Manajemen Keuangan Supaya Nggak Lupa Bayar Tagihan

Bagi Anda pasangan mudah atau yang baru saja menikah, mungkin akan bertemu dengan berbagai macam kesulitan. Dalam mengelola finansial rumah tangga. Hal ini sangat bisa dimaklumi sebab menjalani hidup dengan orang lain membutuhkan proses adaptasi yang cukup memerlukan waktu dan itu tidak bisa dikatakan sebentar.

Pengertian dari pengelolaan keuangan rumah tangga merupakan manajemen keuangan yang dijalankan oleh seseorang atau keluarga lewat orang lain agar mencapai tujuan keuangan yang efektif, efisien dan bermanfaat, dengan begitu keluarga tersebut bisa memiliki rumah tangga yang sejahtera dan sakinah.

Pada artikel ini, Anda akan disuguhkan beberapa tips dalam mengatur keuangan rumah tangga dari total gaji Anda serta pasangan. Tidak hanya itu, Anda pun akan memperoleh simulasi pengelolaan keuangan di dalam rumah tangga. Berikut ini beberapa tips terkait manajemen keuangan yang perlu Anda ketahui, apalagi Anda yang memiliki beberapa tagihan bulanan yang perlu dibayar namun kebutuhan harian tetap tercukupi.

Beberapa Strategi Supaya Tidak Telat Bayar Tagihan

1.       Menyusun Perencanaan Pemasukan dan Pengeluaran

Misalnya Anda mempunyai pendapatan setiap bulannya sekitar 4 juta. Di samping itu, pasangan Anda mempunyai pendapatan sekitar 5 juta. Bila ditotalkan, pendapatan Anda bersama pasangan yakni 9 juta. Buatlah perencanaan keuangan terkait pemasukan dan pengeluaran Anda dalam satu bulan, agar mengetahui setiap pos kebutuhan, dan pengalokasian dana bisa terkontrol dengan baik.

Agar mengetahui jumlah uang yang Anda butuhkan dari masing-masing keperluan, Anda harus menghitung rincian pengeluaran. Nah, untuk mengetahui itu semua, Anda harus menyimak ulasan pada artikel ini sampai habis.

2.       Dana Sosial sebesar 10%

Anda harus menyiapkan anggaran sekitar 10% dari total pendapatan sebagai dana sosial. Beberapa jenis dana sosial seperti dana arisan, bersedekah, iuran RT, serta berbagai kebutuhan sosial lain. BIla pendapatan Anda dan pasangan sebanyak 9 juta sebulan, itu berarti sekitar 900 ribu dari pendapatan tersebut perlu dialokasikan ke kebutuhan sosial atau dana sosial.

3.       Dana Investasi dan Dana Darurat 15%

Memiliki asuransi tidak malah membuat Anda menghiraukan anggaran keuangan khusus dana darurat. Anda harus menyisihkan dana sekitar 15 persen dari pendapatan Anda untuk dialokasikan ke dana darurat serta investasi. Dengan begitu Anda perlu menyiapkan dana sekitar 1,3 juta yang nantinya disimpan sebagai dana investasi dan dana darurat.

Besaran dana untuk dana investasi dan dana darurat tersebut dapat menyesuaikan. Contohnya dana Darurat Anda masih sedikit, dengan begitu, Anda dapat menggenjot lagi dana darurat. Anda dapat menganggarkan dana sekitar 1 juta yang dialokasikan ke dana darurat, sementara 300 ribu untuk dana investasi. Begitu juga sebaliknya.

4.       Dana Cicilan 30%

Berikutnya, Anda harus menyiapkan anggaran khusus cicilan maksimal 30 persen dari pendapatan Anda dalam sebulan untuk pembayaran angsuran atau cicilan. Anda harus mengingat bahwa biaya cicilan perbulan dan jangan lebih dari total 30 persen dari pendapatan. Ini merupakan tolok ukur dari keuangan yang sehat.

Bila total penghasilan rumah tangga Anda sebesar 9 juta, maka Anda mempunyai uang sekitar 2,7 juta untuk keperluan cicilan atau tagihan. Uang cicilan tersebut lebih baik dialokasikan untuk mengangsur properti seperti kendaraan atau hunian. Jangan sampai menggunakan dana cicilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terlalu penting atau bersifat konsumtif.

5.       Biaya Hidup 30%

Mengalokasikan dana  sekitar 30 persen dari total pendapatan Anda untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Menggunakan dana sebanyak 2,7 juta untuk makan, untuk tagihan air, listrik, dan berbagai kebutuhan bulanan lainnya.

6.       Tabungan 10%

Setelah dana investasi dan dana darurat, Anda juga harus mengalokasikan dana untuk disimpan sebagai tabungan. Keperluan menabung Anda bisa menyisihkan uang sekitar 10% dari pendapatan. Bila Anda bersama pasangan mempunyai sebesar 9 juta, itu berarti Anda perlu menabung sekitar 900 ribu tiap bulan.

Dana tabungan tersebut dapat dipakai untuk membeli berbagai kebutuhan tersier. Seperti contoh, rumah tangga Anda ingin mempunyai TV baru, atau memiliki rencana untuk berlibur saat akhir tahun, dengan begitu uang tabungan dari simpan 10 % tersebut dapat digunakan.

7.       Gaya Hidup 5%

Namanya manusia, maka Anda juga harus menyiapkan dana khusus untuk bersenang-senang, tapi anggarannya cukup 5 % saja dari total penghasilan Anda. Ada sekitar 450 ribu jatah untuk biaya bersenang-senang setiap bulannya. Mau tidak mau Anda harus menyesuaikan jatah khusus bersenang-senang tersebut agar kesehatan finansial tetap sehat.

Biaya tersebut bisa dipakai untuk menonton film di bioskop atau makan malam di luar rumah. Anda perlu mengelola keuangan sebaik mungkin. Namun, bukan berarti  Anda tidak boleh memanjakan diri sekali-kali. Nah, bagi Anda yang mempunyai tagihan, maka perlu yang namanya pengaturan keuangan agar semua berjalan lancar dan kesehatan finansial tetap terjaga.