Mengenal KPR Syariah dan Perbedaannya dengan KPR Konvensional

syarat kpr syariah

Adanya program kredit pemilikan rumah (KPR) akan lebih mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah impian yang diinginkan. Apalagi dengan penawaran suku bunga yang relatif lebih murah dan menjanjikan membuat masyarakat dapat menggunakannya. Bahkan, menariknya lagi Anda bisa menentukan antara KPR syariah dan konvensional untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. 

Melihat berbagai perkembangan dan permintaan yang selalu meningkat setiap tahunnya banyak beberapa masyarakat, terutama nasabah muslim untuk memberikan pelayanan kpr khusus syariah. Untuk itu pada kegiatan kali ini kami mencoba menjelaskan apa itu kpr syariah dan perbedaannya. Berikut ini kami akan menjelaskan dan membahas mengenai kpr berasas syariah tersebut, simak ulasannya. 

Apa Itu KPR Syariah?

Jika Anda belum memahami dan memperhatikannya secara lengkap mengenai kpr ini, maka kami akan memberikan penjelasan secara lengkap dan menyeluruh. Kpr berlandaskan syariah ini dilakukan dan disesuaikan dengan proses muamalah yang semuanya atas dasar syariat Islam untuk memenuhi berbagai kebutuhan lapisan masyarakat yang menginginkan paket atau program tersebut. 

Untuk mendapatkan layanan ini biasanya Anda harus langsung menuju bank khusus syariah dan berbagai unit usaha yang syariah dari bank konvensional yang ada. Hal ini telah ditentukan dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan berbagai keuntungan masyarakat. Untuk itulah Anda bisa mencoba dan menggunakannya untuk berbagai kebutuhan yang diinginkan. 

Mengenai pembiayaannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan, Anda bisa mencoba dalam jangka waktu panjang, menengah atau pendek. Semuanya diperuntukkan untuk membeli atau memiliki rumah yang diinginkan, baik bekas atau baru. Dalam kpr berbasis syariah ini semuanya dilakukan berdasarkan akad jual beli dalam bentuk murabahah. Tetapi tidak memungkinkan untuk adanya kesepakatan bersama yang telah ditentukan dan disepakati bersama-sama. 

Jika semuanya telah bersama-sama sepakat dan tepat mengenai proses pengajuan kprnya, maka langkah selanjutnya tinggal nasabah langsung menentukan proses pembayaran cicilan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama-sama. Untuk itu memahami mengenai apa itu kpr yang bisa menjadikan banyak keuntungan dan kebutuhan yang diinginkan. 

Perbedaan KPR Syariah dengan Konvensional

KPR Syariah

Untuk lebih jelas memahaminya Anda harus melihat berbagai perbedaan KPR Syariah dengan konvensional yang dapat dipahami dan diketahui secara menyeluruh. Berikut ini kami akan memberikan penjelasan secara lengkap dan menyeluruh, simak ulasannya. 

KPR Bank Konvensional 

1. Syarat dan Ketentuan 

Dalam bank konvensional untuk proses pengajuan kreditnya telah disesuaikan dan ditentukan berdasarkan bank yang memberikan kredit. Hal ini sangat penting untuk dipahami dan dilihat secara menyeluruh untuk melihat kalau dalam tahap ini pihak pemberi atau bank nya telah menentukan kesepakatan yang akan disetujui oleh pihak nasabah. 

2. Suku Bunga

Pada bank konvensional untuk mengajukan KPR adanya suku bunga yang nilainya berdasarkan pada BI untuk kebutuhan naik dan turunnya. Hal ini suku bunga telah menjadi kesepakatan bersama yang harus dipahami dan dilihat oleh pihak nasabah yang mengajukannya. Tentunya ini harus diterima, karena semuanya telah diatur berdasarkan keputusan dan kebijakan pihak bank untuk memenuhi kebutuhannya. 

3. Adanya Sanksi 

Jika para nasabah mengalami kendala atau keterlambatan dalam melakukan pembayaran, maka setiap angsuran yang terlambat tersebut akan dikenakan sanksi. Biasanya pihak nasabah akan dikenakan biaya atau denda yang dilakukan. Proses inilah yang harus dilihat dan diterima oleh pihak nasabah untuk dipahami bersama-sama mengenai biaya keterlambatan tersebut. 

4. Tenor 

Untuk masa tenornya pihak bank konvensional memberikan waktu cicilan yang relatif lebih lama, semuanya tergantung kebutuhan dan kesanggupan pihak nasabah dalam proses angsurannya. Pihak bank konvensional memberikan tenggang waktu atau masa tenor selama 5 sampai 25 tahun, semuanya didasarkan pada kemampuan masing-masing pihak nasabah dalam menjalankan KPR. 

KPR Bank Syariah

1. Murabahah

Perbedaan KPR Syariah dengan konvensional adalah adanya kesepakatan jual beli atau murabahah antara pihak bank dan nasabah. Dalam tahap ini semuanya harus disesuaikan dan diatur secara bersama-sama mengenai ketentuan dan kebijakan yang berlaku. Dengan demikian kedua belah pihak memiliki kesepakatan atau akad yang jelas untuk kebutuhan KPR tersebut. 

2. Tidak Ada Bunga 

Menariknya lagi pada bank syariah tidak mengenal sistem bunga, sehingga semua proses pembayaran atau angsuran yang ada tetap stabil atau datar. Hal ini yang menjadikannya banyak orang memilih bank syariah untuk kebutuhan KPR. karena tidak adanya suku bunga yang terkadang naik dan turun tersebut, perbedaan inilah yang paling mendasar antara konvensional dan syariah. 

3. Tidak Ada Denda dan Tenor Panjang

Jika pada bank konvensional akan dikenakan denda, tetapi pada bank syariah jika para nasabah mengalami keterlambatan tidak dikenakan denda. Namun semuanya telah diatur dan ditentukan pada saat proses akad jual beli sebelumnya. Hal inilah yang menjadikan bank syariah semuanya berdasarkan asas kesepakatan bersama. 

Tidak hanya itu saja untuk kebutuhan tenornya pihak bank syariah memberikan jangka waktu yang relatif lama juga mencapai 5 sampai 15 tahun. 

Demikianlah penjelasan mengenai KPR Syariah yang dapat Anda pahami dan ketahui secara menyeluruh. Apabila Anda ingin mencoba bisa langsung datang ke bank syariah atau lembaga keuangan berbasis syariah lainnya.