Hati-Hati, Ini Akibatnya Kalau Bohong Pada Surat Lamaran

surat lamaran kerja

Sebuah kebohongan pada kondisi apapun serta kepada siapapun bukan perbuatan yang baik dan jelas tidak terpuji. Apalagi untuk urusan melamar pekerjaan, surat tersebut memang hanya selembar kertas. Namun, jangan pernah berpikiran untuk berbohong hanya agar curriculum vitae terlihat menarik, menambahkan banyak skill dan mengada-ngada tentang pengalaman bekerja.

Sudah pasti sejak awal pihak HRD tidak akan begitu saja percaya dengan isi dari surat lamaran yang Anda buat. Karena itulah diadakan proses wawancara untuk memeriksa background serta rekam jejak seorang pelamar. Mereka akan menghubungi kantor lama Anda dan menanyakan bagaimana kinerja Anda selama bekerja disana.

Bahkan mereka juga akan memeriksa sosial media yang Anda miliki. Semua itu dilakukan oleh pihak HRD guna mencari kebenaran, apakah memang sesuai dengan yang tertulis pada surat lamaran atau tidak. Selain itu, hal tersebut juga bertujuan agar perusahaan memperoleh karyawan dengan kompetensi serta kredibilitas baik juga jujur.

Resiko bila Anda berbohong pada surat lamaran

Setiap kebohongan tentu akan ada timbal baliknya begitu pula dengan ketika Anda berbohong mengenai isi surat lamaran kerja. Berikut adalah akibat bila Anda berbohong :

Membuat namamu jelek di mata perusahaan

Pastinya ketika Anda berbuat satu kebohongan atau tipu daya, ketika ketahuan akan membuat catatan Anda menjadi jelek. Nama baik yang telah Anda bangun di masa wawancara akan menjadi percuma. Ibarat pepatah yang mengatakan, nila setitik akan merusak susu sebelanga. 

Surat lamaran yang Anda berikan, sudah pasti langsung ditolak. Karena pihak perusahaan akan menganggap, baru melamar saja sudah berani berbohong. Bagaimana bila telah diterima dan mulai bekerja.

Akan masuk daftar hitam perusahaan

Ini merupakan kemungkinan terburuk yang akan Anda dapatkan ketika pihak perusahaan tahu bila ada kebohongan pada surat lamaran. Anda akan di pada daftar hitam perusahaan. Bahkan bisa saja Anda juga di blacklist dari anak perusahaan, jadi Anda tidak akan bisa bekerja di perusahaan tersebut beserta cabang-cabangnya.

Kemungkinan akan dipecat dari perusahaan

Bila HRD tempat Anda bekerja mengetahui perihal kebohongan tersebut setelah Anda diterima bekerja, kemungkinan terbesar adalah terjadi pemecatan. Jadi, posisi yang sudah didapat pasti akan segera Anda tinggalkan.

Anda harus ingat, bahwa serapat-rapatnya menutupi bangkai, pasti akan tercium. Begitu pula ketika Anda berdusta, kebohongan tersebut pasti akan terbongkar. Tentunya Anda juga menerima konsekuensinya. Hal terburuk adalah akan diberhentikan dengan tidak hormat karena dianggap mengelabui pihak perusahaan.

Hidup menjadi tidak tenang

Ketika seseorang berbohong, maka hidupnya tidak akan tenang. Karena terlalu sering mengucap omong kosong. Begitu Anda berkata bohong, hati akan terus merasa ketakutan bila suatu hari nanti ketahuan.

Padahal sebuah kebohongan pasti akan terungkap. Bila tidak sekarang, bisa saja besok, atau minggu depan atau hari lainnya. Anda akan selalu dihantui oleh rasa takut, ketakutan bila dipecat. Dikarenakan perasaan tersebut, kinerja menjadi terganggu dan dapat mengurangi kualitas hidup.

Akan selalu berbohong

Bila sudah pernah berbohong, maka biasanya akan terus melakukan hal tersebut. Karena mereka pasti akan mengulanginya untuk menutupi kebohongan lainnya. Akan sulit bagi seorang pembohong untuk berhenti melakukan kebohongan.

Jujur dalam pembuatannya

Anda tidak perlu memoles CV dengan hal-hal yang tidak perlu apalagi sampai berbohong, hanya agar surat lamaran Anda dilirik oleh HRD. Namun, sebaiknya Anda memasukkan kemampuan, kompetensi serta keahlian. Misalnya seperti dapat menggunakan adobe photoshop, menguasai editing video, menguasai SEO serta prestasi-prestasi lainnya.

Bisa melampirkan beberapa sertifikat pendukung yang membuktikan bila Anda memang menguasai bahasa asing secara aktif, sebutkan bahasa apa saja yang dikuasai. Semua itu nantinya akan menjadi pertimbangan pihak HRD apakah Anda memang layak untuk bergabung di perusahaan.

Kemudian, bila memang tidak memiliki keahlian atau prestasi apapun. Katakan saja secara terus terang, jangan berbohong dan bila hanya dapat melakukan satu dua hal, katakan saja tidak perlu ditutup-tutupi.

Anda bisa membuat CV semenarik mungkin, namun jangan lebay. Anda bisa memanfaatkan beberapa aplikasi pembuat surat lamaran supaya CV Anda menjadi menarik dan unik. Jadi, surat lamaran Anda tidak monoton.

Selain surat lamaran konvensional, Anda juga dapat melamar kerja dengan menggunakan curriculum vitae online. Tentunya tidak memakai kertas dan mengandalkan MS Office. Namun, menggunakan situs khusus untuk pembuatan surat lamaran online, contohnya seperti Canva, Visual CS, Resume.com, dan masih banyak aplikasi lainnya.

Karena itu, jangan pernah Anda mencoba untuk berbohong walau hanya surat lamaran pekerjaan. Karena pihak HRD akan dapat mengetahuinya. Apabila hal itu sampai terjadi tentu saja semua resiko diatas bisa menimpa Anda. Tentunya Anda tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan?