Memahami Konsep dan Fungsi dari Pajak PPN

Pajak adalah sumber penerimaan atau pendapatan yang diserap oleh negara dan didapatkan dari kewajiban warga negara untuk membayarnya. Dalam tahap ini, pajak termasuk dalam kebutuhan yang wajib untuk dibayar, sehingga setiap warga negara yang mempunyai penghasilan harus memberikan dan menyerahkannya kepada negara. 

Kedepannya, pajak yang ada tersebut akan berguna untuk kepentingan pembangunan negara, sehingga semuanya kembali kepada masyarakat untuk dinikmati secara bersama-sama. Salah satunya pajak PPN atau biasa dikenal sebagai pajak pertambahan nilai. Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang belum terlalu memahami dan mengenalinya. 

Dalam tahap ini, peranan masyarakat untuk memahami dan mengetahui mengenai PPN akan sangat penting dan dibutuhkan. Dengan demikian, pajak termasuk dalam bagian terciptanya kesejahteraan kepada masyarakat. Nah, melalui artikel kali ini, kami akan membahas mengenai pajak PPN, fungsi, dan cara menghitungnya, simak penjelasan lengkapnya. 

Apa Itu Pajak PPN?

Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang diberikan kepada barang atau jasa yang dimiliki untuk diberikan pertambahan nilai yang ada, dilakukan dari peredarannya dari konsumen ke produsen. PPN ini biasa juga disebut sebagai Values Added Tax (VAT) atau juga dikenal sebagai Goods and Service Tax (GST). 

PPN sendiri termasuk dalam jenis pajak yang tidak langsung. Karena iuran pajaknya langsung disetorkan kepada pihak lain atau pedagang yang bukan bagian dari penanggung jawab pajak. Bagian ini bisa dipahami juga apabila penanggung pajak tidak langsung atau perlu dalam menyetorkan pajak yang telah ditanggungnya. 

Untuk lebih mudah dan memahami mengenai pajak PPN, pada tahap ini kami akan menjelaskan mengenai beberapa fungsi yang ada. 

Fungsi Pajak PPN

1. Melihat Perhitungan Kelebihan atau Kekurangan Pajak 

Hal utama dari pajak masukan dan keluaran adalah untuk bagian dari perhitungan. Hal ini ditujukan apabila wajib pajak itu memiliki kelebihan dalam membayar pajak atau kekurangan dalam membayar pajak yang ada. Melalui pajak pemasukan dan pengeluaran yang ada bisa diketahui wajib pajak mengalami kekurangan atau kelebihan membayar pajaknya. 

Apabila pajak masukan lebih besar dibandingkan pajak pengeluaran, maka wajib pajak mengalami kekurangan dalam membayar pajak atau ada hutang pajak yang harus segera dilunasi. Jika mengalami sebaliknya, tentu perhitungan pajaknya bisa dilakukan dalam bulan selanjutnya nanti. 

2. Fungsi Budgetair

Jika sudah memahami mengenai pajak masukan dan pengeluaran, maka memahami mengenai fungsi dari budgetair. Sebagai bagian dari proses untuk membiayai segala pembangunan yang ada, maka pajak ini memiliki fungsi sebagai budgetair atau sumber pendapatan yang bisa dimaksimalkan untuk dilakukan sebagai pembangunan. 

3. Fungsi Regulerend 

Fungsi dari pajak masukan dan keluaran juga memiliki peran yang besar dalam mengatur dan melaksanakan dalam kebijakan, terutama dalam bidang ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, fungsi dari pajak sendiri memiliki banyak pengaruh, khususnya dalam mempengaruhi pembangunan untuk mendapatkan dampak yang besar kedepannya. 

4. Fungsi Stabilitas

Fungsi selanjutnya adalah pajak yang berfungsi untuk penerimaan negara dalam memiliki peran yang menekan dalam inflasi. Hal ini juga berfungsi dalam mengatur peredaran dalam uang terhadap menekan alur inflasi. Dengan mengatur antara pajak masukan dan keluaran, maka semuanya dapat berjalan jauh lebih efektif. 

5. Fungsi Redistribusi

Fungsi lainnya dari pajak keluaran dan pemasukan bisa menjadi dan digunakan untuk pembangunan nasional yang langsung dikelola oleh negara. Dengan demikian, bagian ini akan memberikan kesempatan untuk membuka lapangan kerja secara lebih luas. 

Cara Menghitung Pajak PPN

Untuk melakukan perhitungan dalam pajak PPN sendiri bisa dilakukan dengan sangat mudah dan cepat untuk dilakukan. Prosesnya sendiri sangat praktis dan simpel untuk dipahami, tinggal memasukkan antara tarif PPN x Dasar pengenaan pajak (DPP) atau bisa dilakukan dengan 10% x DPP yang ada. 

Proses untuk perhitungannya sendiri sangat mudah dan tidak sulit untuk dilakukan. Sehingga, memperhitungkan mengenai perhitungan PPN sendiri sangat jelas dan mudah untuk Anda pahami semuanya secara menyeluruh. Dengan demikian, bagian ini menjadi sangat penting, sehingga memberikan dampak yang besar untuk Anda dalam menghitungnya. 

Dasar Hukum Pajak PPN 

Perlu Anda ketahui apabila Pajak PPN ini mempunyai dasar hukum yang jelas, semuanya langsung dibawah Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009. Melalui UU PPN tersebut semuanya bisa mendapatkan kewajiban untuk membayar PPN yang ada. Disini Anda bisa melihat objek PPN, Tarif PPN, dan tata cara dalam proses penyetoran dan pelaporannya. 

Hal ini bukan menjadi bagian yang sembarangan dan ditentukan tanpa dasar sama sekali, sehingga sudah jelas diatur dan dikelola secara langsung dalam undang-undang. 

 

Nah, itulah beberapa penjelasan lengkap pajak perhitungan pendapatan negara (PPN) yang bisa dipahami dan diketahui oleh masyarakat luas. Dengan demikian, pajak PPN termasuk bagian penting untuk pembangunan dan kemajuan negara.