Karakteristik Investasi Bodong dan Tips Aman Melakukan Investasi

investasi bodong

Dunia investasi memang selalu menarik dan seru untuk dibahas, apalagi ada banyak platform yang memberikan kemudahan dan penghasilan yang didapatkan begitu fantastis. Tidak heran, topik bahasan terkait dunia investasi sedang naik daun dan banyak diulas oleh berbagai lapisan masyarakat untuk mendapatkan sumber penghasilan yang diinginkan. 

Kebutuhan investasi memang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dan kebebasan keuangan yang tepat kedepannya. Sehingga, kehidupan kedepannya akan jauh lebih terjamin dan terukur, karena mempunyai sumber pemasukan yang stabil. Tapi, jika ini pengalaman pertama dalam investasi, jangan asal dan sembarangan, karena ada banyak investasi bodong. 

Karakteristik Investasi Bodong 

Untuk Anda yang baru terjun dalam dunia investasi, penting sekali untuk berhati-hati. Khususnya pada bentuk investasi yang menawarkan keuntungan yang begitu besar dan dalam kurun waktu yang instan. Tindakan tersebut tentu akan sangat merugikan, bahkan keuntungan yang diimpikan hanya berakhir buntung. 

Lantas, bagaimana untuk menghindari investasi bodong tersebut? Berikut ini kami akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda lihat dan pahami. 

1. Tidak Ada Izin 

Saat ini memang banyak platform online yang memberikan penawaran untuk investasi yang mudah dan praktis untuk dilakukan. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk memilih tempat investasi tersebut, pastikan sudah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga khusus yang mengawasinya. 

Apabila Anda tidak mengecek dan memahaminya secara menyeluruh, maka akan ada dampak besar yang akan terjadi. Paling utama adalah mengalami kerugian materi, sehingga sebelum investasi online dari saham, reksadana, atau bentuk lainnya secara online Anda harus benar-benar melihat dan mempertimbangkan semuanya. 

2. Keuntungan Diberikan Terlalu Tinggi 

Investasi memang menjadi alternatif untuk Anda yang ingin mendapatkan pasif income yang menjanjikan, terpenting Anda mempercayakannya pada tempat yang tepat dan memiliki izin resmi yang ada. Memang ada banyak orang sukses hanya bergantung dari investasi, tapi semuanya melalui proses atau perjalanan yang panjang untuk mencapainya. 

Apabila ini pengalaman pertama Anda dalam memulai untuk investasi, maka hindari penawaran dengan iming-iming memberikan return atau hasil yang terlalu tinggi. Apalagi jika dikalkulasi terasa tidak wajar, karena keuntungan yang paling sering ditemui untuk investasi jangka panjang sendiri kisaran 15 persen sampai 20 persen, apabila lebih dari itu perlu dihindari. 

3. Profit Kurun Waktu Singkat 

Tidak ada namanya hasil yang didapatkan dalam waktu instan, semuanya harus melalui berbagai proses yang panjang untuk bisa menikmatinya. Selalu ada kerja keras dan waktu yang harus dikorbankan. Meskipun investasi solusi untuk financial freedom, prosesnya pun masih membutuhkan waktu yang panjang dan tidak sebentar. 

Apalagi prinsip dalam dunia investasi itu high risk, high income. Jadi, apabila ada yang menawarkan investasi dalam kurun waktu yang singkat, keuntungan yang besar, dan resiko yang kecil. Rasanya sangat mustahil untuk dilakukan, karena tindakan tersebut hanya iming-iming semata dan berakhir dengan banyak kerugian. 

4. Produk dan Perusahaan Tidak Jelas

Sebelum melakukan investasi memang Anda dituntut untuk aktif mencari dan melihat beberapa perkembangan yang ada. Kenali dengan baik mengenai produk dan perusahaan yang memberikan nilai investasinya. Apabila Anda salah dalam bertindak dan tidak memperhatikan semuanya secara menyeluruh, maka berakhir dengan kerugian besar. 

Paling sering terjadi terjebak pada investasi bodong. Cara yang paling tepat untuk Anda lakukan ketika ingin melakukan investasi adalah memilih jenis investasi yang umum terlebih dahulu, jika ingin investasi saham lebih baik pilih saham bluechip saja yang sudah dikenal dan memberikan profit menarik untuk Anda dapatkan, khususnya untuk jangka panjang. 

Tips Aman Memilih Investasi

1. Tidak Mudah Tergiur 

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah untuk tidak mudah tergiur dengan beberapa penawaran yang diberikan. Apalagi memberikan keuntungan dalam kurun waktu dekat dan minim resiko, maka bisa jadi itu bagian dari investasi bodong. Jika ini melakukan investasi, pastikan Anda benar-benar mengenal konsekuensi dan kebutuhannya. 

Lebih baik pelajari terlebih dahulu sebelum memulai, karena ada banyak informasi yang mudah untuk Anda akses dan menarik untuk dipahami. 

2. Mengantongi Perizinan OJK

Semua layanan berbasis investasi seharusnya sudah mengantongi perizinan resmi dari OJK dan tercatat secara resmi. Jika Anda ingin melihat status perusahaannya, maka Anda bisa langsung mengunjungi situs OJK dan lihat perkembangannya. 

3. SIUP Bukan Bagian Investasi 

Jangan sampai Anda terjebak dengan pola marketing yang diberikan oleh oknum investasi bodong yang mengatasnamakan kalau perusahaannya resmi dan berstatus PT, terutama dengan mencantumkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Karena bentuk investasi berbeda dan bukan berdasarkan dari perizinan tersebut. 

Kebutuhan SIUP bukan untuk menghimpun dana dari publik dan bukan bagian dari perizinan untuk pengelolaan investasi, sehingga harus benar-benar dipahami. 

 

Nah, jika Anda tertarik untuk masuk dalam dunia investasi, lebih baik untuk pelajari terlebih dahulu dan jangan sampai terjebak pada investasi bodong.