Pengertian Apa Itu Insentif Beserta Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Karyawan

Apa itu insentif

Apa itu insentif? Hal tersebut adalah sebuah bentuk kompensasi agar meningkatkan kualitas kerja atau memicu semangat para karyawan. Jika anda bekerja disebuah perusahaan, mungkin istilah ini kerap kali didengar. 

Biasanya insentif akan diberikan kepada pekerja ketika mengerjakan tugas mereka melebihi jam kerja pada umumnya dan upah lembur tersebutlah yang dimaksud dengan insentif. Karena memang tujuan pemberian kompensasi ini ditujukan agar pekerja dapat meningkatkan kinerja mereka.

Istilah insentif telah dipergunakan di dunia bisnis secara luas, baik pada usaha mikro dan sekala besar. Biasanya istilah ini dipakai guna menjelaskan tentang kemudahan yang akan diberikan oleh pihak pemerintah untuk para pemilik usaha.

Silahkan Anda simak ulasan tentang manfaat serta tujuan diberikannya insentif bagi perusahaan dan karyawan berikut ini.

Manfaat dan Tujuan Insentif

insentif karyawan

Tujuan utama dari pemberian kompensasi bagi karyawan adalah untuk memotivasi mereka agar dapat memperbaiki kinerja dan lebih berprestasi, karena diharapkan dengan diberikannya insentif para pekerja akan lebih meningkatkan kualitas kerja serta menjadi semakin produktif.

Peningkatan kualitas dan produktivitas kerja tidak hanya untuk masing-masing individu, namun juga diharapkan dapat memiliki pengaruh pada kelompok atau tim. Dengan begitu, mereka dapat saling memotivasi dan berimbas positif bagi seluruh perusahaan.

Berikut ini adalah tujuan dari pemberian insentif bagi karyawan :

  1. Membina etos kerja.
  2. Lebih menghargai karyawan.
  3. Meningkatan semangat kerja.
  4. Karyawan dapat lebih loyal pada perusahaan.
  5. Menumbuhkan moral karyawan.
  6. Memperbaiki kehidupan karyawan.

Apabila dapat dilakukan dengan cara yang tepat, memberikan insentif untuk karyawan juga memiliki keuntungan tersendiri baik bagi perusahaan ataupun para pekerja. Karena dengan adanya kompensasi, selain karyawan dapat menaikkan kualitas hidup mereka, perusahaan juga dapat menaikkan produktivitas, sebagai berikut :

  • Bagi Karyawan

Penentuan jumlah kompensasi dapat dijadikan standar prestasi yang adil bagi seluruh karyawan. Sederhananya, karyawan yang bekerja lebih giat akan mendapatkan penghargaan atau bonus sesuai jika sanggup melampaui batasan kualitas dan kuantitas beban pekerjaan yang ditentukan. 

Cara ini juga dapat mengurangi risiko subjektivitas dalam satu perusahaan. Selain dapat bonus berupa materi, karyawan juga dapat motivasi. Biasanya nih, karyawan yang dapat bonus semakin semangat buat bekerja.

  • Bagi Perusahaan

Pemberian kompensasi tidak semata-mata bertujuan memberatkan perusahaan saja. Perlu dipahami bahwa pemberian bonus atau penghargaan dapat memotivasi karyawan dalam menghasilkan prestasi yang lebih baik. Itu sebabnya, ini dapat menjadi salah satu cara efektif dalam meningkatkan produktivitas perusahaan

Jenis Insentif

Berikut dibawah ini adalah jenis-jenis insentif yang biasanya diberikan kepada karyawan :

  • Social incentive

Kompensasi yang satu ini berupa sebuah hubungan yang baik antar karyawan di perusahaan tersebut. Selain itu juga terciptanya keharmonisan antara atasan dan bawahannya, saling berkomunikasi dengan baik serta saling menghargai.

  • Non-financial incentive

Non-financial incentive merupakan kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan bukan berbentuk uang melainkan penghargaan atau apresiasi. Misalnya liburan, pujian, pelatihan (pendidikan) dan lain sebagainya.

  • Financial incentive

Financial incentive merupakan kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan berupa uang tunai. Contohnya, komisi dan dana pensiun.

Cara pemberian kompensasi

Pemberian insentif ini memang akan memberikan dampak positif pada perusahaan, namun nyatanya tidak semua kantor dapat membayarkan uang kompensasi kepada para karyawan dikarenakan beberapa faktor berikut :

  1. Kondisi dan kemampuan finansial perusahaan yang tidak stabil.
  2. Produktivitas perusahaan yang naik turun.
  3. Karena terpengaruh oleh ekonomi negara.
  4. Tidak adanya loyalitas dari karyawan.
  5. Kinerja karyawan yang belum memberikan kontribusi apapun untuk perusahaan.

Supaya pemberian insentif dapat berjalan secara adil tanpa merugikan pihak manapun, perusahaan harus menciptakan sebuah indikator seperti berikut :

  • Kinerja karyawan : uang kompensasi hanya akan diberikan kepada pekerja yang memiliki kinerja baik.
  • Waktu kerja : uang insentif akan ditentukan berdasarkan seberapa lama pekerja dapat menyelesaikan pekerjaannya.
  • Masa kerja : besaran dari uang insentif dipengaruhi dengan seberapa lama karyawan tersebut telah mengabdi pada perusahaan.
  • Jabatan karyawan : pemberian uang insentif yang lebih besar bagi pekerja dengan jabatan tinggi. Hal ini disebabkan oleh beban tanggung jawab yang mereka emban.
  • Kebutuhan : uang insentif diberikan kepada pekerja sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain indikator-indikator diatas, ada pula parameter yang bisa digunakan dalam pemberian uang insentif, misalnya :

    • Memperhatikan kinerja atau prestasi dari pekerja.
    • Melihat seberapa efiensinya cara pekerja menyelesaikan tugasnya.
    • Sesuaikan dengan jabatan.
    • Harus layak dan adil.

Setelah membaca semua ulasan tentang apa itu insentif, apa saja tujuan serta manfaat bagi karyawan dan juga perusahaan. Anda dapat lebih memahami mengenai uang kompensasi dan biasanya pemberian bonus ini akan dibarengi ketika Anda menerima gaji bulanan atau mungkin perusahaan akan menjadwalkannya secara terpisah. Namun, apabila Anda tidak menerimanya, berarti ada poin-poin tertentu yang membuat Anda belum memenuhi syarat.