk membuka bisnis tas namun terkendala modal. Tapi Irwan bertekad untuk sama sekali tidak meminjam dana dari bank karena ingin terhindar dari iba. Akhirnya dia memutuskan mengumpulkan modal terlebih dahulu lewat menjalankan metode dropship.

Pada prosesnya Irwan baru akan memesan produk ke pihak agen tas milik temannya bila ada pembeli yang memesan barang tersebut. Dulu Irwan rajin mempromosikan produk ini lewat Kaskus, yang pada masanya menjadi wadah bagi banyak orang untuk melakukan hal-hal menarik salah satunya mempromosikan dagangan.

Karena memiliki keunikan dari produk tas yang ditawarkan, Irwan pun mampu menarik perhatian calon pembeli. Setelah modal sudah terkumpul, akhirnya Irwan dapat memproduksi serta mengembangkan brand tasnya sendiri, yang diberi nama Ninenine.

Agar mudah mendapatkan bahan baku, ia memutuskan dengan membuka tempat produksi di kota Garut. Sementara gudang serta pemasarannya di kota Yogyakarta. Anak-anak remaja serta pekerja kantoran merupakan target pasar utama yang diincar oleh Irwan, terbukti dia bisa meraup omset sampai 15 juta per bulannya.

Sekarang Irwan menjadi pengusaha tas yang sukses dan sudah mempunyai banyak agen dan juga reseller serta dapat melebarkan sayap bisnisnya dengan memproduksi kemeja serta kaos keren.

2.       Nurul Fitri Istiqomah

Kisah Nurul berawal dari rasa kecewa ketika menjadi seorang reseller suatu produk tas yang ternyata memiliki kualitas buruk. Seperti, potongan bahan serta jahitannya tidak rapi, tidak tahan lama, dan beberapa kekurangan lainnya. Padahal di gambar tas tersebut terlihat sangat bagus.

Hal inilah yang menyebabkan para pelanggan mengeluh sebab tas yang dijual Nurul sama sekali jauh dari harapan para pembeli. Sampai-sampai para pelanggannya mulai kehilangan kepercayaan terhadap Nurul serta berhenti membeli tas ke dia.

Setelah itu, Nurul mendapatkan ide memulai bisnis dropship dengan menawarkan produk tas milik orang lain yang harganya lebih terjangkau namun tetap memiliki kualitas.

Ketika modal yang diperoleh lewat sistem dropship ini sudah terkumpul, Nurul mencoba memberanikan diri memproduksi sendiri tas dengan nama brand Qlavinka di tahun 2019. Nurul  membuat berbagai jenis tas wanita, mulai dri tas pinggang, tas bahu, dan tas selempang yang cenderung ringan, simpel dan sangat fashionable.

Harga tas yang diproduksi Nurul pun tergolong sangat terjangkau. Untuk target pasarnya ia mengincar konsumen berusia 25 sampai 38 tahun yang umumnya suka hangout. Mendapatkan pelajaran dari masa pahitnya dulu, Nurul jadi semakin berhati-hati serta teliti untuk urusan produksi barangnya. Ia selalu memastikan jahitannya rapi, resleting lancar, bahan kuat dan menggunakan rantai tas berkualitas.

Omset yang diraih Nurul dalam satu bulan bisa sampai ratusan juta, dan saat ini Nurul telah mempunyai banyak reseller atas produk tas yang dia miliki.

3.       Wahyu Aji Setiawan

Wahyu memulai bisnis tersebut ketika dia masih menjadi seorang mahasiswa disebuah perguruan tinggi, berawal dari rasa ingin mempunyai penghasilan tambahan di samping kesibukannya berkuliah. Wahyu pun melamar untuk menjadi pekerja paruh waktu kelima tempat berbeda, tapi semuanya ditolak.

Inilah awal mula lahirnya ide untuk menjadi pengusaha tas. Beberapa waktu dilewati, akhirnya Irwan memberanikan diri memproduksi tas karya sendiri dengan nama Ortiz. Ada satu kejadian dimana seorang dosen memberi tantangan kepadanya untuk memproduksi tas dalam jumlah yang besar. Ia pun ikut tertantang agar lebih serius untuk mengatur strategi serta manajemen bisnisnya.

Usahanya juga pernah mengalami penurunan yang disebabkan pesaing dari tas import mulai mendominasi pasar Indonesia yang membuat banyak produk lokal termasuk produk dia sendiri menjadi kalah. Akan tetapi ketekunannya membawa dia tetap berada dijalan yang tepat, dan momen itu benar-benar muncul saat ada sebuah perusahaan yang berasal dari Singapura memesan sekitar lima ribu tas.

Produk tas yang dijual ke SIngapura ternyata sangat laku dan disukai banyak pelanggan. Namun, pesanan ini terpaksa berhenti, sebab ternyata ada sebuah perusahan tas dari Spanyol yang meniru merek tasnya Wahyu. Sedangkan, brand produk tas milik dia pada saat itu pun belum dipatenkan. Hal ini membuat Wahyu mengalami kebangkrutan yang tidak terelakkan.

Tapi dia memutuskan untuk mencoba memproduksi tas lagi dengan nama yang baru, yakni EVrawood yang pastinya sudah memperhatikan hak paten. Tidak lama dari itu, Evrawood mengambil alih merek yang sebelumnya sempat tertunda agar tetap memenuhi pesanan dari Singapura. Saat ini Evrawood tidak hanya terkenal di Singapura saja, namun juga di beberapa negara lain seperti Inggris, Malaysia, Italia, Jerman hingga Belanda.