Mengenal Surat Utang Negara, Jenisnya, dan Keuntungannya

surat hutang

surat utang negara (SUN) merupakan surat berharga yang sengaja diterbitkan dan dijual oleh sebuah perusahaan negara ke masyarakat secara umum supaya memperoleh tambahan modal yang melanjutkan rencana pembangunan negara.

Investasi sebuah surat utang negara umumnya diperjualbelikan di jenis pasar, yakni pasar sekunder dan pasar primer. Lantas, apa definisi dari kedua jenis pasar ini? Berikut penjelasannya.

Pengertian Pasar Sekunder dan Pasar Primer

Pasar sekunder merupakan wadah perdagangan surat utang sesudah proses transaksi pembelian pertama kali. Transaksi jual beli dilakukan oleh para investor, membuat harga dari surat tersebut cukup bervariasi serta fluktuasi. Sejumlah keuntungan dari jual beli juga diperoleh para investor dan perusahaan malah tidak memperoleh keuntungan apapun.

Sementara pasar primer merupakan wadah berjualan surat utang tersebut pertama kali tapi antara perusahaan dengan investor atau masyarakat secara umum. Nilai surat yang dijual biasanya bersifat tetap serta jumlahnya pun terbatas.

Misalnya, seorang investor membeli surat utang di pasar primer di suatu perusahaan tertentu. Karena ingin memperoleh keuntungan yang banyak, pihak investor ini menjualnya kembali di pasar sekunder dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi dari harga belinya. Nah itulah gambaran terkait jual beli surat utang negara pada pasar sekunder.

Jenis-Jenis dari Surat Utang Negara

Terdapat dua jenis surat utang negara yang dikenal sekarang ini. Lalu SUN tersebut dikategorikan lagi sesuai tingkat kuponnya. Agar lebih mengenalnya lagi, dibawah ini terdapat jenis-jenis dari surat utang negara, antara lain:

1.    Surat Perbendaharaan Negara

Surat Utang Negara memiliki jangka waktu sampai 12 bulan dan pembayaran suku bunganya secara diskonto. Untuk beberapa negara luar, surat perbendaharaan negara dikenal lewat sebutan Treasury Bills atau T-Bills

2.    Obligasi Negara

Surat Utang Negara memiliki jangka waktu sampai 12 bulan entah itu menggunakan kupon atau tidak. Obligasi Negara menggunakan kupon mempunyai jadwal pembayaran kupon periodik yaitu 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Sedangkan obligasi negara tanpa kupon tidak mempunyai jadwal  untuk pembayaran kupon, dan dijual di harga diskon. Intinya akan segera dilunasi ketika sudah masuk jatuh tempo.

Jika melihat berdasarkan tingkat dari kupon, maka obligasi negara dibedakan menjadi:

Obligasi dengan bunga mengambang merupakan obligasi yang memiliki tingkat bunganya mengambang atau dengan istilah lain variable rate bonds yang sudah ditentukan sesuai panduan tertentu, seperti contoh tingkat SBI atau Sertifikat Bank Indonesia.

Obligasi  Negara juga bisa dibedakan dari denominasi mata uang baiknya rupiah atau Valuta Asing. Surat Utang Negara bisa diterbitkan berupa warkat atau tanpa adanya warkat

Surat Utang Negara yang sekarang ini beredar dikeluarkan dalam bentuk tidak ada warkat. Surat Utang Negara bisa diterbitkan dalam bentuk bisa diperdagangkan dan tidak bisa diperdagangkan.

Keuntungan Melakukan Investasi di SUN

Beberapa pilihan instrumen investasi sekarang ini memberi keleluasaan untuk investor korporasi atau individu untuk dapat memilih produk investasi yang sesuai profil risiko investasi tersebut.

Nah, untuk profil dari investor konvensional atau moderat, pakar perencanaan finansial menyarankan supaya salah satu pilihan instrumen investasi yang tepat yaitu SUN. apakah Anda tertarik untuk memilih investasi? Simak deretan keuntungan yang diperoleh jika Anda berinvestasi di Surat Utang Negara.

  • Bagi hasil lebih tinggi
  • Pajak yang lebih kecil
  • Risiko lebih rendah
  • Membangun negara

Berikut ini penjelasan setiap poin keuntungan yang didapatkan dari berinvestasi di SUN.

1.    Bagi Hasil Lebih Tinggi

Jika dibandingkan dengan aktivitas menabung, keuntungan yang didapat dengan membeli surat utang negara jauh lebih tinggi daripada bunga deposito atau tabungan. Biasanya bunga deposito suatu bank sebesar 5%, sementara SUN memberikan imbal hasil jauh lebih tinggi dari persentase tersebut.

2.    Pajak yang Lebih Kecil

Pajak deposito yang dibebankan sekitar 20% yang berarti nasabah akan mendapatkan keuntungan 3,6% sampai 4% dari total nilai simpanan. Coba bandingkan dengan surat utang negara yang besaran beban pajaknya 15%. Itu berarti pemilik dari SUN akan mendapatkan keuntungan setidaknya 6,8% dari total nilai investasi.

3.    Risiko Lebih Rendah

Perihal kepastian pembayaran yang berkaitan dengan imbal usah SUN dari produk investasi tersebut sudah dijamin oleh negara. Kondisi ini menunjukkan investasi di surat utang negara memiliki risiko rendah sebab pembayarannya dijamin langsung oleh negara. Proses perencanaan sampai penerbitan SUN terlebih dahulu perlu mendapatkan persetujuan DPR.

4.    Membangun Negara

Sebagai seorang warga negara yang bijak, berinvestasi lewat surat utang negara dapat membantu negara agar semakin mensejahterakan rakyatnya melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum lainnya, dan mengurangi negara yang selalu bergantung oleh pendanaan yang didapat dari luar negeri. Itu berarti dengan berinvestasi di SUN Anda sudah turut berkontribusi terhadap pembangunan negara.