Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Lebih Produktif

Kehidupan rumah tangga tentu tidak lepas dari masalah keuangan. Baik suami maupun istri punya masing-masing cara dalam mengaturnya, dan hal itulah yang akan menentukan kondisi ekonomi rumah tangga. Mengatur keuangan merupakan kewajiban yang harus dilakukan dengan cara tepat.

Kalau tidak akan berdampak buruk pemenuhan konsumsi keluarga, hiburan, bahkan dapat merusak keharmonisan antara suami istri. Supaya tidak salah strategi, Anda perlu menyimak informasi berikut karena kita akan sama-sama membahas tentang cara mengatur keuangan rumah tangga agar lebih produktif.

Inilah Kunci Sukses Mengatur Keuangan Keluarga

Tantangan menyangkut kondisi kantong seakan tidak pernah habis. Mulai dari harga kebutuhan pokok yang terus naik, hingga layanan jasa yang biasa digunakan pun sama. Keadaan finansial keluarga pun akan terus defisit karena tak segera diatur. Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas keuangan tersebut.

Pertama, tentukan terlebih dahulu siapa diantara Anda dan pasangan yang bertugas mengatur keuangan. Jika sudah, maka selanjutnya dapat belajar lebih produktif mengatur keuangan yang bisa meningkatkan aset keluarga.

  1.     Menabung dan Mengurangi Utang Konsumtif

Prinsip menabung sudah diterapkan sejak lama, meski terbilang kuno tapi cara ini akan sangat membantu nantinya. Minimal tabung uang kembalian sisa belanja, kalau perlu di awal telah menentukan porsi penghasilan untuk tabungan yang lebih besar. Tabungan bermanfaat untuk kematangan finansial keluarga. Supaya tidak tercampur dengan anggaran lain, Anda dapat membuat rekening khusus tabungan.

Kegiatan menabung lebih bermanfaat bagi kondisi keuangan daripada menambah utang konsumtif. Jika pun terpaksa harus berhutang, pastikan bahwa batas beban cicilan tidak lebih besar dari 30% pemasukan setiap bulan. Dengan begitu kondisi keuangan keluarga akan selalu sehat. Mulailah mengurangi utang konsumtif yang tidak perlu, dan perbesar porsi anggaran untuk menabung.

  1.     Mencatat Keluar Masuk Uang

Biasakan diri Anda mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran keluarga. Untuk pemasukan, Anda bisa menulis semua sumber pendapatan mulai dari upah utama, pendapatan sampingan, bonus dan tunjangan, bisnis, dan sumber lainnya. Kemudian untuk pengeluaran bisa dirinci lebih banyak terkait dengan anggaran makan, tagihan, hiburan, transportasi, biaya pendidikan anak, dan pengeluaran lainnya yang menggunakan keuangan keluarga.

Anda bisa lebih peka terhadap kondisi keuangan saat ini jika biasa mencatat pemasukan dan pengeluaran. Apakah pemasukan sudah seimbang dengan pengeluaran atau mungkin pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan. Jika terjadi demikian, maka Anda dapat menghemat beberapa pos pengeluaran yang sekiranya tidak terlalu membutuhkan anggaran besar.

Di zaman yang serba digital ini, kegiatan tersebut sudah jauh lebih mudah dan praktis karena telah tersedia aplikasi keuangan yang dapat diakses melalui smartphone.

  1.     Mencari Sumber Pendapatan Tambahan

Salah satu masalah yang menyebabkan finansial keluarga memburuk adalah tingginya jumlah pengeluaran dibandingkan pemasukan. Jika tidak bisa berhemat maka solusinya adalah mencari pemasukan tambahan. Anda dapat memilih beberapa cara menghasilkan uang tambahan sesuai kondisi dan kemampuan sendiri Misalnya membuka bisnis kecil-kecilan, melakukan pekerjaan tambahan di luar pekerjaan saat ini, bekerja di tempat yang menawarkan gaji lebih besar, dan masih banyak cara lainnya.

  1.     Membagi Pemasukan dengan Pola 4-3-3

Biasakan selalu membagi penghasilan dengan rumus 4-3-3 dimana 40 persen-nya digunakan untuk belanja kebutuhan pokok, 30 persen untuk melunasi tagihan, dan sisa 30 persen untuk investasi dan tabungan. Mari kita contohkan, misalnya pemasukan keluarga setiap bulan stabil di angka 15 juta rupiah maka dapat dibagi menjadi berikut:

  •       6 juta untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, biaya pulsa, air, listrik, transportasi, dan lain-lain yang menjadi kebutuhan utama.
  •       4,5 juta untuk membayar hutang yang tersisa. Pastikan utang keluarga tidak lebih dari 30% total pendapatan agar keuangan selalu sehat.
  •       4,5 juta untuk investasi dan tabungan hari tua.
  1.     Membuat Tujuan Finansial

Semangat mengatur keuangan keluarga tidak akan mengendur kalau Anda punya tujuan yang jelas. Bila belum pernah melakukannya, maka dari saat ini lakukan hal berikut:

  •       Membuat tujuan penggunaan uang.
  •       Menentukan target pemakaian dana.
  •       Memilih instrumen apa saja yang dipakai untuk mewujudkan tujuan finansial.
  •       Mencari cara meraihnya.
  1.     Mulai Berinvestasi

Keuangan rumah tangga akan lebih produktif jika digunakan untuk berinvestasi. Mengapa hal ini perlu? Tentu untuk melindungi nilai aset dari inflasi. Inflasi atau laju kenaikan harga jasa atau barang membuat nilai uang terus menurun, dan hal ini selalu terjadi setiap tahunnya. Investasi menjadi cara terbaik mengamankan keuangan keluarga karena mampu melawan laju inflasi yang tak bisa dihentikan.

  1.     Menyiapkan Dana Darurat

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, tidak selamanya akan berjalan mulus sesuai rencana awal. Karena ada banyak hal yang akan menghampiri secara tak terduga.  Misalnya pemutusan hubungan keluarga, musibah kecelakaan, atau mungkin krisis ekonomi yang sangat besar. Jika salah satu dari kondisi tersebut terjadi, maka akan mempengaruhi sumber penghasilan keluarga. Sebagai langkah antisipasi, Anda perlu menyiapkan dana darurat yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

Kunci sukses mengatur keuangan rumah tangga adalah konsisten dan disiplin. Semoga Anda dapat menerapkan cara-cara di atas dengan baik. Selamat mengatur keuangan!