Mengapa Bunga Pinjaman Pinjol Lebih Tinggi Dibanding Pinjaman Lain?

Alasan bunga pinjaman pinjol tinggi. (UNSPLASH/Markus Spiske)

Atur Duit – Sebutan fintech lending ramah diberikan kepada sektor jasa keuangan pada inovasi atas transaksi pinjam meminjam. Di Indonesia, fintech lending sendiri ramah disebut dengan pinjaman online atau pinjol. Salah satu yang membedakan layanan pinjaman online dengan pinjam lainnya terletak dari beberapa hal. Misalnya, persyaratan yang mudah, proses pencairan dana yang relatif cepat, serta bunga dan denda pinjaman yang berbeda.

Dilansir melalui laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fintech lending atau pinjaman online (pinjol) secara detail merupakan penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman/lender dengan penerima pinjaman/borrower dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik.

Diatur secara rinci dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI), fintech lending bekerja sebagai perantara yang mempertemukan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman.

Hingga 9 Maret 2023, OJK telah memperbarui mengenai daftar pinjol legal yang telah mengantongi izin resmi sejumlah 102 perusahaan. Sementara itu, di periode yang sama terdapat 4.400 perusahaan fintech lending yang masih berstatus ilegal karena tidak memiliki izin dari OJK.

Alasan perizian OJK diperlukan wajib dimiliki karena OJK yang dibentuk dengan fungsi untuk menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan, memiliki setidaknya tiga tujuan. Salah satu tujuan utama OJK yaitu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Selain masalah perizinan, hal yang wajib diperhatikan sebelum bertransaksi kredit digital melalui layanan pinjol adalah bunga dan denda yang diberikan. Berbeda dengan layanan pinjaman lainnya, pinjol memberlakukan bunga pinjaman dan denda keterlambatan yang relatif lebih tinggi.

Kenapa bunga pinjaman di pinjol tinggi?

Salah satu yang wajib diperhatikan sebelum mengajukan kredit digital melalui layanan fintech lending atau pinjaman online adalah bunga pinjaman yang berlaku. Salah-salah hal ini dapat menjadi masalah di kemudian hari jika tidak diperhatikan.

OJK sendiri telah menjelaskan alasan bunga pinjaman di pinjol relatif lebih tinggi dibandingkan di layanan pinjam meminjam lainnya.

Biaya pinjaman (bunga) di Fintech Lending dapat dibandingkan dengan bunga pinjaman di tempat lain (bisa lebih tinggi atau lebih rendah). Perjanjian di fintech lending adalah perjanjian perdata antara pemberi dan penerima pinjaman. Apabila tidak sepakat dengan besarnya bunga (biaya pinjaman), sebaiknya tidak melakukan transaksi. Namun, apabila sudah sepakat, maka ada kewajiban dari masing-masing pihak.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah mengatur dalam code of conduct AFPI bahwa jumlah total biaya pinjaman tidak melebihi suku bunga flat 0,8%  per hari. Juga adanya ketentuan bahwa jumlah total biaya, biaya keterlabatan, dan seluruh biaya lain maksimum 100% dari nilai prinsipal pinjaman. Misalnya, apabila jumlah pinjam Rp1 juta, maka maksimal jumlah yang dikembalikan adalah Rp2 juta.

Adanya peraturan tersebut berikut dengan dibebaskannya layanan pinjaman online mengatur secara mandiri besaran bunga menjadi alasan bunga di layanan pinjaman online (pinjol) lebih tinggi dibandingkan layanan pinjam meminjam lainnya.***