Neraca Lajur, Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penyusunannya

neraca lajur

Untuk yang sudah bergelut di bidang akuntansi atau Anda yang sudang menempuh pendidikan dibangku kuliah jurusan akuntansi, tentu sudah tidak asing istilah kertas kerja atau neraca lajur. Kertas kerja tersebut adalah sebuah catatan yang berisi data-data akuntansi. Jenis neraca satu ini berperan untuk membantu upaya penyusunan sebuah laporan keuangan.

Apa Sih Neraca Lajur ?

Secara umum, neraca lajur atau sering dikenal dengan kertas kerja adalah catatan lembar kerja dan terdiri dari beberapa kolom yang berisikan data-data keuangan perusahaan. Neraca tersebut bukan bagian di dalam laporan keuangan, namun datanya dapat membantu perusahaan ketika akan menyusun sebuah laporan keuangan pada periode tertentu.                            

Karena tidak termasuk dalam laporan keuangan perusahaan. Neraca lajur sifatnya tidak formal, dimana perusahaan tidak diwajibkan membuat kertas kerja atau neraca lajur untuk keperluan bisnis mereka. Tidak hanya itu, data-data yang ada pada lembar kerja ini dapat diperiksa waktu-waktu jika diperlukan agar bisa mengoreksi beberapa data yang mungkin salah input.

Kolom yang Ada pada Neraca Lajur

Di dalam neraca lajur ada 6 kolom, tapi yang berisikan data keuangan hanya ada di 5 kolom, antara lain:

  •         Kolom Neraca Saldo
  •         Kolom Laba Rugi
  •         Kolom Penyesuaian
  •         Kolom Neraca
  •         Kolom Neraca Saldo yang Telah Disesuaikan

Proses Penyusunan Kertas Kerja

Agar bisa menyusun neraca lajur, data yang dibutuhkan yakni data dari jurnal neraca lajur serta jurnal penyesuaian. Nah, dari dua data ini, kemudian Anda dapat menyusun sebuah laporan terkait laba rugi serta neraca. Dibawah ini contoh proses penyusunan neraca lajur

1.    Buat Formatnya

Awalnya Anda harus menyusun format neraca lajur, mengambil yang paling, dimana lembar kerja tersebut terdapat 6 kolom, kolom pertama yang berisikan Nama Rekening, Neraca Saldo, menyesuaikan, Neraca Saldo, Sesudah Disesuaikan, Neraca dan Laba Rugi. Contoh formatnya nanti akan dijelaskan lagi pada poin-poin setelah ini.

2.    Mengisi Neraca Saldo

Ketika akan menyusun neraca lajur, Anda pasti sudah mempunyai jurnal neraca saldo. Dengan begitu Anda tinggal memasukkan setiap data-data ke kolom perkiraan., lalu saldonya dicantumkan ke kolom neraca saldo. Anda juga harus memastikan wabah data yang Anda tulis telah sesuai oleh yang ada di neraca saldo.Jika sudah, silahkan jumlah saldo- yang ada dan pastikan juga jumlah dari saldo pada kolom kredit dan kolom debit sama.

3.    Masukkan Akun pada Jurnal Penyesuaian

Sesudah itu, cantumkan akun-akun pada jurnal penyesuain ke kolom penyesuaian. Apabila ditemukan nama akun yang tidak ada di kolom neraca saldo, Dapat dimasukkan di bagian bawah pada kolom perkiraan. Hitunglah jumlah saldo pada kolom penyesuaian sampai menemukan hasil yang benar-benar seimbang.

4.    Mengisi Kolom Neraca Saldo

Isilah kolom neraca saldo sesudah melewati penyesuaian dengan menjumlahkan saldo pada neraca saldo serta penyesuaian. Kemudian jumlahkan saldo antara debit dan kredit, serta kredit dengan kredit, setelah itu hasil dari penjumlahan debit dapat dimasukkan kedalam kolom debit, serta hasil penjumlahan dari kredit di kolom kredit. Nama akan harus dipastikan sama.

5.    Mengisi Kolom Laba Rugi serta Neraca

Untuk kolom laba rugi serta neraca tersebut harus didasari oleh data-data pada kolom neraca saldo yang sudah disesuaikan. Data seputar pendapatan serta beban pada neraca saldo, dipindah ke dalam kolom laba rugi. Sedangkan jumlah aset, modal, kewajiban dipindah ke dalam kolom neraca.

6.    Mengetahui Laba Rugi

Sesudah itu, Anda dapat menghitung selisih nilai dari kredit dan debit pada kolom laba rugi serta neraca. Selisih inilah nantinya yang akan menentukan apakah kondisi keuangan pada perusahaan di periode tersebut mengalami kerugian atau untung.

Fungsi dari Neraca Lajur

Lembaran kerja tersebut berperan untuk membantu sebuah perusahaan untuk menyusun laporan keuangan. Namun, selain itu terdapat beberapa fungsi yang juga tidak kalah penting, yaitu:

1.    Menggolongkan Setiap Data Keuangan

Dengan data-data di neraca saldo sudah dipilah lalu digolong berdasarkan kolom maka akan semakin memudahkan untuk penyusunan laporan keuangannya nanti. Terdapat 5 kolom seperti kolom neraca saldo, kolom yang sudah disesuaikan, kolom neraca, kolom laba rugi, dan kolom penyesuaian.

2.    Memeriksa Lagi Data-Data Keuangan

Salah dalam urusan pencatatan berbagai data keuangan bisa saja terjadi. Maka dari itu, ketika membuat kertas kerja, Anda dapat melakukan pengecekan ulang terhadap data yang sudah dituliskan khususnya pada neraca saldo serta jurnal penyesuaian.

Tujuan Neraca Lajur

Memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan

Memeriksa keakuratan dalam menghitung transaksi keuangan

Meminimalisir kesalahan yang mungkin saja dialami ketika membuat jurnal neraca saldo atau jurnal penyesuaian.

Manfaat Neraca Lajur

Dapat dijadikan referensi dalam membuat ayat jurnal penutup

Dapat membantu mencari dan menemukan kesalahan pencatatan yang mungkin terjadi

Dapat menunjukan bahwa sebuah perusahaan sudah menjalankan prosedur yang tepat untuk menyusun laporan keuangan