Pengertian Obligasi, Karakteristik dan Contohnya

pengertian obligasi

Bagi masyarakat yang melek investasi, Anda tentu sering mendengar obligasi. Pengertian obligasi sering disebut sebagai surat pengakuan utang piutang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan jangka waktu tertentu. Dengan pengertian tersebut, artinya penerbit surat utang mengakui telah berhutang kepada pembeli obligasi dalam jangka waktu yang disepakati bersama.

Secara sederhana, pembeli obligasi disebut dengan investor atau kreditur, sedangkan penerbit obligasi adalah debitur. Pembayaran hutang harus dilunasi sampai waktu jatuh tempo dan terdiri dari hutang pokok dan bunga. Istilah bunga dalam obligasi sering disebut dengan kupon. Obligasi merupakan salah satu produk investasi di pasar modal yang bisa dipilih investor.

Karakteristik obligasi sebenarnya merupakan pinjaman yang diberikan kepada pemerintah atau suatu perusahaan, jadi berbeda dengan saham yang memberikan hak deviden kepada pemegangnya. Obligasi adalah surat utang berjangka dengan nilai nominal dan waktu jatuh tempo tertentu yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Obligasi dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, sehingga tidak harus dipegang sampai tanggal jatuh tempo.

Lalu, apa perbedaan instrumen investasi ini dengan yang lainnya? Kebanyakan orang sering membandingkan obligasi dengan saham yang memiliki risiko tinggi. Tentunya obligasi adalah investasi minim risiko, sama seperti deposito dan reksadana.

Definisi Obligasi Menurut Para Ahli

Berikut definisi obligasi berdasarkan pendapat para ahli:

  • Jonathan B. Berk menjelaskan bahwa definisi obligasi dapat diartikan sebagai suatu surat berharga yang dijual kepada investor dengan tujuan mendapatkan dana. Kegiatan ini dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan yang akan membuat kesepakatan berjangka waktu untuk melunasi hutang beserta bunga kepada pihak investor.
  • Yuliana dkk berpendapat, obligasi merupakan surat utang yang dikeluarkan lembaga, perusahaan, ataupun negara yang didalamnya berisikan nominal tertentu dan kesepakatan membayar hutang beserta bunga secara berkala kepada investor.
  • Frank J Fabozzi menjelaskan tentang obligasi sebagai surat pengakuan utang dari pemerintah atau perusahaan yang akan dibayar lunas sampai waktu jatuh tempo. Investor akan mendapat keuntungan dari besar bunga yang didapat dari perjanjian.
  • Eduardus Tandelilin berpendapat bahwa obligasi adalah suatu janji pembayaran yang harus dipenuhi pihak peminjam sesuai jadwal yang ditetapkan.
  • Keputusan Presiden RI nomor 775/KMK/001/1982 menyatakan obligasi sebagai surat pinjaman uang atau surat pengakuan utang dari masyarakat dengan tenor dan plafon tertentu yang menjanjikan imbalan bunga beserta uang pinjaman yang telah disepakati di awal.

Beberapa Contoh Obligasi

obligasi adalah

Ada beberapa contoh obligasi yang diperdagangkan dan diterbitkan di pasar modal. Di antaranya berikut ini:

  • Obligasi korporasi yang diterbitkan perusahaan swasta nasional (BUMN dan BUMD).
  • Efek Beragun Aset (EBA) yang diterbitkan dengan Underlying Asset sebagai dasar penertiban dan merupakan efek bersifat utang.
  • Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan pemerintah berdasarkan hukum syariah tentang SBSN menurut Undang-undang nomor 19 tahun 2008 dan termasuk surat berharga.
  • Sukuk korporasi yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah tentang Efek Syariah sesuai aturan Bapepam & LK Np. IX.A.13.
  • Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah dan merupakan surat berharga menurut aturan Undang-undang nomor 24 tahun 2002.

Semua contoh obligasi di atas dapat dilaporkan atau ditransaksikan melalui BEI (Bursa Efek Indonesia). Dari beberapa obligasi di atas, yang diterbitkan pemerintah adalah yang paling aman karena pemerintah memiliki kewenangan untuk mencetak uang dan membebankan pajak.

Karakteristik Obligasi             

Berbeda dengan jenis surat berharga lainnya, obligasi memiliki karakteristiknya sendiri. Seperti berikut ini:

  • Nilai obligasi harus disebutkan dengan jelas oleh pihak yang mengeluarkannya. Besar jumlah obligasi dapat ditentukan berdasarkan performa perusahaan, aliran arus kas, serta besar keperluan bisnis.
  • Obligasi memiliki jangka waktu 1-10 tahun, bisa pendek atau panjang tergantung pilihan investor. Untuk mengurangi risiko kerugian, investor lebih senang memilih obligasi jangka pendek yang tidak lebih dari 5 tahun.
  • Principal (nominal uang yang dikeluarkan penerbit) dan coupon rate (tingkatan bunga yang wajib dibayar penerbit) terhadap para pemegang obligasi harus sesuai masa jatuh tempo.
  • Jadwal pembayaran obligasi dilakukan secara berkala sesuai dengan kesepakatan yang ditentukan antara penerbit dan investor. Bisa triwulan, per semester, ataupun per tiga semester sekali.

Kelebihan dan Kekurangan Obligasi    

Setelah memahami jenis dan karakteristik obligasi, kini saatnya Anda mengetahui tentang kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan obligasi terdapat pada bunga yang nilainya lebih tinggi dari bunga deposito bank. Selain itu, pemilik surat utang juga bisa memperjualbelikannya di pasar modal sesuai peraturan yang berlaku.

Sedangkan untuk kekurangan obligasi terdapat pada risiko gagal bayar penerbit obligasi tersebut. Jika hal tersebut terjadi, para investor tidak bisa memperoleh keuntungan dan kehilangan nilai investasinya. Namun, risiko obligasi biasanya jarang terjadi bila sudah berada di bawah lindungan undang-undang. Obligasi juga mudah dipengaruhi oleh suku bunga, kondisi politik, dan perubahan ekonomi.

Itulah penjelasan lengkap tentang pengertian obligasi, karakteristik, serta contohnya. Ketahui hal penting ini sebelum melakukan investasi dengan perusahaan yang menerbitkan obligasi.