Pengertian Koperasi Adalah, Ciri-ciri, dan Fungsinya

ciri-ciri koperasi

Apakah dari Anda pernah mendengar koperasi? Koperasi adalah proses ekonomi yang susunan dan pembagian hasilnya didasarkan pada konsep kebersamaan. Dalam tahap ini di Indonesia sendiri perkembangan koperasi relatif tinggi dan banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Untuk informasi dan pembahasan lengkapnya akan kami berikan penjelasannya secara menyeluruh. 

Pada tahap ini kami akan memberikan ulasan mengenai pengertian koperasi, fungsi, tujuan, dan beberapa ciri-ciri dari koperasi tersebut. Dengan demikian membuat Anda akan lebih mudah untuk memahami penjelasannya secara menyeluruh. Untuk informasi dan pembahasan lengkapnya, para artikel kali ini kami akan memberikan pembahasan menyeluruh mengenai koperasi tersebut. 

Pengertian Koperasi 

Koperasi merupakan sebuah badan usaha atau ekonomi yang prosesnya dikelola dan dioperasikan oleh para anggotannya dalam memenuhi kebutuhan pada bidang ekonomi yang diharapkan. Untuk badan hukum yang dimiliki oleh koperasi atas dasar kekeluargaan yang setiap anggotanya didasarkan pada perorangan atau individu atau berbentuk badan hukum. 

Berdasarkan pengertian dari para ahli, menurut Hatta koperasi merupakan usaha bersama yang diperuntukkan untuk bisa memperbaiki nasib terhadap kondisi ekonomi yang dimiliki, semuanya atas dasar tolong menolong. Dengan demikian ciri-ciri koperasi itu dijalankan atas dasar kebersamaan, kekeluargaan, dan saling bahu membahu dalam semangat gontong royong. 

Untuk penjelasan berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 menjelaskan pengertian koperasi merupakan badan usaha yang anggotanya dari orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan proses kinerjanya pada prinsip ekonomi untuk memberikan semangat gerakan ekonomi rakyat yang semuanya didasarkan pada asas kekeluargaan dan kebersamaan. 

Mengenal Ciri-Ciri Koperasi 

pengertian koperasi

Pada tahap ini kami akan memberikan beberapa penjelasan lengkap mengenai ciri dari koperasi tersebut secara lengkap dan menyeluruh, simak penjelasannya. 

1. Anggota Sukarela 

Dalam koperasi anggotanya bersifat sukarela yang dalam artian tidak ada paksaan yang menuntut untuk selalu ada dan didasarkan pada komitmen masing-masing. Dalam tahap ini proses syarat dan ketentuannya didasarkan pada beberapa poin yang dibuat dan disepakati bersama-sama, sehingga prosesnya bukan hanya dari segelintir saja, tetapi berdasarkan pada pemahaman bersama. 

Apabila ada salah satu anggota yang ingin keluar atau mengundurkan diri, maka harus disesuaikan dengan kesepakatan bersama-sama. Dalam artian setiap individu yang tergabung didalamnya memiliki pemahaman yang jelas mengenai beberapa kesepakatan yang telah ditentukan. 

2. Kekuasaan Terletak Pada Rapat Anggota

Tidak ada pimpinan tertinggi dalam koperasi yang berhak untuk mengatur dan memutuskan semuanya secara sepihak. Karena dalam koperasi tersebut hak tertingginya terletak pada rapat anggota, dalam artian setiap orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Melalui forum rapat anggota itulah semuanya akan dijelaskan dan ditentukan secara bersama-sama. 

Biasanya proses untuk rapat anggota ini dilakukan selama 1 tahun sekali untuk berbagai kebutuhan dan keinginan yang diharapkan.

3. Atas Asas Kekeluargaan 

Berbeda dengan perusahaan yang memberikan semuanya atas dasar profesionalisme, tetapi dalam koperasi semua prosesnya didasarkan pada asas kekeluaragaan. Hal ini bukan tanpa alasan, tetapi semuanya didasarkan pada Undang-Undang No. 25 tahun 1992 pasal 2 yang menjelaskan kalau koperasi itu dilandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

Dalam tahap ini semua permasalahan dan perseteruan dalam koperasi harus diselesaikan secara musyawarah dan rapat bersama untuk menemukan jalan terbaik. Hal inilah membuat perkembangan dan pertumbuhan dalam koperasi tersebut menjadi lebih banyak. Karena semuanya layaknya dalam membina keluarga untuk mencapai kemakmuran bersama-sama. 

4. Tidak Mengenal Kapitalis

Ciri-ciri koperasi selanjutnya itu tidak mengenal konsep kapitalis, karena semua pembagian keuntungan didasarkan pada besarnya modal yang dimiliki oleh masing-masing anggota. Namun pada koperasi tidak mengenal konsep kapitalis tersebut atau didasarkan pada pemegang modal terbesar. Dalam koperasi dikenal sebagai jasa yang diberikan anggota terhadap koperasi tersebut. 

Dalam artian semuanya dilihat dari kontribusi atau jasa yang dilakukan oleh setiap individu terhadap kemajuan koperasi yang diinginkan. Dalam tahap ini koperasi benar-benar menghindari kecemburuan sosial yang berbasis pada pemegang modal, karena akan mempengaruhi stabilitas dan jalannya koperasi tersebut secara menyeluruh. 

5. Swadaya, swakerta, dan Swasembada

Dalam tahap ini koperasi itu didasarkan pada 3 prinsip yang kuat guna menunjang kemajuan dan kemakmuran bersama. Koperasi itu mengenal namanya swadaya atau usaha sendiri, Swakerta dikenal sebagai buatan sendiri atau mandiri, lalu swasembada semuanya didasarkan pada kemampuan diri sendiri yang menjadi pegangan dalam koperasi. 

Ketiga prinsip sudah menjadi ciri dasar dari koperasi dalam menangani dan bertindak untuk kemajuan serta jalannya koperasi yang dijalankan. Dengan demikian ketiga prinsip tersebut memberikan beberapa manfaat dan kebutuhan untuk kemajuan koperasi yang dikelola tersebut. Hal ini tentunya menjadi dasar yang penting untuk dipahami dan diketahui dengan lebih baik. 

Pada tahap ini koperasi adalah bagian dari usaha bersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan yang memberikan banyak keuntungan bersama-sama.