Pahami Pengertian Wadiah Dan Mudharabah Pada Tabungan Syariah

tabungan syariah

Ketika hendak membuka rekening tabungan di bank syariah, pasti Anda akan diberikan kesempatan untuk memilih akad Wadiah atau Mudharabah. Bagi Anda yang belum pernah, pastinya pertanyaan tadi akan membingungkan.

Memahami istilah tersebut sangat penting bagi Anda yang hendak membuka rekening maupun membeli suatu produk pada asuransi syariah. Asuransi tersebut cocok untuk Anda yang berkeinginan mendapatkan proteksi pada keuangan, namun khawatir menjadi riba sebab pengelolaannya telah dipastikan mengikuti prinsip Islam.

Agar tidak salah dalam memilihnya dan membuat Anda menyesal, sebaiknya pahami terlebih dahulu mengenai akad Wadiah dan Mudharabah pada penjelasan dibawah.

Pengertian akad

Akad merupakan hal paling dasar pada perbedaan bank konvensional dan syariah. Akad sendiri merupakan perjanjian yang dilakukan oleh pemilik dan pembeli atau bank dan pemilik rekening.

Akad Wadiah

Akad Wadiah merupakan akad yang memiliki skema penitipan yaitu nasabah bertindak menjadi penitip dimana memberikan amanah kepada pihak bank agar dapat memanfaatkan dana yang telah dititipkan tersebut serta bertanggung jawab dengan penuh dalam penggunaannya. Pihak bank juga harus mengembalikan dana titipan tersebut apabila nasabah akan mengambilnya kapanpun.

Akad Mudharabah

Sedangkan akad Mudharabah adalah perjanjian kerja sama antara shohibul mal atau nasabah dengan mudharib atau pihak bank. Pada akad ini, nasabah menyediakan sebagai penyedia uang dan pihak bank sebagai pengelola uang tersebut.

Karena konsep akad Mudharabah merupakan kerja sama, jadi apabila usaha yang sedang dilakukan melalui hasil kerja sama dari nasabah dan pihak bank berhasil, maka hasil tersebut nantinya akan dibagi dengan berdasarkan kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

Jika usaha yang dijalankan tersebut bangkrut yang disebabkan dari pihak bank, maka pihak bank tersebut harus bertanggung jawab dan nasabah akan mendapatkan seluruh uang atau titipannya. Akan tetapi jika kebangkrutan disebabkan dari kelalaian nasabah maka nasabah harus memikul tanggung jawabnya.

Pengertian melalui persamaan dan perbedaan akad

Akad Tabungan Syariah

Akad Wadiah dan Mudharabah memiliki perbedaan signifikan, dimana perbedaan tersebut yaitu:

Peran yang dimiliki

Dalam akad Wadiah, nasabah berperan menjadi pihak yang menitipkan dana, dan pihak bank berperan menjadi suatu lembaga penitipan dana. Sedangkan akad Mudharabah, peran untuk nasabah yaitu menjadi shahibul mal atau pemilik dana dan pihak bank menjadi mudharib atau pengelola dana.

Status dana

Pada kedua akad, status dana terbagi menjadi empat perbedaan, yaitu:

  1. Sifat

Pada akad Wadiah merupakan titipan dan bersifat investasi jika dibandingkan dengan akad Mudharabah.

  1. Penarikan dana

Penarikan dana dalam akad Wadiah dapat diambil kapan pun, berbeda pada akad Mudharabah yang penarikannya telah ditentukan oleh periodenya.

  1. Pengembalian dana

Dalam akad Wadiah pengembalian dana dapat diberikan seluruhnya dari pihak bank. Sedangkan akad Mudharabah tidak memiliki jaminan dana dapat dikembalikan seluruhnya, dikarenakan prinsip dari akad Mudharabah yang telah menyatakan kerugian yang disebabkan dari nasabah harus ditanggung sepenuhnya nasabah itu sendiri.

  1. Insentif

Insentif yang didapatkan dalam akad Wadiah dapat berupa bonus sukarela dari bank. Bonus tersebut tidak ditentukan jumlahnya dan tidak diperjanjikan. Untuk akad Mudharabah, pihak nasabah akan mendapatkan suatu insentif yang berupa laba dalam tiap periode dan disepakati pada satu bulan.

Contoh tabungan akad Wadiah dan Mudharabah

Agar dapat memudahkan Anda dalam mengetahui jenis pada tabungan apa saja yang sesuai pada akad Wadiah dan Mudharabah, berikut ini beberapa contoh produk tabungan bank tersebut.

Akad Wadiah

  • Tabungan Utama Pensiun ib Bank Mega Syariah, setoran awal 20 ribu.
  • Tabungan Simpatik BSM, setoran awal 30 ribu.
  • Tabungan Kurban BSM, setoran awal 50 ribu.
  • Tabungan Impian BRI Syariah iB, setoran awal 50 ribu.
  • Tabungan Muamalat iB Haji dan Umroh, setoran awal 50 ribu.
  • Tabungan Mitra Bank Mega Syariah iB, setoran awal 50 ribu.
  • Tabungan Mega Syariah Rencana iB, setoran awal 100 ribu.

Akad Mudharabah

  • Tabungan BSM.
  • BSM Tabungan Berencana.
  • BSM Tabungan Pensiun.
  • Tabungan iB Mapan CIMB Niaga Syariah.
  • Tabungan iB Hasanah Mudharabah BNI Syariah
  • Danamon Syariah iB.

Kenapa perlu memilih tabungan jenis syariah?

Bank syariah pada saat ini sedang banyak digandrungi dari berbagai kalangan. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab bank syariah mampu memberikan jawaban dari keinginan para nasabahnya. Selain menghindarkan nasabahnya pada sistem riba yang terdapat pada bank konvensional, bank syariah dapat juga menjawab keinginan timbal balik nasabah atas dana yang sudah mereka titipkan.

Bank konvensional memberikan keuntungan yang berupa bunga, sedangkan bank syariah memberikan keuntungan dengan memakai profit sharing. Oleh karena itu dana yang akan diterima akan disalurkan dalam pembiayaan. Keuntungan yang diperoleh pada pembiayaan tersebut akan dibagi dua untuk nasabah dan jasa pihak bank.