Inilah Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Baik

Pernakah secara tidak sadar Anda merasakan gaji bulanan yang dimiliki sudah menipis padahal masih di pertengahan bulan ? Faktanya masih banyak orang yang mengalami kejadian seperti ini dan pada akhirnya mereka kebingungan bagaimana mencukupi kebutuhan sampai akhir bulan. Kondisi seperti ini disebabkan oleh buruknya pengelolaan uang. 

Seringkali pengeluaran kita setiap bulannya tidak terkontrol dengan baik sehingga mengakibatkan arus kas menjadi kacau. Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus mengelola atau mengatur keuangan kita dengan baik. 

Mengapa kita harus mengatur keuangan pribadi dengan baik ? Inilah alasannya :

  • Adanya proteksi yang baik pada keuangan kita di masa depan.
  • Membantu kita mengatasi hal-hal yang tidak terduga yang tidak diinginkan. 
  • Membiasakan diri untuk memiliki tabungan. 
  • Keuangan menjadi lebih stabil walaupun ada pengeluaran yang sifatnya mendadak.
  • Kita bisa menghindari hutang. 

Melihat manfaat yang bisa kita dapatkan dari pengelolaan keuangan yang baik, maka tidak ada salahnya kita segera atur keuangan pribadi kita dengan cara sebagai berikut :

  • Menyusun anggaran

Jika kita ingin mengatur keuangan dengan baik maka susunlah anggaran terlebih dahulu. Sebelum menyusun anggaran ada dua komponen yang mesti dipahami yaitu pemasukan atau penghasilan dan yang kedua yaitu pengeluaran.

Pemasukan itu bisa bersumber dari penghasilan tetap maupun tidak tetap. Pemasukan tetap meliputi gaji bulanan yang diperoleh setiap bulannya secara rutin. Sementara penghasilan tidak tetap meliputi imbal hasil investasi, komisi penjualan, bonus dari kantor, keuntungan bisnis, side job, dan lain-lain. Penghasilan tidak tetap jumlahnya bervariasi dan tidak selalu sama setiap bulannya.

Nah, sedangkan pengeluaran bulanan harus kita bagi lagi pos-pos mana yang masuk ke dalam kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder.

Kebutuhan primer atau yang sering kita kenal sebagai kebutuhan pokok ini sifatnya harus terpenuhi tiap bulan. Seperti yang sudah kita ketahui yang termasuk ke dalam pengeluaran ini yaitu kebutuhan makan sehari-hari, sewa kos atau kontrakan, berbagai tagihan, transportasi, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan kebutuhan primer atau pokok, kebutuhan sekunder ini sifatnya untuk memenuhi keinginan. Jadi, kebutuhan ini tidak harus terpenuhi saat itu juga. Contohnya pengeluaran untuk membeli pakaian, skincare, hiburan (liburan, nongkrong, dll) serta biaya untuk perawatan ke salon atau kebugaran (gym,yoga, dll).

  • Membuat alokasi anggaran dengan metode 50/30/20

Cara selanjutnya adalah membuat alokasi anggaran, salah satunya menggunakan metode 50/30/20 yang cukup populer di kalangan masyarakat. Metode tersebut merupakan persentase alokasi pengeluaran yakni 50% untuk mencukupi kebutuhan pokok, 30% untuk hiburan atau kebutuhan sekunder dan 20% untuk investasi atau menabung. 

Usahakan pengeluaran kebutuhan pokok tidak melebihi 50% dari pemasukan bulanan. Susunlah daftar kebutuhan pokok dengan menggunakan skala prioritas. Nah, sedangkan untuk pengeluaran kebutuhan sekunder karena sifatnya tidak wajib dipenuhi kita bisa menyisihkan alokasi 30% tadi untuk kebutuhan mendesak lainnya misalnya melunasi hutang. Jadi, jangan terlalu terpaku pada alokasi pada kebutuhan sekunder ini. Segera sisihkan gaji atau penghasilan yang diterima sebesar 20% untuk investasi, tabungan, dan juga asuransi. 

Namun kebutuhan setiap orang berbeda-beda dan persentase di atas tidak harus dijadikan patokan. Ada juga yang menggunakan metode 60/20/20. Pada intinya, kita harus mengalokasikan anggaran dengan tepat.

  • Mencatat pemasukan dan pengeluaran 

Kita bisa mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran pribadi karena ini akan membantu kita untuk mengatur keuangan dengan baik. Cara ini harus dilakukan dengan disiplin dan konsisten, agar keuangan bulanan kita tidak berantakan. Dengan mencatat keuangan, kita bisa melacak setiap pengeluaran yang dibelanjakan sehingga bulan berikutnya kita kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting.

  • Bijaklah dalam menggunakan kartu kredit

Memiliki kartu kredit memang akan memudahkan kita untuk membelanjakan barang yang ingin dibeli dengan cara mengangsur setiap bulannya. Tetapi kita juga harus bisa mengontrol dengan bijak penggunaan kartu kredit sesuai dengan porsinya. Dan hindari menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan yang sifatnya terlalu konsumtif. Jangan mudah tergiur dengan promo-promo yang ditawarkan kartu kredit dan hindari untuk meminjamkan kartu kredit ke orang terdekat. Karena kita akan sulit mengontrol semua pengeluaran yang menggunakan kartu kredit. Namun kalau bisa jangan pernah mencoba untuk mengajukan kartu kredit untuk menghindari gaya hidup konsumtif dan pengeluaran yang boros.

 

Itulah tadi cara yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan pribadi dengan baik. Meskipun tidak mudah namun jika dilakukan secara konsisten maka kita pasti berhasil melakukannya. Sebab, mengatur keuangan yang baik dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk mencapai kesuksesan di masa depan. Oleh karena itu, mulailah dari sekarang untuk bijak dalam mengelola atau mengatur uang pribadi kita tanpa harus melihat berapa besar penghasilan yang diperoleh setiap bulannya.