Hidup dengan Keuangan Sehat lewat Tips Berikut Ini

Agar dapat memiliki perencanaan keuangan yang sehat, namun perlu sedikit usaha agar bisa merealisasikannya. Karena tidak sedikit orang-orang yang memiliki rencana untuk menyisihkan uang agar ditabungkan, tapi berbagai godaan bisa menjadi penghalang dari niat baik tersebut, seperti memodifikasi kendaraan dan lain sebagainya akhirngan keuangan menjadi tidak beraturan.

Namun, Anda juga harus tahu bahwa perencanaan keuangan di sini harus realistis dan dapat tercapai. Bukan sekedar memasang target saja. Sebelum mengulas tips perencanaan keuangan, Anda harus memperhatikan beberapa poin berikut ini, antara lain:

Menyiapkan Rekening

Anda bisa menghitung kembali, berapa total rekening milik Anda? Bila Anda hanya mempunyai profesi saja, mempunyai dua rekening dirasa sangat cukup. Sebagai rekening gaji, dan satu lainnya rekening khusus tabungan. Beda halnya bisa Anda seorang pegawai yang juga memiliki bisnis sampingan. Ada baiknya rekening pendapatan bulanan serta pemasukan dari usaha perlu dipisah. Dengan pemisahan setiap rekening bank ini tenta akan memudahkan dalam pemantauan arus keuangan secara berkala.

Menggunakan Satu kartu kredit

Mempunyai lebih dari satu kartu kredit, memungkinkan Anda akan menjadi lebih boros, pastinya dapat mengganggu rencana keuangan Anda yang telah disusun sedemikian rupa. Jadi, sebelum Anda menyusun rencana keuangan, ada baiknya menyortir lebih dahulu kartu kredit yang Anda miliki dan maksimal gunakan satu kartu kartu kredit.

Jika sudah menerapkan kedua hal penting di atas, selanjutnya baru Anda bisa menyusun rencana keuangan, Anda bisa mengikuti beberapa tips dibawah ini ketika akan menyusun rencana keuangan yang jauh lebih sehat supaya hidup semakin sejahtera.

1.       Menetapkan Tujuan Keuangan

Terlihat sepele, namun cukup penting bagi kondisi keuangan. Setiap akan merancang suatu hal, seseorang harus memiliki tujuan yang jelas. Seperti, Apakah Anda memiliki target untuk menyimpan tabungan umroh, atau rencana renovasi rumah, melakukan investasi di sebuah asuransi hingga lainnya.

Menentukan tujuan keuangan dapat memudahkan dalam menghitung pengeluaran dan pemasukan rutin dan berapa yang dapat disimpan untuk tabungan. Hal tersebut untuk mengetahui apakah target finansial di tahun tersebut memang realistis untuk raih.

2.       Membuat Daftar Laporan Keuangan

Anda bisa menyusun laporan keuangan yang datanya dari catatan tahun sebelumnya. Seperti laporan bank, asuransi, rekening investasi, tagihan kartu kredit, hingga keperluan lainnya. Hal ini juga bisa membantu Anda dalam penyusunan rata-rata angka bulanan. Semakin banyaknya informasi arus dari pergerakan uang Anda, maka akan semakin bagus perencanaan keuangan yang dapat disusun.

3.       Membuat Daftar Rincian Pengeluaran dan Pemasukan Bulanan

Membuat rincian pengeluaran dan pemasukan rutin setiap bulan. Lewat ini, Anda dapat mem perhitungan seberapa besar dana yang dialokasikan untuk semua pengeluaran dalam satu bulan, berapa yang dapat disisihkan untuk dijadikan tabungan serta investasi. Bila mempunyai lebih banyak sumber pendapatan, Anda bisa membuat rata-rata jumlah pendapatan selama ini.

Anda bisa menyusun rincian pengeluaran selama ini, beberapa pengeluaran tersebut, contohnya:

  •         Dana kebutuhan belanja bulanan
  •         Dana hiburan
  •         Dana jajan di luar
  •         Dana Asuransi kesehatan, properti, mobil dan lain-lain
  •         Dana Cicilan kartu kredit
  •         Dana tabungan dan investasi

Untuk menyusun anggaran diatas, Anda perlu menggunakan rumus yang dalam mengelola pendapatan dengan menerapkan metode 50-30-20. Dengan rincian 50 untuk kebutuhan pokok, 30 untuk keperluan pribadi, serta 20 untuk dialokasikan menjadi tabungan.

4.       Mengelompokkan Pengeluaran Variabel dan Pengeluaran Tetap

Sesudah Anda menyusun daftar pengeluaran, selanjutnya kelompokkanlah ke dalam dua macam yakni biaya variabel dan biaya tetap.

Biaya tetap sejatinya besaran biayanya relatif sama setiap bulan serta masuk ke dalam kebutuhan rutin. Biaya ini seperti cicilan mobil atau rumah, sewa rumah, premi asuransi, layanan internet, biaya pulsa, tabungan pensiun, cicilan kartu kredit, dan lain sebagainya. Nominal biaya tetap umumnya tidak banyak mengalami perubahan.

Biaya variabel merupakan pengeluaran angkanya biasanya berubah, sesuai kebutuhan Anda. Seperti pembelian bahan bakar, bahan makanan, biaya tidak terduga, pengeluaran bersenang-senang, hiburan, dan lain sebagainya. Walaupun jumlahnya tidak tetap, tapi Anda tetap perlu mengalokasikan dengan jumlah yang wajar.

5.       Mengecek Hasil Perhitungan Pengeluaran dan Pemasukan

Anda perlu mengecek kembali hasil pencatatan kemudian totalkan jumlah prediksi pengeluaran dan pemasukan. Apakah jumlahnya lebih besar penghasilan dari pengeluaran? BIla iya, Anda dapat sedikit bersyukur. Anda tinggal berkomitmen supaya disiplin terhadap perencanaan keuangan yang sudah ditetapkan pada tahun tersebut.

Sebaliknya, bila pengeluaran Anda ternyata malah lebih besar dibanding penghasilan, maka Anda perlu mengubah lagi beberapa komponen atau anggaran pengeluaran supaya lebih wajar atau realistis. Intinya jangan sampai lebih besar pengeluaran dibanding pemasukan Anda. Hal tersebut bisa merusak atau mengganggu kesehatan finansial Anda. Maka dari itu, susunlah perencanaan keuangan yang lebih terstruktur agar perencanaan keuangan bisa berjalan dengan baik.