Memahami Ekonomi Syariah dan Penerapannya Secara Nyata

mengenal ekonomi syariah

Apa yang Anda pikirkan kah ketika mendengar soal ekonomi syariah? Pasti tidak jauh-jauh dari tidak boleh berhutang ke bank sebab termasuk perilaku riba, dan sejenisnya. Selain itu ada juga orang yang beranggapan syariah serupa dengan praktik konvensional yang hanya berbeda dalam istilah saja.

Sejauh ini tidak sedikit yang menganggap sistem perekonomian berbasis syariah hanya melakukan kegiatan seputar transaksi berbau riba, yakni utang dengan bunga. Tapi faktanya nya, sistem ekonomi syariah tidak hanya membahas hukum riba saja sebab nyatanya riba cuma menjadi satu dari banyaknya bagian prinsip yang merupakan dasarnya.

Prinsip Perekonomian Syariah

Terdapat satu hal utama untuk membedakan prinsip perekonomian syariah dengan metode ekonomi lain. Di dalam ekonomi syariah sendiri, harta benda yang Anda miliki merupakan karunia dari sang pencipta serta merupakan titipannya kepada kita manusia. Oleh sebab itu harus digunakan berdasarkan panduan agama Islam.

Pada sistem ekonomi syariah, kepemilikan sebuah harta tidak mutlak, tapi kepemilikan harta individu juga terjamin. Semua hal yang sifatnya pengeluaran juga memerlukan perencanaan supaya tidak terjebak oleh kemewahan serta gaya hidup yang berlebihan.

Di dalam sistem ekonomi tersebut dibutuhkan sikap pemerataan kekayaan lewat shodaqoh dan zakat. Kegiatan ekonomi pun harus dilakukan  bersama-sama supaya dapat saling menggerakkan kegiatan ekonomi yang ada, setelah itu barulah menjunjung tinggi hidup tanpa riba dengan melarangnya

lewat ulasan mengenai prinsip perekonomian syariah di atas, memberantas riba bukan menjadi satu-satunya hal yang dijadikan aturan pada prinsip perekonomian syariah. Namun juga soal muamalah dalam transaksi jual beli, dan bagaimana supaya harta yang sudah Anda miliki bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Tujuan Menerapkan Ekonomi Syariah

Sistem perekonomian dalam aturan agama Islam  bertujuan agar bisa menciptakan seorang muslim yang kaffah, yang memberi manfaat terhadap sesama serta memberi rasa keadilan bagi seluruh umat islam.

Itu artinya seorang muslim yang bisa mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat, lewat tata kehidupan lebih baik, adil dan terhormat serta menjadi seorang muslim yang memberikan kebaikan untuk sesama muslim lain.

Supaya bisa mencapai tujuan-tujuan yang sudah dijelaskan di atas, sebuah lembaga harus memiliki komitmen serta campur tangan dari negara sebagai pihak pengatur dan pengayom seluruh kepentingan warga negara. Seperti dengan menyusun Undang-Undang yang mengatur tentang bagaimana seharusnya aturan perekonomian yang mengusung sistem syariat Islam jika diterapkan.

Cara Berperan dalam Penerapan ekonomi Berbasis Syariat Islam

Sebagai seorang muslim yang taat, tentu Anda harus memanfaatkan karunia yang sudah Allah titipkan berdasarkan dengan aturannya. Karena itu, sangat perlu bagi seseorang untuk bisa berperan aktif di dalam menjalankan ekonomi syariah dan sesuai kapasitas dari diri Anda sendiri. Misalnya melalui beberapa upaya seperti berikut ini.

  •         Menerapkan serta mendukung perekonomian dengan sistem syariah lewat lembaga keuangan
  •         Membayar sedekah dan zakat
  •         Menjadi salah satu nasabah dari sebuah lembaga keuangan berbasis syariah.
  •         Turut mempelajari, memahami serta menyebarkan ilmu pengetahuan seputar ekonomi syariah

Fokus pada pion ke empat, walau indeks literasi keuangan syariah di negara Indonesia semakin membaik yakni 16,3% di tahun 2019, akan tetapi perlu sebuah upaya agar selalu meningkatkan literasi ini terhadap masyarakat. Seperti berupaya menjadi salah satu tenaga ahli di bidang tersebut. 

Contohnya, dengan Anda menempuh pendidikan di kampus dan mengambil jurusan ekonomi syariah. Sekarang ini sudah semakin banyak saja universitas yang menyediakan jurusan ekonomi perbankan islam atau sejenisnya. Sebut saja beberapa universitas Muhammadiyah di berbagai daerah, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia dan beberapa kampus terkemuka lain yang juga sudah menyediakan jurusan tersebut.

Dengan semakin tingginya upaya dari pemerintah untuk bisa meningkatkan literasi serta peran para masyarakat dalam ekonomi berbasis syariat Islam, alhasil prospek serta peluang pekerjaan di bidang tersebut turut berdampak baik dan bisa semakin besar yang ujung-ujungnya juga memberikan lapangan kerja tambahan bagi masyarakat Indonesia.

Contoh lain dalam mendukung kesuksesan ekonomi syariah dapat diwujudkan dengan memilih produk asuransi berbasis syariah. Dengan Anda menjadi salah satu peserta asuransi syariah, itu berarti Anda secara tidak langsung sudah melindungi diri Anda sendiri dari pengeluaran mendadak yang cukup besar.

Uniknya lagi, perusahaan asuransi berbasis syariah akan mengurus premi asuransi yang Anda bayarkan dengan rutin ke instrumen bisnis yang juga mengedepankan aturan sesuai syariat Islam. Dengan begitu, Anda yang merupakan salah satu nasabah perusahaan tersebut akan terhindar dari adanya praktik riba yang menurut ajaran agama Islam wajib dihindari karena mengandung dosa besar dengan hukuman yang berat jika tetap melakukannya.

Dengan ikut berpartisipasi di dalam usaha-usaha seperti ini, maka Anda tidak sekedar berperan aktif dalam meningkatkan sistem ekonomi berbasis syariat Islam, tapi mensosialisasi sekaligus memperluas ilmu tentang ekonomi syariah.