Mengenal Likuiditas dan Manfaatnya dalam Dunia Bisnis

Dalam dunia bisnis likuiditas memegang peranan penting, karena itu apabila kamu merupakan salah satu pemilik bisnis berskala kecil maupun besar harus memperhatikan perihal ini dengan baik. 

Karena jika kamu tidak mengerti dan memahami tentang likuiditas tentunya akan menjadi sulit ketika ingin memastikan apakah bisnis yang kamu jalankan tersebut berkembang dengan baik atau tidak.

Definisi dari Likuiditas

Likuiditas memiliki arti kemampuan dari suatu perusahaan dalam memikul tanggung jawabnya untuk dapat membayarkan hutang-hutang berjangka pendek ketika sudah memasuki masa jatuh tempo.

Adanya likuiditas juga dapat menjadi suatu gambaran yang menunjukkan keadaan finansial atau kekayaan dari bisnis yang kamu miliki tersebut. Apabila kinerja dari perusahaan sudah mampu memenuhi segala kewajiban itu artinya kemampuan dari perusahaan yang kamu miliki sudah baik. 

Tetapi jika kinerjanya rendah maka dapat dipastikan bila perusahaan kamu saat ini sedang tidak baik atau dalam kondisi buruk. Apabila suatu perusahaan memiliki likuiditas yang tinggi ini tentunya akan memudahkan perusahaan tersebut untuk meminta bantuan dari pihak lain contohnya lembaga keuangan, kreditur hingga supplier bahan baku.

Peran Serta Manfaat dari Likuiditas

Sebelumnya sudah dikatakan apabila likuiditas memiliki peranan dan manfaat yang penting dalam sebuah perusahaan dalam pengoperasian dari bisnis yang kamu jalankan saat ini berikut di bawah ini adalah pembahasannya :

  • Likuiditas dapat menjadi media atau sarana yang tepat guna melakukan kegiatan bisnis harian dari sebuah perusahaan.
  • Bagi perusahaan yang saat ini beroperasi di sektor keuangan atau finansial, maka likuiditas akan mempermudah para nasabah yang ingin melakukan pinjaman atau penarikan dana.
  • Likuiditas dapat menjadi salah satu alat guna memicu perusahaan supaya menjadi lebih baik dalam permasalahan kinerja pegawai.
  • Likuiditas memiliki kemampuan untuk membantu manajemen saat memeriksa efisiensi dari modal kerja.
  • Likuiditas adalah alat untuk mencegah penggunaan dari dana darurat atau ketika ada kebutuhan yang mendesak.
  • Likuiditas bisa menjadi suatu acuan pada level fleksibilitas sebuah perusahaan ketika menerima bantuan berupa investasi dari bisnis lain yang menghubungkan.
  • Likuiditas adalah tolak ukur untuk melihat kemampuan dari perusahaan dalam hal pembayaran kewajiban atau tanggung jawab jangka pendek.

Karena itu pertahankan level likuiditas dari sebuah perusahaan merupakan hal penting. Sebab saat perusahaan mampu mempertahankannya nantinya bisa lebih mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari pihak-pihak baik di dalam ataupun di luar.

Jenis dari Rasio Likuiditas

Sangat penting bagi kamu apa saja jenis atau macam-macam rasio likuiditas. Jika dijelaskan secara simple, rasio likuiditas merupakan kemampuan dari sebuah perusahaan guna memenuhi kewajiban untuk melunasi segala hutang yang mereka miliki. Sebab nilai risiko likuiditas ini yang nantinya akan menjadi acuan seberapa liquidnya perusahaan tersebut.

Cara mengukur level likuiditas dari sebuah perusahaan bisa dilakukan dengan cara membandingkan komponen di neraca. Dari komponen tersebut akan terlihat jumlah pasiva dan aktiva lancar atau hutang berjangka pendek.

Biasanya proses untuk mengukur likuiditas ini akan dilakukan secara rutin setelah beberapa waktu akuntansi supaya bisa melihat perkembangannya. Berikut di bawah ini adalah macam-macam dari rasio likuiditas : 

Rasio Lancar

Pertama adalah rasio lancar, ini merupakan kemampuan dari perusahaan dalam memakai aktiva lancar ini akan digunakan untuk membayar hutang serta kewajiban. Dengan melakukan pengukuran rasio likuiditas maka perusahaan bisa mengetahui nominal dari aktiva lancar yang nantinya akan digunakan untuk membayar kewajiban atau hutang jangka pendek.

Supaya bisa mengetahui apakah perusahaan milik kamu mempunyai rasio yang lancar serta sehat. Kamu bisa melihat melalui jumlah dari aktiva lancarnya apakah lebih besar dari nominal hutang lancar. Ini artinya perusahaan milik kamu mempunyai resiko lancar yang cukup baik dan mempunyai kinerja guna menutupi segala kewajibannya. 

Rasio Cepat

Kedua adalah rasio cepat, kalau ini adalah tingkat kinerja dari suatu perusahaan guna membayar hutang berjangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar tanpa harus memperhitungkan persediaan.

Komponen yang terdapat di rasio cepat biasanya meliputi piutang dan surat-surat berharga. Ini artinya apabila rasio cepat dari perusahaan meningkat pastinya kondisi finansial juga menjadi sehat. Dengan begitu perusahaan akan mampu membayarkan kewajiban jangka pendeknya dengan mudah.

Rasio Kas

Rasio selanjutnya adalah rasio kas, pada rasio ini dapat menunjukkan bagaimana kemampuan dari perusahaan yang kamu miliki tersebut dalam hal membayar hutang berjangka pendek dengan memanfaatkan uang kas yang ada.

Misalnya, kas perusahaan milikmu yang diperhitungkan di rasio ini seperti rekening giro atau dana kas, dimana ketika rasio kas ini memperlihatkan 1:1 artinya bisnis tersebut mempunyai kinerja efektif serta kondisi finansial stabil.

Perputaran Kas

Berikutnya adalah rasio perputaran kas, di mana pada rasio ini akan menunjukkan angka relatif antara modal kerja dengan jumlah penjualan. Rasio ini dihitung berdasarkan pembagian angka penjualan dan modal kerja bersih. Dari rasio ini juga kamu bisa melihat serta mengetahui seberapa tinggi tingkat penjualan dan keuntungan yang diperoleh.

Modal Kerja

Terakhir adalah rasio modal kerja di mana ini merupakan total aset yang memperlihatkan level likuiditas perusahaan pada jumlah aktiva dan level dari modal kerja. Untuk bisa menghitung rasio ini, yaitu total aset dikurangi liabilitas kemudian dibagi dengan jumlah aset.