Kebiasaan Kaum Milenial dalam Mengatur Keuangan

Pada kehidupan bermasyarakat pasti pernah dengar dengan sebutan kaum milenial kan? kaum milenial atau biasa disebut generasi Z ini adalah sebagian dari masyarakat yang lahir di tahun 90an sampai 2000an. riset yang dilakukan oleh para ahli mengatakan bahwa generasi Z ini adalah generasi yang memiliki ancaman tentang masa depannya karena mereka cenderung sangat konsumtif dan malas.

beberapa riset dengan survey mengatakan lebih dari 50% kaum milenial tidak bisa mengatur keuangan pribadinya sehingga banyak dari usia muda hanya mementingkan keinginan daripada kebutuhan dan ketika masuk masa tuanya tidak memiliki aset maupun investasi jangka panjang di hari tuanya.

Teknologi yang semakin pesat membuat generasi Z lebih mengandalkan internet sebagai media untuk mencari informasi dan juga mencari keuntungan dari platform yang ditawarkan oleh internet. namun dengan terlalu mengandalkan dunia maya akan memiliki pengetahuan lebih tinggi daripada generasi biasa yang lebih mengandalkan teknologi konvensional.

hal ini merupakan titik lemah keamanan data diri yang sangat sensitif dalam dunia maya. salah satunya adalah bahaya cyber crime dan juga generasi ini sangat tidak memikirkan untuk memberikan perlindungan data dirinya.

Kebiasaan buruk tentang keuangan yang diderita oleh kaum milenial karena tidak memikirkan dana masa depan, bahkan untuk menabung tidak dapat terjangkau sehingga ketika memiliki kebutuhan mendadak akan bingung untuk mencari hutangan, lalu apa saja kebiasaan kaum milenial dalam mengatur keuangannya? simak uraiannya dibawah ini

Kebiasaan Kaum Milenial Mengatur Keuangan

Kaum milenial kebanyakan tidak memiliki pemikiran jangka panjang dan dalam kenyataannya itu adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh kaum milenial dan mereka masih sering tidak memperdulikan hal tersebut, yang mereka pikirkan hanyalah keinginan selalu eksis di media sosial.

  • Masih Tergiur Berbelanja Online
    Kaum milenial masih sangat sulit menghindari keinginan untuk berbelanja online, apalagi banyak penawaran dari toko online berupa diskon, potongan harga hingga promo beli 1 gratis 1, lalu lebih parahnya kaum milenial melakukan segala cara untuk mendapatkan barang targetnya di online shop, salah satunya menggunakan kredit card hingga limit yang diberikan hingga di batas maksimal. hal ini membuat kaum milenial akan kesulitan membayar tagihan bulananya.
  • Menghabiskan Banyak Uang Untuk Keinginan
    Setiap orang normal pasti memiliki sedikit uang untuk bersenang -senang dan juga sedikit uang untuk dialokasikan tabungan atau investasi, tetapi sebagian besar kaum milenial uang yang didapat dihabiskan untuk biaya keinginan yang tidak perlu, jika hal ini terlalu lama dilakukan maka kaum milenial akan tidak memiliki aset maupun investasi, dan dihitung secara finansial hal ini dapat membuat kebangkrutan. 

Biasanya biaya keinginan ini mencakup seringnya makan diluar, nongkrong di cafe yang menonjolkan instagramable lalu belanja online yang tidak dibatasi limitnya.

  • Tidak Memikirkan Anggaran Bulanan
    Kaum milenial cenderung tidak memikirkan anggaran bulanan yang seharusnya dilakukannya, pada dasarnya anggaran ini akan membuat kesehatan keuangan kaum milenial lebih tertata dan juga tidak akan ada tumpang tindih dalam kebutuhan bulanannya, hal ini merupakan salah satu sinyal kuat yang harus dipecahkan oleh kaum milenial supaya memiliki finansial yang sehat. kaum milenial harus memiliki upaya lebih untuk memikirkan lebih matang keuangannya.
  • Mengandalkan Kartu Kredit Untuk Berbelanja
    Kaum milenial dengan finansial yang buruk pasti cenderung menggunakan kartu kredit daripada kartu debit, hal ini merupakan kebiasaan yang akan sulit dibatasi karena sudah nyaman dengan berhutang menggunakan teknologi pembayaran digital. jika menggunakan kartu debit mungkin kaum milenial kurang puas dengan belanja atau transaksi yang dilakukannya, namun hal ini yang bakal membuat masalah kedepannya, uang pemasukan hanya habis begitu saja karena kesalahannya mengatur keuangan.
  • Wajib Mengunjungi Cafe yang Menonjolkan Instagramable
    Kebiasaan kaum milenial yang dianggap keren di lingkungan mereka ini sebenarnya adalah masalah yang sangat sepele, namun pada kenyataannya merupakan salah satu masalah yang dapat merugikan keuangan. Keinginan yang selalu mengunjungi cafe unik dan instagramable sebenarnya tidak masalah tetapi terlalu sering mengunjungi akan membuat boros keuangan kaum milenial, setidaknya anggaran biaya kebutuhan akan terkuras karena harus menutup biaya keinginan untuk terlihat keren ini.
  • Masih Mengikuti Prinsip You Only Live Once (YOLO)
    Kebiasaan kaum milenial yang banyak terjadi walaupun tanpa disadari adalah prinsip Yolo, salah satu contohnya mengikuti keinginan untuk berbelanja dengan transaksi besar tanpa mengetahui dampak pada keuangan, hal ini sebagai ajang pamer kepada kaum milenial lain supaya tetap eksis di lingkungannya.

Nah jadi itulah kebiasaan kaum milenial dalam mengatur keuangan, kebanyakan kaum milenial lebih sering memberikan dampak negatif pada dirinya sendiri namun tidak banyak juga yang dapat mengatur keuangan dengan baik dan membuat strategi keuangan jangka panjang.