Macam-Macam Surat Pengunduran Diri Kerja

surat pengunduran diri

Surat resign atau pengunduran diri adalah hal penting dan wajib Anda sertakan ketika ingin mengundurkan diri dari perusahaan tempat Anda bekerja saat ini. Terlepas dari banyaknya hal yang membuat Anda tidak merasa nyaman dan memilih untuk resign.

Tetap saja Anda harus membuat surat ini, karena ini merupakan satu bentuk dari etika dalam pengunduran diri. Tentunya, dalam hal ini Anda mematuhinya supaya tidak meninggalkan citra yang buruk di mata rekan kerja dan atasan.

Macam-Macam Surat Resign

  1. Pemberitahuan satu bulan sebelum resign

Surat ini memiliki sebutan one-month notice, dimana Anda harus memberikan pemberitahuan secara resmi satu bulan sebelum resign dari perusahaan. Dengan begitu Anda memberikan waktu kepada atasan untuk mencari seorang pengganti.

Bila pengganti tersebut bisa didapatkan sebelum satu bulan, maka Anda dipersilahkan membantu pegawai tersebut untuk mempelajari segala hal yang nantinya menjadi tanggung jawabnya. Karenanya jenis surat resign ini merupakan yang paling direkomendasikan.

  1. Pemberitahuan dua minggu sebelum resign

Kemudian ada pula two weeks notice, dimana Anda memberitahukan pihak perusahaan dua minggu sebelum resign. Walau sebenarnya jenis yang kedua ini rentan ditolak karena dianggap terlalu mendadak.

Kecuali alasan yang Anda memang masuk akal dan logis untuk bisa diterima oleh pihak perusahaan. Contohnya karena Anda sakit, ada urusan keluarga yang mendesak, atau perusahaan dimana Anda melamar pekerjaan ingin Anda cepat masuk kerja.

Keperluan yang harus Anda perhatikan sebelum resign

1. Berdiskusilah dengan atasan

Akan lebih baik bila Anda berdiskusi dengan atasan terlebih dahulu sebelum memutuskan membuat surat resign. Mengapa demikian? Karena selama ini Anda adalah orang yang bekerja sama dengannya, katakan saja alasan Anda memilih untuk mengundurkan diri. Anda bisa mendengarkan pendapatnya, bahkan mungkin atasan Anda akan memberikan rekomendasi perusahaan yang cocok untuk Anda.

2. Jelaskan alasan dan tujuan mengapa Anda resign

Pastikan lagi bila Anda memang telah yakin akan mengundurkan lagi. Perjelas kembali mengapa memutuskan hal tersebut serta tujuan Anda memilih resign dari perusahaan tersebut.

3. Cek kontrak

Ini merupakan hal penting sebelum Anda membuat surat resign, yaitu cek kembali surat kontrak Anda ketika awal bekerja. Apakah pengunduran diri Anda memang sudah habis masanya atau masih dalam masa kerja. Periksa apakah bila Anda mengundurkan diri dan kontrak masih berjalan, apa saja konsekuensi yang akan Anda terima.

4. Tulis surat

Setiap perusahaan pasti memiliki struktur serta sistem kerja yang baik tentunya mempunyai prosedur dalam segala hal. Termasuk tentang pengunduran diri atau resign. Anda tidak dapat sekadar mengirimkan sebuah pesan singkat ataupun berbicara secara langsung kepada pihak HRD dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan tempat kerja. Umumnya Anda harus membuat surat resign dan menyerahkannya kepada bagian yang berwenang.

5. Bersiap ketika memperoleh penawaran ulang

Bila Anda merupakan pegawai yang mumpuni, hal yang satu ini pasti akan dipertanyakan ketika Anda mengajukan resign. Perusahaan akan berusaha menahan Anda bahkan bisa saja mereka memberikan sebuah penawaran yang menggiurkan, seperti kenaikan gaji, menambahkan fasilitas kerja, bonus hingga menaikan pangkat. Jadi, Anda harus benar-benar menguatkan tekad dan jangan sampai tergiur dengan penawaran yang diajukan.

6. Kembalikan aset

Apabila selama bekerja Anda mendapatkan fasilitas dari perusahaan. Maka kembalikan kepada perusahaan. Karena begitu surat resign Anda disetujui, fasilitas tersebut bukan lagi menjadi hak Anda.

7. Delegasikan pekerjaan

Ketika Anda memutuskan untuk resign dan disetujui oleh pihak perusahaan, maka posisi tersebut bukan lagi milik Anda. Karenanya delegasikan tugas serta pekerjaan Anda kepada orang yang menggantikan tersebut. Jelaskan secara terperinci kepadanya.

Struktur Surat Pengunduran Diri

  1. Anda dapat memulai dengan informasi tentang kontakmu dan atasan yang dituju, sertai pula tanggal pembuatan dari surat tersebut.
  2. Jangan lupa untuk menuliskan kepada siapa surat tersebut ditujukan, misalnya Yth. Ibu kepala X.
  3. Sampaikan tanggal pengunduran diri Anda dan pernyataan. Apabila memungkinkan, jelaskan juga alasan Anda meninggalkan pekerjaan saat ini. Selain itu, beritahukan jika Anda bersedia membantu dalam peralihan tugas, kecuali bila tidak memungkinkan. 
  4. Jangan lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih Anda kepada perusahaan. Apabila Anda memerlukan referensi, Anda juga bisa melakukannya. 
  5. Jangan sampai lupa untuk mengucapkan kalimat penutup dan memberikan tanda tangan.
  6. Hindari hal-hal berikut
  • Mengajukan surat resign saat belum yakin.
  • Jangan menjelek-jelekkan rekan kerja Anda pada surat resign.
  • Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.
  • Jangan menyombongkan pekerjaan baru Anda.
  • Baca dan periksa kembali surat resign yang Anda buat.

Itulah tadi langkah-langkah yang dapat Anda ambil ketika membuat surat resign. Pastikan bila semuanya ejaan dalam surat sudah benar dan baik, serta dapat menyampaikan tujuan dan maksud Anda membuatnya. Anda pun dapat mengundurkan diri secara baik serta tetap bisa berhubungan dengan rekan kerja, atasan, maupun perusahaan.