Mengatur Keuangan Keluarga Apabila Suami dan Istri Bekerja

Keterbukaan Jumlah Penghasilan

Manajemen keuangan bukanlah hal yang mudah dilakukan, banyak hal yang mengakibatkan kita sukar dalam pengelolaan keuangan bersama. Salah satunya adalah kegemaran dalam mengeluarkan uang yang tak terkendali dan serta tak rajin dalam pencatatan arus masuk dan keluar keuangan. Bagi keluarga yang baru saja menikah kemudian kedua mempelai ini sama – sama bekerja. Akan lebih baik apabila masing –masing  saling terbuka dengan penghasilan mereka, berapakah penghasilan yang didapat selama sebulan. Hal yang mendasar dalam pengelolaan keuangan bersama adalah kejujuran dan pencatatan secara terperinci serta adanya keterbukaan dari masing – masing baik suami maupun istri. Misalkan saja suami dapat bonus langsung di komunikasikan dengan istri, sebaliknya apabila istri dapat bonus langsung bilang pada suami. Tak lain halnya apabila terkena pemotongan gaji, sebaiknya juga segera disampaikan.

Dihindari upaya – upaya menutupi keadaan keuangan masing – masing, karena toh juga uang tersebut akan dikelola bersama dan digunakan sebagai kepentingan bersama pula.

Membuat Kesepakatan Bersama Digabung Keuangannya 

Tak dapat dipungkiri bahwa cara digabung atau dipisah keuangan nya adalah langkah awal dari kesepakatan yang dilaksanakan oleh suami istri. Pada umum nya suami dan istri akan melakukan penggabungan keuangan. Setelah kesepakatan untuk di gabung , baru untuk keperluan dibagi – bagi ke dalam pos rancangan anggaran untuk kebutuhan sehari hari nya . Seperti hal nya pengeluaran kebutuhan makan , kebutuhan untuk rumah misal pembayaran tagihan listrik, air , pajak bangunan, kebutuhan akan utang , serta kebutuhan pembelian yang lain lain. Tak luput dengan menyisihan uang untuk masa depan baik berupa ( tabungan, investasi , dana darurat , pembayaran kredit ). Dari jumlah total keseluruhan penghasilan yang di dapat di ambil persentase 30 – 40 % untuk di alokasikan untuk kebetuhan masa depan yang disebutkan tadi. Sisanya untuk keperluan sehari – hari dan pembayaran pokok untuk pengeluaran keuangan. Penggabungan uang ini sebaiknya dikelola dalam satu pintu, pada umumnya uang di pegang oleh istri, keperuntukkan keuangan dibagi sesuai kebutuhan.

Membuat Kesepakatan Bersama Dipisah Keuangannya

Apabila sudah disepakati untuk dipisah pengeloaan keuangannya, tetap dilakukan trasnparasi dan keterbukaan antara suami dan istri. Namun dalam pengertian ini bukan  berarti pisah tidak dalam satu kebijakan. Melainkan hanya keuangan dari suami dan istri masing – masing mempunyai tanggungjawab yang berbeda – beda. Sebagai contoh penghasilan dari suami bertanggungjawab untuk  pengeluaran sehari – hari , untuk pembayaran tagihan listrik atau air , pembayaran utang. Sedangkan penghasilan dari istri bertanggungjawab untuk keperluan masa depan baik investasi, tabungan serta dana darurat. Dibutuhkan saling komunikasi dan saling percaya satu sama lain.

Membuat Rancangan Anggaran untuk Berdua

Rancangan anggaran yang di buat akan menentukan kondisi keuangan berdua supaya lebih tepat dan terstuktur dalam pengelolaannya. Buatlah rancangan anggaran yang sederhana untuk pengeluaran serta pemasukkan keuangan berdua. Catat setiap penghasilan yang masuk dan pengeluaran yang dikeluarkan. Bila sedang banyak anggaran untuk suatu pos  – pos anggaran tertentu di sarankan untuk berhemat di bulan berikut nya.

Menyiapkan Dana Darurat dan Buat Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Banyak faktor mengakibatkan kondisi keuangan yang riskan mengalami krisis, salah satu faktor tersebut adalah ketika terjadi suatu keadaan yang mendesak, gawat dan di luar rencana. Hal tersebut mau tidak mau harus mengeluarkan keuangan yang darurat. Keadaan tersebut bisa di sikapi dengan pengelolaan dana darurat yang baik jadui jika sewaktu  – waktu memerlukan uang secara darurat ada pos anggaran untuk dana darurat. Kemudian tidak kalah penting yaitu membuat keuangan jangka panjang dengan memberikan pos – pos untuk tabungan dan investasi dengan menyisihkan penghasilkan pada setiap bulan nya kurang lebih antara 10 – 20 % , sesuai dengan kesepakatan bersama. Hal tersebut penting mengingat di masa tua untuk pengeluaran tambahan seperti biaya pensiun, biaya pendidikan anak sampai kepada jenjang pernikahan anak.

Evaluasi untuk Keputusan Pengelolaan Keuangan Ke Depan

Sebuah proses pengelolaan keuangan bersama ataupun dipisah setiap pasangan mempunyai bobot persoalan masing – masing. Nah untuk menghindari hal – hal yang tidk kita inginkan perlu kita antisipasi dengan evaluasi. Kegiatan evaluasi yang dilakukan bersama selain menambah keharmonisan rumah tangga dengan tidak menimnbulkan persaingan antara pasangan namun yang lebih penting bagaimana evaluasi ini bisa memberikan keputusan yang lebih baik untuk ke depannya. Pengaturan keuangan rumah tangga yang baik tentu mempunyai peran penting untuk menambah kemesraan diantara pasangan sebab di dalamnya muncul keterbukaan serta apabila terdapat masalah di musyawarakan dan di carikan solusi nya bersama. Keinginin pasangan langgeng sampai maut memisahkan akan dicapai salah satunya melalui hal ini.