Mengenal Apa Itu Reksadana Saham

reksadana saham

Reksadana merupakan wadah untuk mengumpulkan dana milik masyarakat yang menjadi investor. Nantinya dana yang terkumpul tersebut akan dikelola oleh MI atau manajer investasi pada beberapa jenis investasi, misalnya obligasi, deposito dan saham.

Reksadana bisa diartikan juga sebagai alternatif dalam berinvestasi untuk para calon investor, khususnya bagi yang tidak mempunyai waktu serta keahlian menghitung resiko dari investasi yang mereka miliki.

Umumnya reksadana terbagi dalam empat kategori, yaitu reksadana :

  • Pasar uang
  • Campuran
  • Pendapatan tetap
  • Saham

Pembagian tersebut tentu didasari oleh isi dari portofolio atau sekumpulan resiko dari masing-masing jenis reksadana.

Pengertian reksadana saham

Pengertian dari reksadana saham sebenarnya tidak berbeda jauh dengan saham, dimana keduanya mempunyai portofolio berbentuk saham. Dokumen inilah yang nantinya akan dikelola oleh MI dengan cara membeli dan menjual saham ketika harga saham tersebut memungkinkan untuk dilakukannya transaksi. Hasil investasi dari reksadana saham merupakan selisih turun atau kenaikan harga jual belinya.

Pembedanya hanyalah, reksadana ini hanya dapat dilakukan oleh saham yang berasal dari perusahaan yang mempunyai badan hukum dan secara resmi tercatat di BEI baik di Indonesia maupun luar negeri. Karenanya tidak seluruh perusahaan bisa dibeli sahamnya menggunakan reksadana saham.

Dimana tujuannya adalah melindungi investor menggunakan prosedur registrasi perusahaan, semua itu tidak akan mudah untuk dilakukan karena memang langsung diawasi oleh OJK. Pengawasan yang dilakukan oleh instansi ini dimaksudkan untuk mengatur perilaku para pelaku, seperti :

  • Pemodal tidak diijinkan untuk membeli saham pada bursa efek di luar negeri dimana informasinya tidak bisa didapatkan dari Indonesia.
  • Investasi hanya diijinkan maksimal 10 persen dari harga aset.
  • Investor tidak diijinkan untuk menguasai modal melebihi 5 persen dari keseluruhan modal .

Kelebihan dari reksadana saham

Umumnya, keuntungan dari reksadana saham merupakan yang paling besar bila dibandingkan dengan yang lain. Karena dalam setahun, return yang bisa diperoleh dapat mencapai 20 persen. Bayangkan jika dalam 5 tahun, Anda bisa mendapatkan 100 persen.

1. Imbal hasil tertinggi

Reksadana ini memiliki imbal hasil yang tinggi bila dibandingkan dengan reksadana lainnya. Hal ini dikarenakan MI reksadana memang pada umumnya akan menempatkan dana dari investor pada instrumen yang menjadi pilihannya hampir 100%.

Sebagaimana yang Anda tahu, pergerakan dari harga saham selalu akan terjadi setiap harinya. Naik dan turunnya nilai saham pun bisa dipantau tiap detik.

2. Lebih baik untuk jangka panjang

Apabila Anda mempunyai target memperoleh keuntungan jangka pandang, reksadana saham merupakan produk yang tepat. Sebab imbal hasil yang Anda dapatkan baru bisa dinikmati setelah 5 tahun. 

Nilai dari keuntungan tentu saja disesuaikan dengan nilai saham dan portofolio reksadana. Jadi, bila Anda mencari reksadana atau investasi jangka pendek. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan jenis reksadana saham.

3. Bisa mempunyai saham dengan modal terbatas

Ketika berinvestasi melalui reksadana saham, dana Anda akan langsung disebarkan ke beberapa saham sekaligus. Tidak hanya pada saham yang sama bidangnya, namun juga ke berbagai sektor usaha lainnya. Karenanya di dalam reksadana, yang namanya risiko fluktuasi pasti bisa langsung teridentifikasi.

Kekurangan Reksadana Saham

Ada kelebihan tentu ada kekurangan. Reksadana saham ini mempunyai resiko yang tinggi. Seperti yang sebelumnya telah disebutkan, investasi ini memiliki sesuatu yang disebut dengan resiko tinggi dengan pengembalian yang tinggi pula. Apabila imbal hasilnya bisa mencapai angka 20 persen, tentunya akan berlaku pula pada resikonya dimana bisa mencapai angka 20 persen juga.

1. Harga saham yang tidak stabil

Seperti yang Anda ketahui bila harga saham sifatnya tidak stabil atau fluktuatif. Pasti akan selalu terjadi pergerakan nilai dari saham, penurunan dari nilai saham dapat menjadi portofolio dan mengakibatkan imbal hasil negatif.

Sebaliknya, ketika nilai saham naik, imbal hasil reksadana akan menjadi positif. Karena itu, Anda harus mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk menggunakan reksadana saham. Walau pengelolaannya diserahkan langsung kepada MI, tetapi Anda harus mengerti mengenai prospektus.

2. Tidak cocok bagi yang ingin berinvestasi jangka pendek

Harga dari imbal hasil reksadana saham ini baru bisa dirasakan setelah 5 tahun. Walau pergerakan dari harga saham memang dapat terjadi setiap waktu. Namun secara signifikan baru dapat dinikmati dalam beberapa tahun kedepan. Harga bisa meningkat, tetapi bisa juga turus drastis.

3. Adanya resiko turunnya nilai sebuah saham dapat dijadikan portofolio reksadana

Kemampuan dari sebuah emiten akan sangat mempengaruhi pada harga saham. Bila perusahaan maju, nila saham juga berpeluang untuk naik. Sebaliknya ketika perusahaan mengalami kemunduran, nilai jual dari saham perusahaan tersebut juga akan berkurang.

Itulah informasi mengenai reksadana saham serta kekurangan dan juga kelebihannya. Perlu diingat, untuk berinvestasi pada  jenis reksadana ini Anda harus mempertimbangkan secara matang, karena Anda baru akan bisa menikmati hasilnya 5 tahun kemudian. Jadi apabila Anda ingin investasi yang jangka pendek, jangan memilih reksadana saham.