Pendiri Netflix Reed Hastings Jadi Miliarder Berharta 75 Triliun

kekayaan pendiri Netflix

Nama seorang Reed Hastings pastinya sudah tidak asing lagi di telinga pebisnis dunia. Dimana ia merupakan seorang pendiri raksasa hiburan yang bernama Netflix dan memiliki kekayaan yang mencapai 5 miliar USD.

Pada saat ini, Hastings sedang menikmati hasil dari kerja kerasnya bersama dengan perusahaan yang berskala internasional. Kehidupan Hasting begitu nikmat dan tentu saja sangat menarik untuk menjadi bahan perbincangan. Berikut ini beberapa fakta menarik dari pendiri Netflix tersebut:

Memiliki Tempat kelahiran di Boston

Reed Hastings lahir pada tahun 1960 di Boston. Ayahnya bernama Wilmot Reed Hastings dimana bekerja pada Departemen Kesehatan, Pendidikan serta Kesejahteraan yang berada di bawah Presiden bernama Richard Nixon.

“ Kami berkeliling dengan menggunakan kereta golf, melakukan tur hingga melihat Presiden Nixon yang memiliki dudukan toilet dengan warna emas,” ucap Hasting dalam The Times pada tahun 2006 lalu.

Ketika telah lulus SMA, Reed Hastings pernah bekerja sekitar satu tahun menjadi seorang sales penyedot debu dan akhirnya meraih gelar sarjana pada Stanford University. “saya tidak lolos pada pilihan pertama, yaitu Massachusetts Institute of Technology,” ucap Hastings.

Ide membangun Netflix merupakan ide dari pengalaman buruk

Reed Hastings pernah didenda sebesar 40 USD karena keterlambatan dalam mengembalikan video yang sedang disewanya. “Saya terlambat mengembalikan video selama enam minggu, dan itu merupakan salah saya. Belakangan ini pada saat menuju ke tempat gym, saya menyadari jika mereka mempunyai model bisnis yang lebih baik.” Ucap Hastings.

Faktor tersebutlah yang menjadi dasar Hasting mendirikan Netflix bersama dengan rekannya Marc Randolph di tahun 1997. Pada tahun awal, Netflix dapat menarik pelanggan hingga 239 ribu, dan juga para pelanggan tersebut dapat menyimpan film yang disewakan tersebut dengan sesuka hati tanpa memikirkan adanya biaya keterlambatan.

Netflix bukanlah perusahaan yang pertama dibangun oleh Hastings

Pada saat Hastings berusia 31 tahun, ia bersama rekannya yaitu Mark Box dan Raymond Peck pada tahun 1991 meluncurkan Pure Software. Perusahaan itu sukses dan berhasil untuk melipatgandakan pendapatan pada setiap tahunnya sebelum go public di tahun 1995. Kemudian pada tahun 1997, Hastings menjual perusahaan tersebut dengan harga 750 juta USD.

Menjadi perusahaan teknologi yang kuat di Amerika

Pada tahun 2002 akhirnya Netflix go public, serta saham perusahaan tersebut mencapai puncak tertinggi di tahun 2011. Akan tetapi, saham Netflix kemudian tergelincir sebesar 75% akibat kebijakan. Hasting juga memisahkan biaya langganan bisnis streaming dengan DVD berbayar yang pada saat itu.

Oleh karena itu, basis pelanggan Netflix akhirnya perlahan dapat pulih kembali sebab konten orisinilnya mendapatkan begitu banyak pujian. Sekarang ini, Netflix mengklaim telah mempunyai sebanyak 193 juta keanggotaan berbayar di seluruh dunia.

Liburan selama 6 pekan dalam setiap tahun

Dalam mengelola dan menjalankan bisnis, Hastings berbagi tugas dan tanggung jawab kepada sesama eksekutif pada perusahaannya, yaitu Ted Sarandos. “Orang yang hebat tidak ingin diatur secara mikro. Pihak kami juga mengelolanya melalui pengaturan konteks serta membiarkan orang berlari,” ucapnya Hastings.

Bagian dari strateginya tersebut, Hasting mengaku jika ia sering kali mengambil waktu untuk berlibur selama 6 pekan setiap tahun. “Saya sering kali berlibur dan juga saya terbuka secara internal. Sering kali kita akan mendapatkan ide terbaik pada saat mendaki gunung atau lainnya, serta kita juga mendapatkan perspektif yang berbeda ketika melakukannya.”

Menghabiskan sejumlah uang untuk filantropi

Hastings serta Quillin juga menandatangani sebuah pakta The Giving Pledge yang mengamanatkan para miliarder agar dapat memberikan sebagian besar kekayaan yang dimiliki untuk amal pada tahun 2012.Sebagian besar dari kegiatan amal yang dilakukan Hastings ditujukan pada dunia pendidikan.

Pada tahun ini, Hastings telah memberikan donasi sebesar 120 juta USD untuk dapat mendanai beasiswa bagi para siswa kulit hitam dengan melalui kemitraan dari dua perguruan tinggi. Hastings juga mendanai kamp pelatihan yang mewah untuk para guru-guru yang ada di Colorado.

Baginya menjadi sebuah kehormatan dapat membantu komunitas, negara bahkan planet kita dengan cara filantropi, dimana ia merasa sangat senang dapat secara langsung bergabung dengan orang-orang yang beruntung lainnya dalam menjaminkan sebagian dari aset yang dimiliki untuk dapat diinvestasikan pada orang lain.

Melalui komunitas tersebut, ia berharap dapat belajar sambil berjalan dalam melakukan upaya yang terbaik agar dapat membuat perubahan yang positif untuk banyak orang.

Kekayaan yang terus bertambah

Kekayaan yang dimiliki Hastings juga terus tumbuh dengan diiringinya harga saham Netflix dimana terus menanjak. Di tahun 2017, Hastings masuk kedalam deretan orang terkaya di Amerika. Kekayaan yang dimilikinya mencapai 5 miliar USD.

Hastings bersama istrinya, Patty Quillin bertempat tinggal di Santa Cruz serta memiliki dua anak. Uniknya, Reed Hastings mengaku jika tinga memiliki hobi pada saat mengisi waktu luang. Walaupun begitu, Hastings merupakan sosok penyayang binatang, dimana ia memiliki 4 ekor anjing, 4 kambing kerdil serta 10 ekor ayam.